Berita

Api Semangat Pahlawan di Lapangan Utama SDIT Ihsanul Fikri Magelang

MAGELANG, 10 November 2025 – Seluruh komponen bangsa memperingati Hari Pahlawan dengan khidmat, tidak terkecuali Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang. Sekolah tersebut menggelar upacara bendera khusus di lapangan utama sekolah untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.

Upacara kali ini melibatkan partisipasi aktif dari peserta didik kelas 2, 4, dan 6, serta seluruh dewan guru dan staf kependidikan, menciptakan suasana khidmat dan sarat makna patriotisme.

Meneladani Keberanian dan Keteguhan Hati
Nuansa upacara diperkuat dengan amanat yang disampaikan oleh pembina upacara, Ustadzah Ulfah Miftahiyati, yang merupakan guru Al-Qur’an di SDIT Ihsanul Fikri. Dalam amanatnya, Ustadzah Ulfah mengajak seluruh hadirin, khususnya para siswa, untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan.

Mengambil semangat dari tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Ustadzah Ulfah menekankan bahwa keberanian dan keteguhan hati para pahlawan dalam menghadapi penjajahan adalah cerminan dari iman yang kuat.

“Pahlawan kita dulu berjuang dengan gigih, tidak gentar menghadapi musuh demi tegaknya bangsa ini. Ini adalah pelajaran terbesar bagi kita semua,” ujar Ustadzah Ulfah. “Bagi ananda sekalian, semangat kepahlawanan hari ini adalah semangat belajar keras, jujur, disiplin, dan berakhlak mulia. Itu adalah cara kita melanjutkan perjuangan mereka.”

Nilai Qur’ani dalam Semangat Nasionalisme
Sebagai guru Al-Qur’an, Ustadzah Ulfah juga mengaitkan nilai-nilai kepahlawanan dengan ajaran Islam. Beliau menekankan bahwa perjuangan para pahlawan merupakan bentuk jihad (bersungguh-sungguh) di jalan kebaikan dan membela keadilan, sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Partisipasi siswa dari jenjang kelas 2, 4, dan 6 dalam upacara ini bertujuan untuk memastikan penanaman nilai nasionalisme berlangsung secara berkesinambungan dan sesuai dengan tingkat pemahaman usia anak. Siswa-siswa kecil diajak memahami arti bendera dan lagu kebangsaan, sementara siswa jenjang atas diajak merenungkan peran mereka sebagai penerus cita-cita bangsa.

Komitmen Melanjutkan Perjuangan
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan merupakan kegiatan wajib tahunan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran sejarah dan rasa cinta tanah air.

“Kami ingin setiap siswa memahami bahwa kemerdekaan ini diraih dengan darah dan air mata. Dengan meneladani para pahlawan, kami berharap anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas, rasa syukur, dan kesediaan untuk berkorban bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas beliau.

Upacara diakhiri dengan doa bersama, memohon agar jasa para pahlawan diterima di sisi Allah SWT dan agar generasi penerus diberikan kekuatan untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya dan kebaikan.

Berita

Lestarikan Budaya Bangsa: Siswa SDIT Ihsanul Fikri Magelang Beraksi sebagai Dalang Cilik di Hari Wayang Nasional


MAGELANG – Peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 November disambut meriah di Kota Magelang. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada bakat luar biasa seorang siswa dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang, Abhivandya Yadavendra Adhi, yang tampil memukau sebagai dalang cilik dalam festival wayang yang berlokasi di Borobudur, Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Sanggar Kinnara Kinnari.

Penampilan Abhivandya Yadavendra Adhi menjadi sorotan, tidak hanya karena usianya yang masih belia, tetapi juga karena ia datang dari lingkungan sekolah berbasis Islam Terpadu yang aktif menanamkan kecintaan pada budaya lokal.

