Berita

Semarak Sumpah Pemuda: SDIT Ihsanul Fikri Tanamkan Nilai Persatuan Sejak Dini Magelang

28 Oktober 2025 – Semangat nasionalisme dan persatuan membara di SDIT Ihsanul Fikri saat seluruh warga sekolah menggelar upacara bendera yang khidmat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan staf kependidikan dengan penuh antusiasme.Upacara Khidmat dan Berwarna Kebangsaan.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga sarat makna edukatif. Bertindak sebagai pembina upacara, [Nama Pembina Upacara/Kepala Sekolah] menyampaikan amanat yang mengingatkan kembali seluruh peserta akan sejarah heroik para pemuda di tahun 1928.

“Sumpah Pemuda adalah ikrar suci yang melampaui batas suku, agama, dan daerah. Ini adalah bukti bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa kita,” ujar Pembina upacara dalam amanatnya.

Menumbuhkan Karakter Pemimpin Masa Depan
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi, menjelaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda di lingkungan sekolah terpadu merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami sekaligus nasionalis.

“Melalui momen ini, kami ingin menanamkan jiwa kepemimpinan, integritas, dan semangat rela berkorban seperti yang dicontohkan oleh para pemuda pendahulu,” jelasnya. “Anak-anak SDIT adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Mereka harus dibekali tidak hanya ilmu agama dan umum, tetapi juga cinta yang mendalam terhadap tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia.”

Semangat Persatuan untuk Indonesia Emas
Peringatan Sumpah Pemuda di SDIT Ihsanul Fikri ini ditutup dengan harapan besar. Seluruh civitas akademika berkomitmen untuk terus menjadikan sekolah sebagai ladang penyemaian nilai-nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.

Diharapkan, semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, akan terus hidup dalam sanubari setiap siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri, mendorong mereka untuk belajar keras, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan positif yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Berita

🎉 SDIT Ihsanul Fikri Sukses Gelar SPMB, Jaring Calon Peserta Didik Unggul Tahun Ajaran 2026/2027


Magelang, 25 Oktober 2025 – Suasana penuh antusias dan harapan menyelimuti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang hari ini, Sabtu (25/10/2025). Sekolah yang berlokasi di Jl. Jeruk Timur V Sanden ini menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk menjaring calon peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Meskipun istilah SPMB sering digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi, namun di lingkungan Yayasan Ihsanul Fikri, istilah ini juga lazim digunakan untuk menamakan proses seleksi calon siswa baru, Pelaksanaan seleksi di SDIT Ihsanul Fikri ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan potensi calon siswa yang akan bergabung.

📝 Beragam Tahapan Seleksi Diterapkan

Kegiatan SPMB ini berlangsung sejak pagi hari, melibatkan puluhan calon siswa beserta orang tua/wali mereka. Berbagai tahapan seleksi dirancang untuk mengukur potensi akademik dan non-akademik calon peserta didik.

  • Tes Akademik: Meliputi dasar-dasar pengetahuan umum dan kemampuan berhitung.
  • Tes B Al-Qur’an metode Ummi: Untuk mengukur kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, yang menjadi salah satu fokus pendidikan di sekolah Islam Terpadu.
  • Observasi dan Wawancara: Tim penguji melakukan observasi perilaku dan wawancara singkat dengan calon siswa untuk melihat kematangan emosi, sosial, dan motivasi belajar.
  • Wawancara Orang Tua: Tahapan penting ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak, serta memastikan dukungan penuh terhadap program-program sekolah.

Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi Widiyastuti, S.Pd.Si., menyampaikan bahwa kegiatan SPMB berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama seluruh panitia dan partisipasi aktif dari para orang tua. “Kami berharap, melalui proses seleksi yang ketat ini, kami bisa mendapatkan mutiara-mutiara baru yang siap dibina menjadi generasi unggul, yang memiliki akidah yang bersih (salimul aqidah) dan wawasan yang luas (musaqafatul fikr) sesuai dengan visi kami,” ujarnya.

🌟 Tingginya Animo Masyarakat

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan besar masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh SDIT Ihsanul Fikri, yang dikenal dengan program fullday school dan penekanan pada pendidikan karakter Islami.

Pengumuman hasil seleksi direncanakan akan disampaikan pada pekan berikutnya. Bagi calon peserta didik yang dinyatakan lolos, diharapkan segera melakukan proses daftar ulang untuk mengamankan kursi di tahun ajaran 2026/2027.


