SD Islam Kota Magelang, Sekolah Berkarakter Quran, SD Islam Terbaik Magelang, Sekolah Quran Magelang, SD Islam Fullday Magelang, SD Islam Ramah Anak, Sekolah Favorit Magelang, Lembaga Pendidikan Islam Magelang, Pusat Pendidikan Islam Magelang, SD Magelang Utara, SD Metode Ummi Magelang
MAGELANG – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang dikenal dengan slogan “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an”, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaring calon peserta didik baru dengan menyelenggarakan kegiatan ‘Trial Class’ yang menarik. Acara ini merupakan bagian integral dari rangkaian SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) sekolah untuk Tahun Pelajaran mendatang.
Kegiatan ‘Trial Class’ yang diabadikan dalam sebuah poster tersebut secara khusus dilaksanakan bekerja sama dengan KB-TKIT Asy Syaffa 1 pada tanggal 13 Oktober 2025. Kolaborasi ini menjadi jembatan bagi anak-anak usia prasekolah untuk merasakan langsung atmosfer pembelajaran di jenjang Sekolah Dasar.
Merasakan Langsung Pembelajaran Unggulan
‘Trial Class’ ini memberikan kesempatan emas bagi orang tua dan calon murid untuk mengalami secara langsung metode pengajaran dan lingkungan yang Islami. SDIT Ihsanul Fikri dikenal berfokus pada pembentukan karakter Islami, penguatan Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, serta pengembangan akademik yang seimbang. Peserta ‘Trial Class’ diharapkan dapat merasakan keramahan dan keseruan belajar di sekolah yang menerapkan kurikulum terpadu tersebut.
Akses Informasi Pendaftaran (SPMB)
Sebagai bagian dari agenda SPMB, ‘Trial Class’ ini menjadi titik awal bagi orang tua untuk mempertimbangkan SDIT Ihsanul Fikri sebagai pilihan pendidikan terbaik. Bagi yang tertarik untuk mendaftarkan buah hatinya, informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak yang tertera pada poster, yaitu Tittah Ayomi di nomor 082299211997. Selain itu, segala detail tentang visi, misi, dan alur pendaftaran dapat diakses melalui platform digital resmi sekolah:
Website: sditihsanulfikri.id
Media Sosial: SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang
Kegiatan ini menegaskan posisi SDIT Ihsanul Fikri sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam terdepan di Kota Magelang yang siap mencetak generasi penerus berkarakter unggul dan Qur’ani.
JSIT Indonesia – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam isu kemanusiaan global dengan menginisiasi program bertajuk “Munashoroh for Palestina.” Program ini merupakan seruan solidaritas serentak yang melibatkan seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di wilayah Jawa Tengah, dengan fokus pada penggalangan dana dan dukungan moral.
Berdasarkan poster dan foto kegiatan yang beredar, seruan utama dari JSIT Jateng adalah “Seruan serentak infaq Jumat untuk Palestina” bagi seluruh SIT se-Jateng. Dana yang berhasil terkumpul dari aksi infaq massal ini direncanakan akan disalurkan melalui Aksi Indonesia Lawan Genosida di Monas, Jakarta, pada Ahad, 12 Oktober 2025.
Donasi dan Aksi Akbar di Monas Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan penanaman nilai kepedulian sosial kepada para siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah.
Fokus penggalangan dana:
Target Penyaluran: Dana yang terhimpun akan didistribusikan melalui aksi di Monas, yang merupakan upaya kolektif berbagai elemen masyarakat Indonesia untuk menyuarakan protes keras terhadap genosida di Gaza.
Media Donasi: Komunitas sekolah diajak berpartisipasi dengan menyalurkan infaq melalui nomor rekening BSI 2344444431 atas nama Dewi, yang tertera jelas pada seruan tersebut.
Semangat Solidaritas Melawan Genosida Foto yang mendampingi seruan ini memperlihatkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta, yang diperkirakan adalah siswa dan guru dari salah satu Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah. Mereka tampak berbaris rapi di lapangan terbuka, membawa berbagai atribut dukungan, termasuk bendera Palestina dan bendera Merah Putih, melambangkan dukungan penuh rakyat Indonesia terhadap Palestina.