Wayang: Media Pendidikan Karakter
Tampil dengan busana tradisional Jawa lengkap, Abhivandya Yadavendra Adhi, dengan fasih dan penuh penghayatan. Ia berhasil menghidupkan karakter-karakter wayang kulit di balik kelir, diiringi tabuhan gamelan yang syahdu.

“Wayang itu seru. Selain ceritanya bagus, kita juga bisa belajar banyak tentang kebaikan, kejujuran, dan kepemimpinan dari tokoh-tokohnya,” ujar Abhivandya Yadavendra Adhi dengan mata berbinar seusai pementasan.

Komitmen Sekolah Melestarikan Budaya
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan kebanggaan sekolah terhadap prestasi Abhivandya Yadavendra Adhi. Beliau menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, termasuk dalam seni tradisional seperti pedalangan.

“Di SDIT Ihsanul Fikri, kami tidak hanya fokus pada ilmu agama dan umum, tetapi juga melestarikan kekayaan budaya bangsa sebagai warisan luhur. Kami percaya bahwa nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni Wayang dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter siswa,” jelas Ibu Siwi Widiyastuti.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya serta pendampingan intensif bagi siswa-siswa berbakat.

Membangun Generasi Cinta Tanah Air
Festival Wayang Nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda di Magelang untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya yang telah diakui UNESCO ini.

Aksi Abhivandya Yadavendra Adhi dari SDIT Ihsanul Fikri menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya Wayang tidak hanya hidup di kalangan dewasa, tetapi juga telah bersemi di hati anak-anak Islam Terpadu, yang siap menjadi penerus penjaga budaya bangsa menuju Indonesia Emas.

Berita

Selamat dan Sukses! Aris Purwanta, S.St.Pi. Resmi Pimpin PINSAKONAS Periode 2025-2029


Magelang, – Dunia kepramukaan Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) menyambut kabar gembira. Aris Purwanta, S.St.Pi., sosok yang dikenal berdedikasi dalam pendidikan, resmi terpilih dan mengemban amanah sebagai Ketua Pusat Informasi SAKO Pramuka SIT Nasional (PINSAKONAS) untuk periode bakti 2025 hingga 2029.

Kabar ini disambut hangat, termasuk oleh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang turut memberikan ucapan selamat dan sukses melalui media sosial resmi mereka.

Peran Penting PINSAKONAS dalam Gerakan Pramuka SIT
PINSAKONAS merupakan badan penting yang berperan sebagai pusat informasi, koordinasi, dan pengembangan gerakan Pramuka di lingkungan jaringan Sekolah Islam Terpadu seluruh Indonesia. Kepemimpinan Aris Purwanta diharapkan mampu membawa SAKO Pramuka SIT semakin maju dan berkontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Terpilihnya Bapak Aris Purwanta adalah kebanggaan bagi kami dan merupakan pengakuan atas dedikasi beliau selama ini. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, SAKO Pramuka SIT dapat semakin solid, inovatif, dan mampu menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang berlandaskan Islam,” ujar Bu Rida R. R. Kabid Humas dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang.

Harapan untuk Masa Bakti 2025-2029
Dalam ucapan selamat yang diunggah, SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan doa dan harapan: “Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa SAKO Pramuka SIT makin berkontribusi dalam membangun kejayaan Indonesia.”

Harapan ini sejalan dengan tujuan utama Gerakan Pramuka, yaitu mendidik kader bangsa yang memiliki jiwa kepemimpinan, berkarakter, dan siap berbakti kepada negara. SAKO Pramuka SIT memiliki misi tambahan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan nilai-nilai keislaman, mencetak Pramuka Garuda yang berakhlak mulia.

Di bawah kepemimpinan baru ini, komunitas Pramuka SIT menantikan program-program unggulan yang dapat meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan, mulai dari tingkat Siaga (SD) hingga Penegak (SMA), serta memperkuat sinergi antar-gugus depan di seluruh Indonesia.

Selamat bertugas kepada Aris Purwanta, S.St.Pi. Semoga amanah ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara melalui Gerakan Pramuka SIT.