Simak keseruan kegiatan siswa SDIT Ihsanul Fikri lainnya dalam Study Tour SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang 2025. Video ini menunjukkan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut pada tahun yang sama, memberikan gambaran tentang atmosfer belajar yang menyenangkan.
http://googleusercontent.com/youtube_content/0

Berita

Semangat Wakaf – JSIT Jawa Tengah Membara – Dana Pembangunan Kantor – Tembus Rp300 Juta

MAGELANG – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah semakin kokoh melangkah menuju kemandirian. Hingga hari Rabu, 22 Oktober 2025, gerakan pengumpulan wakaf untuk pembangunan Kantor Kesekretariatan JSIT Jawa Tengah telah mencapai angka impresif: Rp300.113.000,00 (Tiga ratus juta seratus tiga belas ribu rupiah).

Pencapaian ini menandai momentum penting dalam upaya mewujudkan impian JSIT Jateng memiliki kantor permanen di tahun 2025, yang akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi bagi seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah.

Aksi Jariyah Menuju 3 Miliar

Pengumuman hasil penghimpunan wakaf ini disampaikan secara terbuka melalui kanal-kanal resmi JSIT Jawa Tengah, lengkap dengan detail data masuk. Angka Rp300 juta ini merupakan buah dari partisipasi berbagai pihak—mulai dari guru, kepala sekolah, yayasan, hingga wali murid—yang meyakini bahwa berwakaf untuk pendidikan adalah investasi amal jariyah.

JSIT Jawa Tengah menyampaikan apresiasi tertinggi. Dana telah mencapai ratusan juta, gerakan ini tidak berhenti. JSIT Jawa Tengah tetap optimis dan mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi, mengingat target pembangunan yang dicanangkan cukup besar. “Yuk, bangun bersama Kantor JSIT dengan berwakaf! Semangat menuju 3 M (Miliar),”

Peran Penting Kantor Sekretariat

Memiliki kantor kesekretariatan yang mandiri menjadi kunci bagi JSIT Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas program pembinaan dan pengembangan sekolah Islam. Kantor ini diharapkan dapat menjadi pusat:

  1. Pengembangan SDM: Pelatihan dan diklat bagi guru dan tenaga kependidikan.
  2. Sinergi Program: Koordinasi efektif antara JSIT Pusat, Wilayah, dan Daerah.
  3. Layanan Anggota: Pemberian layanan administratif dan konsultasi bagi SIT di Jawa Tengah.

Dukungan finansial melalui wakaf ini tidak hanya membangun gedung fisik, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi kemajuan pendidikan Islam terpadu di Indonesia.

Informasi Wakaf:

Bagi masyarakat yang tergerak untuk menjadi bagian dari amal jariyah ini, wakaf dapat disalurkan melalui:

  • Bank: BSI (Bank Syariah Indonesia)
  • No. Rekening: 2344444407
  • A.n.: Wakaf Gedung JSIT Jateng
  • Konfirmasi: WA 0856-2838-864 (Dewi)

Berita

Semarak Hari Santri – Di Lingkungan Pendidikan: SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang – Kenang Perjuangan Ulama


Magelang, 22 Oktober 2025 – SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Meskipun umumnya Hari Santri lebih kental dengan lingkungan pesantren, sekolah-sekolah berbasis Islam terpadu seperti SDIT Ihsanul Fikri menganggap momen ini penting sebagai sarana edukasi sejarah dan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada siswa sejak usia dini.

Peringatan Hari Santri ditetapkan untuk mengenang peran historis para ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui resolusi jihad yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Apel Peringatan: Menjaga Semangat Juang
Di lingkungan pendidikan Ihsanul Fikri, peringatan Hari Santri umumnya diisi dengan berbagai kegiatan yang relevan, salah satunya adalah Apel Peringatan. Apel ini bertujuan untuk:

Mengenalkan Sejarah: Siswa diperkenalkan dengan sejarah Hari Santri, peran sentral ulama dalam melawan penjajah, dan makna dari Resolusi Jihad.

Penanaman Karakter: Menguatkan nilai-nilai kepesantrenan seperti kedisiplinan, kemandirian, dan ketaatan kepada agama dan negara, yang sejalan dengan visi sekolah.

Wujud Kebangsaan: Menekankan bahwa santri adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia yang harus terus menyambung juang para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan.