Pesan kunci yang ditekankan dalam aksi ini adalah keprihatinan mendalam atas tragedi yang berlangsung: “2 TAHUN GENOSIDA MARI TERUS BANTU PALESTINA.” Slogan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan solidaritas tanpa henti dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
JSIT Jateng berharap, melalui gerakan ini, kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan penolakan terhadap penjajahan dapat tertanam kuat di hati para pelajar Indonesia.
BOROBUDUR, 10 Oktober 2025 – Sebanyak puluhan siswa SD IT Ihsanul Fikri dari jenjang 4 (kelas 4) Kota Magelang melakukan kunjungan edukatif yang penuh wawasan ke Desa Klipoh, Borobudur. Desa ini dikenal luas sebagai sentra kerajinan gerabah tradisional yang kaya akan sejarah.
Kunjungan pada hari ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) kepada siswa, khususnya dalam memahami proses pembuatan gerabah, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan apresiasi terhadap kerajinan tangan.
Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni Setibanya di Desa Klipoh, para siswa disambut oleh para perajin gerabah yang telah secara turun-temurun menekuni profesi ini, bahkan konon tradisi ini sudah ada sebelum Candi Borobudur dibangun. Mereka diajak langsung untuk melihat tahapan demi tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pengolahan bahan baku tanah liat hingga proses pembakaran.
Kegiatan inti yang paling menarik perhatian siswa adalah sesi praktik langsung membuat gerabah. Di bawah bimbingan perajin, tangan-tangan mungil siswa-siswi Jenjang 4 ini tampak sibuk mencoba membentuk tanah liat di atas meja putar. Gelak tawa dan ekspresi serius bercampur saat mereka berusaha menciptakan bentuk sederhana seperti mangkuk atau vas mini.
Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkesan Kepala Sekolah SD IT Ihsanul Fikri, melalui salah satu guru pendamping, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami dan melihat langsung bagaimana sebuah produk budaya tercipta. Di sini, mereka belajar tentang kearifan lokal, keterampilan tangan, dan ketekunan para perajin,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang alat yang digunakan, jenis tanah liat, dan bahkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu buah gerabah. “Seru banget! Ternyata bikin gerabah itu susah, tapi menyenangkan. Tangan saya jadi kotor, tapi saya senang bisa bikin mangkuk sendiri,” kata salah satu siswa dengan wajah ceria.
Menumbuhkan Apresiasi Budaya Kunjungan edukatif ke sentra gerabah Klipoh ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya. Para siswa diingatkan bahwa kerajinan gerabah adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga keberadaannya.
Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, siswa-siswi SD IT Ihsanul Fikri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kekayaan budaya dan produk lokal Indonesia. Sebelum kembali, rombongan sekolah juga turut membeli beberapa hasil karya gerabah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian lokal Desa Klipoh. 🏺🇮🇩
MAGELANG—Siswa-siswi kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kunjungan edukatif yang unik dan inspiratif ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Magelang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan outing class untuk memperkenalkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan sejarah pengelolaan keuangan negara kepada siswa sejak usia dini.
Dipilihnya Museum BPK RI sebagai destinasi menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas wawasan siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
Belajar Sejarah Keuangan Negara dengan Cara Interaktif Museum BPK RI, yang terletak di Magelang Tengah, merupakan satu-satunya museum BPK di Indonesia dan dikenal sebagai wisata edukasi sejarah yang tidak memungut biaya tiket masuk (gratis). Museum ini menyajikan informasi sejarah BPK RI, yang erat kaitannya dengan sejarah lembaga negara di Indonesia pasca kemerdekaan.
Para siswa kelas 2 diajak berkeliling di berbagai ruangan pameran dengan didampingi pemandu museum yang kompeten. Mereka diajak melihat koleksi bersejarah, termasuk mesin ketik kuno dan dokumen-dokumen penting, yang disajikan dengan instalasi modern dan interaktif.
“Tugas kami adalah menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik dan kontekstual, bahkan bagi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar,” jelas salah satu petugas Museum BPK RI. “Meskipun materi tentang keuangan negara terdengar berat, kami kemas dengan cerita dan visual yang sederhana agar nilai-nilai seperti transparansi dan akuntabilitas bisa mereka pahami sebagai bagian dari akhlak mulia sehari-hari.”