Berita

iapkan Generasi Unggul, Guru SDIT Ihsanul Fikri Dibekali Pelatihan AI oleh Dr. Mampuono

Magelang, 01 November 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan zaman dan modernisasi pendidikan, SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menggelar pelatihan intensif Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung di aula utama sekolah ini menghadirkan pakar teknologi pendidikan ternama, Dr. Mampuono.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidik, khususnya dalam mengintegrasikan perangkat AI untuk menunjang proses belajar mengajar (KBM) yang lebih efektif, kreatif, dan efisien.

AI: Asisten Cerdas Guru Masa Depan
Dr. Mampuono, yang dikenal luas sebagai inovator pendidikan dan penggagas berbagai gerakan literasi digital, tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman atau pengganti peran guru, melainkan sebagai “asisten cerdas” atau “kopilot” yang dapat mempermudah tugas-tugas pendidik.

“Di era disrupsi ini, guru tidak boleh gagap teknologi. AI hadir untuk membantu kita,” ujar Dr. Mampuono. “AI bisa membantu guru mencari ide, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam hitungan menit, menyusun soal evaluasi, hingga mendesain media ajar yang menarik. Waktu guru yang berharga bisa lebih difokuskan untuk mendidik karakter dan memberi sentuhan manusiawi pada siswa.”

Ia juga mendemonstrasikan berbagai pemanfaatan praktis platform AI generatif yang relevan bagi guru SD, seperti membuat cerita bergambar, kuis interaktif, dan menganalisis kebutuhan belajar siswa.

Misi SDIT Ihsanul Fikri: Melek Teknologi Berbasis Akhlak
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai inti keislaman.

“Visi kami di Ihsanul Fikri adalah mencetak generasi Rabbani yang saleh, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Siap menghadapi masa depan berarti harus melek teknologi,” tutur Bu Siwi Widiyastuti.

Menurutnya, penting bagi SDIT untuk berada di garis depan dalam adopsi teknologi. “Kami ingin guru-guru kami tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga pandai memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan bimbingan Dr. Mampuono, kami yakin guru-guru kami dapat mengintegrasikan AI dengan tetap mengedepankan adab dan akhlak Islami dalam penerapannya,” tambahnya.

Antusiasme Guru dan Dampak Jangka Panjang
Pelatihan berlangsung interaktif. Para guru tampak antusias mencoba langsung berbagai tools AI yang diperkenalkan, dipandu langsung oleh Dr. Mampuono dan tim. Sesi tanya jawab pun diwarnai dengan diskusi seputar tantangan dan etika penggunaan AI di lingkungan sekolah dasar.

Diharapkan, pasca-pelatihan ini, para guru SDIT Ihsanul Fikri dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas masing-masing.

“Ilmunya sangat aplikatif. Saya baru tahu ternyata membuat media pembelajaran bisa secepat dan sekreatif ini menggunakan AI. Ini akan sangat membantu kami,” ujar salah seorang peserta pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, SDIT Ihsanul Fikri menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang siap mencetak lulusan berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Berita

Semarak Sumpah Pemuda: SDIT Ihsanul Fikri Tanamkan Nilai Persatuan Sejak Dini Magelang

28 Oktober 2025 – Semangat nasionalisme dan persatuan membara di SDIT Ihsanul Fikri saat seluruh warga sekolah menggelar upacara bendera yang khidmat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan staf kependidikan dengan penuh antusiasme.Upacara Khidmat dan Berwarna Kebangsaan.
Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga sarat makna edukatif. Bertindak sebagai pembina upacara, [Nama Pembina Upacara/Kepala Sekolah] menyampaikan amanat yang mengingatkan kembali seluruh peserta akan sejarah heroik para pemuda di tahun 1928.

“Sumpah Pemuda adalah ikrar suci yang melampaui batas suku, agama, dan daerah. Ini adalah bukti bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa kita,” ujar Pembina upacara dalam amanatnya.