Petugas apel, yang kemungkinan besar adalah para siswa dan guru, mengenakan atribut yang mencerminkan nuansa santri, seperti sarung atau pakaian khas daerah. Suasana apel diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air.

Mengimplementasikan Nilai Santri di Sekolah
Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Siwi Widiyastuti,S.Pd.,S.i menekankan bahwa nilai-nilai santri—seperti akhlakul karimah (akhlak mulia), semangat menuntut ilmu, dan cinta tanah air—selalu menjadi fokus dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

“Peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa generasi muda kita, termasuk para siswa SDIT Ihsanul Fikri, adalah penerus perjuangan yang harus konsisten meningkatkan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani, Disiplin, dan Berprestasi.

Peringatan Hari Santri di SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menjadi momentum penting untuk menanamkan pemahaman bahwa meski berada di jenjang Sekolah Dasar, semangat keilmuan dan perjuangan santri harus senantiasa diwarisi.

Uncategorized

SDIT Ihsanul Fikri Magelang – Raih Prestasi Gemilang – Di UNNES – Silat Open Challenge 2025

MAGELANG – Dunia persilatan Jawa Tengah kembali dihebohkan dengan prestasi membanggakan dari seorang pelajar sekolah dasar. Narendra Darrel Setiawan, siswa kelas 5A dari SDIT Ihsanul Fikri Magelang, sukses menyabet dua medali sekaligus dalam ajang bergengsi UNNES Silat Open Challenge 2025 yang baru saja diselenggarakan.

Narendra menunjukkan keahliannya yang luar biasa di kategori dini dengan meraih Juara 1 Seni Tunggal Tangan Kosong dan Juara 3 Seni Tunggal Bersenjata. Keberhasilan ganda ini tidak hanya menempatkannya sebagai salah satu atlet muda berbakat, tetapi juga mengangkat nama sekolahnya, SDIT Ihsanul Fikri, di kancah olahraga.

Dalam foto pengumuman resmi yang dirilis sekolah, terlihat Narendra mengenakan pakaian silat tradisional dan memamerkan dua medalinya dengan bangga, yaitu medali emas dan perunggu.

“Prestasi ini tak lepas dari doa dan dukungan kalian,” demikian kutipan yang tertera, mencerminkan kerendahan hati dan penghargaan Narendra terhadap dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya, “Terimakasih banyak teman-teman,” ujarnya.

Pihak sekolah, melalui Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pencapaian gemilang Narendra. Prestasi ini diharapkan dapat memicu semangat siswa-siswi lain untuk berani mengeksplorasi potensi diri, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni dan olahraga, khususnya seni bela diri tradisional Indonesia, Pencak Silat.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sekolah dan program pendidikannya, informasi kontak dan website resmi sekolah tertera pada pengumuman tersebut.

Keberhasilan Narendra Darrel Setiawan menjadi bukti bahwa pembinaan bakat di tingkat dasar dapat menghasilkan atlet-atlet yang siap bersaing di kompetisi terbuka, sekaligus melestarikan budaya dan seni bela diri asli Indonesia.


Uncategorized

SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang – Gelar ‘Trial Class’ Meriah – Ajak Calon Murid – Merasakan Pendidikan Berkarakter Al-Qur’an


MAGELANG – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang dikenal dengan slogan “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an”, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaring calon peserta didik baru dengan menyelenggarakan kegiatan ‘Trial Class’ yang menarik. Acara ini merupakan bagian integral dari rangkaian SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) sekolah untuk Tahun Pelajaran mendatang.

Kegiatan ‘Trial Class’ yang diabadikan dalam sebuah poster tersebut secara khusus dilaksanakan bekerja sama dengan KB-TKIT Asy Syaffa 1 pada tanggal 13 Oktober 2025. Kolaborasi ini menjadi jembatan bagi anak-anak usia prasekolah untuk merasakan langsung atmosfer pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar.

Merasakan Langsung Pembelajaran Unggulan

‘Trial Class’ ini memberikan kesempatan emas bagi orang tua dan calon murid untuk mengalami secara langsung metode pengajaran dan lingkungan yang Islami. SDIT Ihsanul Fikri dikenal berfokus pada pembentukan karakter Islami, penguatan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, serta pengembangan akademik yang seimbang. Peserta ‘Trial Class’ diharapkan dapat merasakan keramahan dan keseruan belajar di sekolah yang menerapkan kurikulum terpadu tersebut.