💡 Fokus Edukasi untuk Siswa Kelas 2 Meskipun masih di kelas 2, kunjungan ini difokuskan pada penguatan materi pembelajaran tematik dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), meliputi:
Nilai Kejujuran dan Integritas: Pemandu museum menyampaikan cerita tentang pentingnya mengelola uang dengan jujur, baik itu uang jajan pribadi maupun uang negara. Konsep “mengawasi” dan “bertanggung jawab” diperkenalkan melalui analogi yang mudah dipahami anak-anak.
Mengenal Profesi dan Pahlawan: Siswa dikenalkan pada sosok-sosok yang berperan dalam sejarah BPK RI. Mereka juga melihat koleksi alat kerja kuno yang digunakan para pemeriksa di masa lalu, memberikan gambaran konkret tentang profesi yang sarat akan integritas.
Wawasan Kebangsaan: Melalui narasi sejarah pendirian BPK RI yang sempat berpindah-pindah, siswa mendapatkan pemahaman awal tentang perjuangan bangsa dan pentingnya lembaga negara dalam menjalankan pemerintahan yang baik.
Antusiasme Belajar di Luar Kelas Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan antusiasme yang tinggi saat melihat peninggalan sejarah dan instalasi interaktif di museum.
“Aku lihat mesin ketik yang besar sekali! Dulu kalau mau laporan harus pakai itu ya, sekarang sudah ada komputer,” ujar Almira, salah satu siswi kelas 2, penuh rasa ingin tahu.
Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang menanamkan bibit integritas sejak dini. Dengan belajar langsung dari sejarah BPK RI, siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap amanah.
Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan museum, membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan nilai-nilai luhur kebangsaan.
MAGELANG—Pekarangan Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark) dipenuhi keceriaan pada Senin, 6 Oktober 2025. Hari itu, ratusan siswa kelas 3 dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kegiatan Kunjungan Edukatif sebagai agenda relaksasi sekaligus pembelajaran pasca pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil.
Kegiatan ini merupakan tradisi sekolah untuk memberikan apresiasi atas usaha keras siswa selama masa ujian, sekaligus mengimplementasikan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar lingkungan kelas.
Menyegarkan Pikiran dan Mengaplikasikan Ilmu Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Magelang, Ibu Kepala Sekolah Ibu Siwi Widiyastuti, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara fokus akademik dan perkembangan non-akademik. “Setelah berjuang keras di ASTS, anak-anak berhak mendapatkan waktu rehat yang berkualitas. TKL Ecopark adalah tempat yang ideal karena menawarkan kesenangan dan pengetahuan. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari di kelas,” ujarnya.
Siswa kelas 3, yang berada di fase transisi menuju tahap perkembangan usia madya, memanfaatkan kawasan TKL Ecopark yang luas (sekitar 27,5 Ha) sebagai laboratorium alam.
🔬 Zona Pembelajaran Interaktif di TKL Ecopark Kunjungan edukatif ini dirancang dengan beberapa fokus utama yang selaras dengan materi Kurikulum Merdeka di tingkat kelas 3, khususnya mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).
Eksplorasi Lingkungan Hidup dan Konservasi Para siswa diajak berkeliling area konservasi untuk mengamati berbagai jenis tumbuhan langka dan mempelajari pentingnya menjaga ekosistem. Mereka mencatat nama-nama pohon, mengamati bentuk daun, dan membandingkan jenis tanaman yang tumbuh di darat dan di air.
Tujuan Edukasi: Mengenal keanekaragaman hayati lokal dan menumbuhkan kesadaran konservasi.
Belajar di Taman Satwa dan Reptil Di area taman satwa, siswa berinteraksi dengan berbagai jenis fauna. Mereka belajar tentang klasifikasi hewan (mamalia, reptil, aves) dan habitat aslinya. Guru pendamping memimpin diskusi tentang cara perkembangbiakan dan peran hewan dalam rantai makanan.
Tujuan Edukasi: Memahami ciri-ciri makhluk hidup dan rantai makanan sederhana.
Simulasi Geografi di Peta Mini Salah satu kegiatan menarik adalah mengamati peta mini atau maket wilayah yang tersedia di taman. Hal ini memberikan pemahaman konkret tentang konsep arah mata angin, skala, dan denah suatu wilayah, yang merupakan dasar dari pelajaran geografi.