Menumbuhkan Karakter Pemimpin Masa Depan
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi, menjelaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda di lingkungan sekolah terpadu merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami sekaligus nasionalis.

“Melalui momen ini, kami ingin menanamkan jiwa kepemimpinan, integritas, dan semangat rela berkorban seperti yang dicontohkan oleh para pemuda pendahulu,” jelasnya. “Anak-anak SDIT adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Mereka harus dibekali tidak hanya ilmu agama dan umum, tetapi juga cinta yang mendalam terhadap tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia.”

Semangat Persatuan untuk Indonesia Emas
Peringatan Sumpah Pemuda di SDIT Ihsanul Fikri ini ditutup dengan harapan besar. Seluruh civitas akademika berkomitmen untuk terus menjadikan sekolah sebagai ladang penyemaian nilai-nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.

Diharapkan, semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, akan terus hidup dalam sanubari setiap siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri, mendorong mereka untuk belajar keras, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan positif yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Berita

🎉 SDIT Ihsanul Fikri Sukses Gelar SPMB, Jaring Calon Peserta Didik Unggul Tahun Ajaran 2026/2027


Magelang, 25 Oktober 2025 – Suasana penuh antusias dan harapan menyelimuti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang hari ini, Sabtu (25/10/2025). Sekolah yang berlokasi di Jl. Jeruk Timur V Sanden ini menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk menjaring calon peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Meskipun istilah SPMB sering digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi, namun di lingkungan Yayasan Ihsanul Fikri, istilah ini juga lazim digunakan untuk menamakan proses seleksi calon siswa baru, Pelaksanaan seleksi di SDIT Ihsanul Fikri ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan potensi calon siswa yang akan bergabung.

📝 Beragam Tahapan Seleksi Diterapkan

Kegiatan SPMB ini berlangsung sejak pagi hari, melibatkan puluhan calon siswa beserta orang tua/wali mereka. Berbagai tahapan seleksi dirancang untuk mengukur potensi akademik dan non-akademik calon peserta didik.

  • Tes Akademik: Meliputi dasar-dasar pengetahuan umum dan kemampuan berhitung.
  • Tes B Al-Qur’an metode Ummi: Untuk mengukur kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, yang menjadi salah satu fokus pendidikan di sekolah Islam Terpadu.
  • Observasi dan Wawancara: Tim penguji melakukan observasi perilaku dan wawancara singkat dengan calon siswa untuk melihat kematangan emosi, sosial, dan motivasi belajar.
  • Wawancara Orang Tua: Tahapan penting ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak, serta memastikan dukungan penuh terhadap program-program sekolah.

Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi Widiyastuti, S.Pd.Si., menyampaikan bahwa kegiatan SPMB berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama seluruh panitia dan partisipasi aktif dari para orang tua. “Kami berharap, melalui proses seleksi yang ketat ini, kami bisa mendapatkan mutiara-mutiara baru yang siap dibina menjadi generasi unggul, yang memiliki akidah yang bersih (salimul aqidah) dan wawasan yang luas (musaqafatul fikr) sesuai dengan visi kami,” ujarnya.

🌟 Tingginya Animo Masyarakat

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan besar masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh SDIT Ihsanul Fikri, yang dikenal dengan program fullday school dan penekanan pada pendidikan karakter Islami.

Pengumuman hasil seleksi direncanakan akan disampaikan pada pekan berikutnya. Bagi calon peserta didik yang dinyatakan lolos, diharapkan segera melakukan proses daftar ulang untuk mengamankan kursi di tahun ajaran 2026/2027.