Akses Informasi Pendaftaran (SPMB)

Sebagai bagian dari agenda SPMB, ‘Trial Class’ ini menjadi titik awal bagi orang tua untuk mempertimbangkan SDIT Ihsanul Fikri sebagai pilihan pendidikan terbaik. Bagi yang tertarik untuk mendaftarkan buah hatinya, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak yang tertera pada poster, yaitu Tittah Ayomi di nomor 082299211997. Selain itu, segala detail tentang visi, misi, dan alur pendaftaran dapat diakses melalui platform digital resmi sekolah:

Website: sditihsanulfikri.id

Media Sosial: SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang

Kegiatan ini menegaskan posisi SDIT Ihsanul Fikri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terdepan di Kota Magelang yang siap mencetak generasi penerus berkarakter unggul dan Qur’ani.

Berita

Jawa Tengah Menggema: JSIT Jateng Galang Dana & Massa – “Munashoroh for Palestina”

JSIT Indonesia – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam isu kemanusiaan global dengan menginisiasi program bertajuk “Munashoroh for Palestina.” Program ini merupakan seruan solidaritas serentak yang melibatkan seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di wilayah Jawa Tengah, dengan fokus pada penggalangan dana dan dukungan moral.

Berdasarkan poster dan foto kegiatan yang beredar, seruan utama dari JSIT Jateng adalah “Seruan serentak infaq Jumat untuk Palestina” bagi seluruh SIT se-Jateng. Dana yang berhasil terkumpul dari aksi infaq massal ini direncanakan akan disalurkan melalui Aksi Indonesia Lawan Genosida di Monas, Jakarta, pada Ahad, 12 Oktober 2025.

Donasi dan Aksi Akbar di Monas
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan penanaman nilai kepedulian sosial kepada para siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah.

Fokus penggalangan dana:

Target Penyaluran: Dana yang terhimpun akan didistribusikan melalui aksi di Monas, yang merupakan upaya kolektif berbagai elemen masyarakat Indonesia untuk menyuarakan protes keras terhadap genosida di Gaza.

Media Donasi: Komunitas sekolah diajak berpartisipasi dengan menyalurkan infaq melalui nomor rekening BSI 2344444431 atas nama Dewi, yang tertera jelas pada seruan tersebut.

Semangat Solidaritas Melawan Genosida
Foto yang mendampingi seruan ini memperlihatkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta, yang diperkirakan adalah siswa dan guru dari salah satu Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah. Mereka tampak berbaris rapi di lapangan terbuka, membawa berbagai atribut dukungan, termasuk bendera Palestina dan bendera Merah Putih, melambangkan dukungan penuh rakyat Indonesia terhadap Palestina.

Pesan kunci yang ditekankan dalam aksi ini adalah keprihatinan mendalam atas tragedi yang berlangsung: “2 TAHUN GENOSIDA MARI TERUS BANTU PALESTINA.” Slogan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan solidaritas tanpa henti dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

JSIT Jateng berharap, melalui gerakan ini, kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan penolakan terhadap penjajahan dapat tertanam kuat di hati para pelajar Indonesia.

#SekolahIslamTerbaik

Berita

SDIT Ihsanul Fikri – Kunjungan Edukatif Jenjang 4 – Yuk Buat Gerabah!

BOROBUDUR, 10 Oktober 2025 – Sebanyak puluhan siswa SD IT Ihsanul Fikri dari jenjang 4 (kelas 4) Kota Magelang melakukan kunjungan edukatif yang penuh wawasan ke Desa Klipoh, Borobudur. Desa ini dikenal luas sebagai sentra kerajinan gerabah tradisional yang kaya akan sejarah.

Kunjungan pada hari ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) kepada siswa, khususnya dalam memahami proses pembuatan gerabah, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan apresiasi terhadap kerajinan tangan.

Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni
Setibanya di Desa Klipoh, para siswa disambut oleh para perajin gerabah yang telah secara turun-temurun menekuni profesi ini, bahkan konon tradisi ini sudah ada sebelum Candi Borobudur dibangun. Mereka diajak langsung untuk melihat tahapan demi tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pengolahan bahan baku tanah liat hingga proses pembakaran.

Kegiatan inti yang paling menarik perhatian siswa adalah sesi praktik langsung membuat gerabah. Di bawah bimbingan perajin, tangan-tangan mungil siswa-siswi Jenjang 4 ini tampak sibuk mencoba membentuk tanah liat di atas meja putar. Gelak tawa dan ekspresi serius bercampur saat mereka berusaha menciptakan bentuk sederhana seperti mangkuk atau vas mini.

Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkesan
Kepala Sekolah SD IT Ihsanul Fikri, melalui salah satu guru pendamping, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami dan melihat langsung bagaimana sebuah produk budaya tercipta. Di sini, mereka belajar tentang kearifan lokal, keterampilan tangan, dan ketekunan para perajin,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang alat yang digunakan, jenis tanah liat, dan bahkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu buah gerabah. “Seru banget! Ternyata bikin gerabah itu susah, tapi menyenangkan. Tangan saya jadi kotor, tapi saya senang bisa bikin mangkuk sendiri,” kata salah satu siswa dengan wajah ceria.

Menumbuhkan Apresiasi Budaya
Kunjungan edukatif ke sentra gerabah Klipoh ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya. Para siswa diingatkan bahwa kerajinan gerabah adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga keberadaannya.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, siswa-siswi SD IT Ihsanul Fikri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kekayaan budaya dan produk lokal Indonesia. Sebelum kembali, rombongan sekolah juga turut membeli beberapa hasil karya gerabah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian lokal Desa Klipoh. 🏺🇮🇩

Berita

Menanamkan Nilai Integritas : Siswa Kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri – Kunjungi Museum BPK RI Magelang


MAGELANG—Siswa-siswi kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kunjungan edukatif yang unik dan inspiratif ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Magelang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan outing class untuk memperkenalkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan sejarah pengelolaan keuangan negara kepada siswa sejak usia dini.

Dipilihnya Museum BPK RI sebagai destinasi menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas wawasan siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Belajar Sejarah Keuangan Negara dengan Cara Interaktif
Museum BPK RI, yang terletak di Magelang Tengah, merupakan satu-satunya museum BPK di Indonesia dan dikenal sebagai wisata edukasi sejarah yang tidak memungut biaya tiket masuk (gratis). Museum ini menyajikan informasi sejarah BPK RI, yang erat kaitannya dengan sejarah lembaga negara di Indonesia pasca kemerdekaan.

Para siswa kelas 2 diajak berkeliling di berbagai ruangan pameran dengan didampingi pemandu museum yang kompeten. Mereka diajak melihat koleksi bersejarah, termasuk mesin ketik kuno dan dokumen-dokumen penting, yang disajikan dengan instalasi modern dan interaktif.

“Tugas kami adalah menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik dan kontekstual, bahkan bagi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar,” jelas salah satu petugas Museum BPK RI. “Meskipun materi tentang keuangan negara terdengar berat, kami kemas dengan cerita dan visual yang sederhana agar nilai-nilai seperti transparansi dan akuntabilitas bisa mereka pahami sebagai bagian dari akhlak mulia sehari-hari.”

💡 Fokus Edukasi untuk Siswa Kelas 2
Meskipun masih di kelas 2, kunjungan ini difokuskan pada penguatan materi pembelajaran tematik dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), meliputi:

Nilai Kejujuran dan Integritas: Pemandu museum menyampaikan cerita tentang pentingnya mengelola uang dengan jujur, baik itu uang jajan pribadi maupun uang negara. Konsep “mengawasi” dan “bertanggung jawab” diperkenalkan melalui analogi yang mudah dipahami anak-anak.

Mengenal Profesi dan Pahlawan: Siswa dikenalkan pada sosok-sosok yang berperan dalam sejarah BPK RI. Mereka juga melihat koleksi alat kerja kuno yang digunakan para pemeriksa di masa lalu, memberikan gambaran konkret tentang profesi yang sarat akan integritas.

Wawasan Kebangsaan: Melalui narasi sejarah pendirian BPK RI yang sempat berpindah-pindah, siswa mendapatkan pemahaman awal tentang perjuangan bangsa dan pentingnya lembaga negara dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

Antusiasme Belajar di Luar Kelas
Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan antusiasme yang tinggi saat melihat peninggalan sejarah dan instalasi interaktif di museum.

“Aku lihat mesin ketik yang besar sekali! Dulu kalau mau laporan harus pakai itu ya, sekarang sudah ada komputer,” ujar Almira, salah satu siswi kelas 2, penuh rasa ingin tahu.

Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang menanamkan bibit integritas sejak dini. Dengan belajar langsung dari sejarah BPK RI, siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap amanah.

Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan museum, membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan nilai-nilai luhur kebangsaan.

Berita

Kunjungan Edukasi Berkarakter: Jenjang 3 SDIT Ihsanul Fikri – Lepas Penat Pasca ASTS – Di TKL Ecopark


MAGELANG—Pekarangan Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark) dipenuhi keceriaan pada Senin, 6 Oktober 2025. Hari itu, ratusan siswa kelas 3 dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kegiatan Kunjungan Edukatif sebagai agenda relaksasi sekaligus pembelajaran pasca pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil.

Kegiatan ini merupakan tradisi sekolah untuk memberikan apresiasi atas usaha keras siswa selama masa ujian, sekaligus mengimplementasikan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar lingkungan kelas.

Menyegarkan Pikiran dan Mengaplikasikan Ilmu
Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Magelang, Ibu Kepala Sekolah Ibu Siwi Widiyastuti, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara fokus akademik dan perkembangan non-akademik. “Setelah berjuang keras di ASTS, anak-anak berhak mendapatkan waktu rehat yang berkualitas. TKL Ecopark adalah tempat yang ideal karena menawarkan kesenangan dan pengetahuan. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari di kelas,” ujarnya.

Siswa kelas 3, yang berada di fase transisi menuju tahap perkembangan usia madya, memanfaatkan kawasan TKL Ecopark yang luas (sekitar 27,5 Ha) sebagai laboratorium alam.

🔬 Zona Pembelajaran Interaktif di TKL Ecopark
Kunjungan edukatif ini dirancang dengan beberapa fokus utama yang selaras dengan materi Kurikulum Merdeka di tingkat kelas 3, khususnya mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

  1. Eksplorasi Lingkungan Hidup dan Konservasi
    Para siswa diajak berkeliling area konservasi untuk mengamati berbagai jenis tumbuhan langka dan mempelajari pentingnya menjaga ekosistem. Mereka mencatat nama-nama pohon, mengamati bentuk daun, dan membandingkan jenis tanaman yang tumbuh di darat dan di air.

Tujuan Edukasi: Mengenal keanekaragaman hayati lokal dan menumbuhkan kesadaran konservasi.

  1. Belajar di Taman Satwa dan Reptil
    Di area taman satwa, siswa berinteraksi dengan berbagai jenis fauna. Mereka belajar tentang klasifikasi hewan (mamalia, reptil, aves) dan habitat aslinya. Guru pendamping memimpin diskusi tentang cara perkembangbiakan dan peran hewan dalam rantai makanan.

Tujuan Edukasi: Memahami ciri-ciri makhluk hidup dan rantai makanan sederhana.

  1. Simulasi Geografi di Peta Mini
    Salah satu kegiatan menarik adalah mengamati peta mini atau maket wilayah yang tersedia di taman. Hal ini memberikan pemahaman konkret tentang konsep arah mata angin, skala, dan denah suatu wilayah, yang merupakan dasar dari pelajaran geografi.

Tujuan Edukasi: Mengenal konsep dasar spasial dan keterampilan membaca peta.

🪁 Rekreasi dan Pembentukan Karakter
Selain kegiatan yang berfokus pada akademik, TKL Ecopark menjadi tempat yang sempurna untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila.

Gotong Royong: Anak-anak belajar bekerjasama dalam kelompok saat menjelajahi taman dan menaiki beberapa wahana yang memerlukan kekompakan, seperti Kereta Air atau Mobil Keliling.

Kemandirian: Mereka dilatih untuk bertanggung jawab atas barang bawaan pribadi dan mengatur waktu saat menikmati fasilitas seperti Water Park atau arena bermain.

Relaksasi dan Hiburan: Sebagai puncak acara, siswa menikmati berbagai wahana rekreasi. Tawa riang mereka saat bermain di kolam renang atau mencoba wahana ringan menjadi penanda suksesnya kegiatan pelepasan penat pasca-ASTS.

“Aku senang sekali! Setelah mikir-mikir soal, sekarang bisa lihat buaya beneran. Belajarnya jadi lebih gampang diingat,” kata [Karan, Siswa kelas 3B], salah satu siswa kelas 3, mengungkapkan kegembiraannya.

Kunjungan edukatif ini diharapkan tidak hanya memberikan kenangan indah, tetapi juga memotivasi siswa kelas 3 SDIT Ihsanul Fikri untuk menyambut paruh kedua Semester Ganjil dengan energi dan semangat belajar yang baru.