Tujuan Edukasi: Mengenal konsep dasar spasial dan keterampilan membaca peta.
🪁 Rekreasi dan Pembentukan Karakter Selain kegiatan yang berfokus pada akademik, TKL Ecopark menjadi tempat yang sempurna untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila.
Gotong Royong: Anak-anak belajar bekerjasama dalam kelompok saat menjelajahi taman dan menaiki beberapa wahana yang memerlukan kekompakan, seperti Kereta Air atau Mobil Keliling.
Kemandirian: Mereka dilatih untuk bertanggung jawab atas barang bawaan pribadi dan mengatur waktu saat menikmati fasilitas seperti Water Park atau arena bermain.
Relaksasi dan Hiburan: Sebagai puncak acara, siswa menikmati berbagai wahana rekreasi. Tawa riang mereka saat bermain di kolam renang atau mencoba wahana ringan menjadi penanda suksesnya kegiatan pelepasan penat pasca-ASTS.
“Aku senang sekali! Setelah mikir-mikir soal, sekarang bisa lihat buaya beneran. Belajarnya jadi lebih gampang diingat,” kata [Karan, Siswa kelas 3B], salah satu siswa kelas 3, mengungkapkan kegembiraannya.
Kunjungan edukatif ini diharapkan tidak hanya memberikan kenangan indah, tetapi juga memotivasi siswa kelas 3 SDIT Ihsanul Fikri untuk menyambut paruh kedua Semester Ganjil dengan energi dan semangat belajar yang baru.
MAGELANG—Senyum ceria dan tawa lepas mewarnai wajah puluhan siswa kelas 1 [SDIT Ihsanul Fikri] pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Setelah melewati masa-masa menegangkan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), para siswa ini diajak berpetualang dalam kegiatan kunjungan edukatif yang berkesan di Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark), Magelang. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka sekaligus sarana pembelajaran langsung di luar kelas.
ASTS, atau yang dikenal juga dengan Penilaian Tengah Semester (PTS), merupakan evaluasi penting untuk mengukur pemahaman materi selama setengah semester. Menyelesaikan asesmen tersebut tentu memerlukan konsentrasi penuh. Oleh karena itu, kegiatan rekreasi edukatif ini menjadi agenda yang sangat dinanti untuk menyegarkan pikiran dan mengembalikan semangat belajar.
Memadukan Rekreasi dan Edukasi di TKL Ecopark TKL Ecopark, yang dikenal sebagai salah satu objek wisata alam dan edukasi di Kota Magelang, menawarkan kombinasi sempurna antara hiburan dan pembelajaran. Tempat konservasi tanaman langka yang luasnya mencapai 27,5 hektar ini menjadi laboratorium alam yang ideal bagi siswa usia dini.
“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya ada di dalam buku. Alam adalah guru terbaik,” ujar [Usth Retno/Wali Kelas 1A. “Setelah fokus dengan angka dan huruf di ruang ujian, mereka kini bisa langsung menyentuh daun, melihat berbagai jenis satwa, dan belajar tentang lingkungan secara nyata.”
Poin-Poin Pembelajaran yang Seru: Mengenal Flora dan Fauna: Para siswa diajak berkeliling di area taman konservasi untuk mengamati berbagai jenis tanaman langka. Mereka juga mengunjungi Taman Satwa & Reptil untuk belajar mengenal beragam hewan seperti buaya, burung, dan owa. Aktivitas ini sangat relevan dengan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka.
Petualangan di Rumah Kelinci (Omah Terwelu): Salah satu spot favorit anak-anak adalah Omah Terwelu. Di sini, mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar cara berinteraksi dan merawat hewan kecil dengan penuh kasih sayang, menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab.
Transportasi dan Tata Tertib: Kunjungan ke area Taman Lalu Lintas memberikan edukasi awal tentang rambu-rambu dan pentingnya kedisiplinan di jalan. Sementara itu, naik Mobil Keliling dan Kereta Mini menjadi momen yang menyenangkan untuk mengenal jenis-jenis transportasi umum.
Senyum Legah Pasca Ujian Kunjungan ini bukan semata-mata belajar. Wahana permainan seperti Kolam Renang/Water Park, Komidi Putar, dan arena bermain umum lainnya menjadi tempat pelepasan energi dan rasa lelah setelah ASTS. Keceriaan anak-anak terlihat jelas saat mereka berbasah-basahan di waterpark atau tertawa riang saat naik wahana.
“Seru sekali! Setelah mengerjakan banyak soal, aku senang bisa lihat kelinci dan naik kereta,” kata [Nama Siswa], salah satu siswi kelas 1, dengan mata berbinar.
Kegiatan ini sekaligus mempererat rasa kebersamaan (kebersamaan) di antara teman-teman sekelas dan guru pendamping. Mereka belajar bekerja sama, berbagi bekal, dan saling membantu dalam suasana santai dan gembira.
Komitmen Sekolah terhadap Pendidikan Holistik Kunjungan edukatif ke TKL Ecopark ini menegaskan komitmen [Nama Sekolah] untuk menerapkan Pendidikan Holistik, yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik (nilai ASTS) tetapi juga pada perkembangan karakter, fisik, dan sosial emosional siswa.
Harapannya, melalui kegiatan outing class semacam ini, para siswa kelas 1 akan kembali ke bangku sekolah dengan semangat baru, pemahaman materi yang lebih kontekstual, dan memori indah tentang pentingnya menjaga alam.
Kunjungan berakhir pada sore hari, meninggalkan cerita dan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal tak terlupakan dalam perjalanan belajar mereka. TKL Ecopark terbukti menjadi destinasi yang tepat untuk menutup periode ASTS dengan fun dan mendidik.
Magelang, 30 September 2025 — Dalam upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan sekolah, SD IT Ihsanul Fikri menggelar kegiatan Mukhyam Qur’an khusus bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Acara ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan sesi intensif untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan Al-Qur’an, sekaligus menjadi momentum penyegaran ruhani para pengajar sebelum memulai periode pembelajaran baru.
Kembali ke Sumber Utama: “Siap Tenang dan Siap Diam”
Mukhyam Qur’an yang mengambil tempat di masjid sekolah ini diwarnai suasana khidmat. Seluruh guru dan ustadz/ustadzah berkumpul, duduk melingkar dengan mushaf di tangan. Tema utama yang diangkat, yang juga terpampang jelas pada spanduk, adalah “MASUK MASJID Berarti SIAP TENANG DAN SIAP DIAM”. Pesan ini tidak hanya ditujukan untuk siswa, melainkan menjadi penekanan penting bagi para guru sebagai teladan utama.
“Jika guru sebagai qudwah hasanah (teladan yang baik) sudah mampu menginternalisasi ketenangan dan kediaman di masjid, maka energi positif ini akan memancar ke dalam kelas dan membentuk karakter siswa,” ujar Bapak/Ibu [Nama Kepala Sekolah atau Ketua Yayasan] dalam sambutan pembuka.
Intensif Memperbaiki Bacaan dan Tadabbur
Kegiatan ini berfokus pada tiga aspek utama: Tahsin (memperbaiki kualitas bacaan), Tahfizh (menghafal bagi yang memiliki target), dan Tadabbur (merenungkan dan memahami makna ayat). Para ustadz yang memimpin sesi terlihat memberikan bimbingan personal (talaqqi) kepada guru-guru untuk memastikan setiap huruf dan hukum tajwid terbaca dengan benar.
Sesi tadabbur menjadi momen yang paling berkesan. Para guru diajak menggali nilai-nilai pendidikan dari surah-surah pilihan yang relevan dengan tugas mereka sebagai pendidik. Diskusi-diskusi aktif tentang bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai Qur’ani, seperti sabar, keikhlasan, dan kasih sayang, dalam interaksi harian dengan siswa dan rekan kerja, mewarnai sesi ini.
Guru Hebat, Generasi Qur’ani Terwujud
Kepala Sekolah SD IT Ihsanul Fikri, Bapak/Ibu [Nama Kepala Sekolah], menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah investasi jangka panjang. “Kualitas pendidikan Islam sangat bergantung pada kualitas spiritual gurunya. Kami percaya, guru yang hatinya selalu terpaut pada Al-Qur’an akan mampu menumbuhkan benih-benih kebaikan di hati siswa,” jelas beliau.
Dengan adanya Mukhyam Qur’an ini, diharapkan para guru SD IT Ihsanul Fikri tidak hanya kembali dengan semangat mengajar yang baru, tetapi juga dengan pemahaman Al-Qur’an yang lebih dalam, siap menjadi murabbi (pendidik) sejati yang berlandaskan nilai-nilai Illahi. Kegiatan ini menegaskan komitmen sekolah untuk mencetak Guru Qur’ani, yang pada akhirnya akan melahirkan Generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia.
Batik merupakan warisan budaya dunia takbenda yang berasal dari Indonesia dan diakui oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Penetapan Hari Batik Nasional bertujuan meningkatkan kesadaran dan kebanggaan terhadap batik, mendorong perlindungan dan pengembangan tradisi batik agar terus lestari di masa mendatang. Bangga mengenakan dan melestarikan batik sebagai bentuk cinta dan apresiasi terhadap kebudayaan Indonesia. Yuuk pakai batik.
Mari Bergabung Bersama Keluarga Besar Ihsanul Fikri Dalam SPMB 2026/2027
🎇🎇🎇 Narahubung Titah Ayomi 082299211997
Gali Potensi Raih Prestasi Bersama Ihsanul Fikri https://www.instagram.com/p/DPSWpC1k3N-/?igsh=MWFsOWdrN3NueHU4ZQ==
“Bersama kita kuat, bersama kita hebat. Guru-guru SDIT Ihsanul Fikri bergandeng tangan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah tercinta.” 💪✨
🧹 “Kerja bakti bukan sekadar membersihkan, tapi juga menanamkan keteladanan. Dari guru untuk murid, dari hati untuk lingkungan. 🍃
🤲 “Lingkungan bersih, hati pun bening. Alhamdulillah, guru-guru SDIT Ihsan Fikri kompak dalam kerja bakti demi sekolah yang nyaman dan penuh keberkahan.BersihItuSehat
SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kegiatan Supervisi Metode Ummi pada hari, 12-13 September 2025. Kegiatan Semester ini merupakan bagian integral dari komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang unggul dalam karakter dan mahir dalam membaca Al-Qur’an secara tartil (benar dan indah).
Supervisi Metode Ummi, yang dikenal dengan pendekatannya yang lugas, mudah, dan menyenangkan, bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh guru Al-Qur’an di SDIT Ihsanul Fikri mengajar sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan oleh Ummi Foundation.
Menjaga Standar Mutu dan Kualitas Bacaan Kepala SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan bahwa supervisi ini sangat penting, bukan hanya sebagai evaluasi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kompetensi guru.
“Metode Ummi memiliki 10 Pilar Sistem Mutu yang harus dijaga. Dalam supervisi nanti, tim penguji dari Ummi Foundation akan melihat secara langsung proses belajar mengajar di kelas, mulai dari kesiapan guru, ketepatan penerapan tahapan (klasikal, individual, private), hingga kemampuan siswa membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penguasaan tajwid dasar,” jelasnya.
Fokus utama supervisi akan meliputi:
Kesesuaian Metodologi: Memastikan guru menerapkan tahapan, nada, dan peragaan yang menjadi ciri khas Metode Ummi.
Kualitas Bacaan Siswa: Menguji kemampuan siswa dalam membaca jilid dan Al-Qur’an secara lancar dan benar.
Penguasaan Materi Guru: Melakukan tashih (koreksi) dan tahsin (perbaikan) bacaan para guru pengampu Al-Qur’an.
Komitmen SDIT Ihsanul Fikri sebagai Sekolah Unggul Al-Qur’an SDIT Ihsanul Fikri telah lama dikenal sebagai sekolah yang fokus pada pembentukan karakter Al-Qur’an. Penerapan Metode Ummi diyakini menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membimbing siswa menguasai Al-Qur’an sejak usia dini.
Dengan adanya supervisi rutin ini, diharapkan SDIT Ihsanul Fikri dapat terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kemampuan membaca Al-Qur’an yang berkualitas tinggi, sejalan dengan visi sekolah sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an”.
Persiapan telah dilakukan secara matang, baik dari sisi guru maupun siswa, untuk menyambut kegiatan supervisi pada 23 September 2025 mendatang, demi memastikan bahwa proses pembelajaran Al-Qur’an di sekolah ini berada di level terbaik.