Simak keseruan kegiatan siswa SDIT Ihsanul Fikri lainnya dalam Study Tour SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang 2025. Video ini menunjukkan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut pada tahun yang sama, memberikan gambaran tentang atmosfer belajar yang menyenangkan.
http://googleusercontent.com/youtube_content/0

Berita

Semangat Wakaf – JSIT Jawa Tengah Membara – Dana Pembangunan Kantor – Tembus Rp300 Juta

MAGELANG – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah semakin kokoh melangkah menuju kemandirian. Hingga hari Rabu, 22 Oktober 2025, gerakan pengumpulan wakaf untuk pembangunan Kantor Kesekretariatan JSIT Jawa Tengah telah mencapai angka impresif: Rp300.113.000,00 (Tiga ratus juta seratus tiga belas ribu rupiah).

Pencapaian ini menandai momentum penting dalam upaya mewujudkan impian JSIT Jateng memiliki kantor permanen di tahun 2025, yang akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi bagi seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah.

Aksi Jariyah Menuju 3 Miliar

Pengumuman hasil penghimpunan wakaf ini disampaikan secara terbuka melalui kanal-kanal resmi JSIT Jawa Tengah, lengkap dengan detail data masuk. Angka Rp300 juta ini merupakan buah dari partisipasi berbagai pihak—mulai dari guru, kepala sekolah, yayasan, hingga wali murid—yang meyakini bahwa berwakaf untuk pendidikan adalah investasi amal jariyah.

JSIT Jawa Tengah menyampaikan apresiasi tertinggi. Dana telah mencapai ratusan juta, gerakan ini tidak berhenti. JSIT Jawa Tengah tetap optimis dan mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi, mengingat target pembangunan yang dicanangkan cukup besar. “Yuk, bangun bersama Kantor JSIT dengan berwakaf! Semangat menuju 3 M (Miliar),”

Peran Penting Kantor Sekretariat

Memiliki kantor kesekretariatan yang mandiri menjadi kunci bagi JSIT Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas program pembinaan dan pengembangan sekolah Islam. Kantor ini diharapkan dapat menjadi pusat:

  1. Pengembangan SDM: Pelatihan dan diklat bagi guru dan tenaga kependidikan.
  2. Sinergi Program: Koordinasi efektif antara JSIT Pusat, Wilayah, dan Daerah.
  3. Layanan Anggota: Pemberian layanan administratif dan konsultasi bagi SIT di Jawa Tengah.

Dukungan finansial melalui wakaf ini tidak hanya membangun gedung fisik, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi kemajuan pendidikan Islam terpadu di Indonesia.

Informasi Wakaf:

Bagi masyarakat yang tergerak untuk menjadi bagian dari amal jariyah ini, wakaf dapat disalurkan melalui:

  • Bank: BSI (Bank Syariah Indonesia)
  • No. Rekening: 2344444407
  • A.n.: Wakaf Gedung JSIT Jateng
  • Konfirmasi: WA 0856-2838-864 (Dewi)

Berita

Semarak Hari Santri – Di Lingkungan Pendidikan: SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang – Kenang Perjuangan Ulama


Magelang, 22 Oktober 2025 – SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Meskipun umumnya Hari Santri lebih kental dengan lingkungan pesantren, sekolah-sekolah berbasis Islam terpadu seperti SDIT Ihsanul Fikri menganggap momen ini penting sebagai sarana edukasi sejarah dan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada siswa sejak usia dini.

Peringatan Hari Santri ditetapkan untuk mengenang peran historis para ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui resolusi jihad yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Apel Peringatan: Menjaga Semangat Juang
Di lingkungan pendidikan Ihsanul Fikri, peringatan Hari Santri umumnya diisi dengan berbagai kegiatan yang relevan, salah satunya adalah Apel Peringatan. Apel ini bertujuan untuk:

Mengenalkan Sejarah: Siswa diperkenalkan dengan sejarah Hari Santri, peran sentral ulama dalam melawan penjajah, dan makna dari Resolusi Jihad.

Penanaman Karakter: Menguatkan nilai-nilai kepesantrenan seperti kedisiplinan, kemandirian, dan ketaatan kepada agama dan negara, yang sejalan dengan visi sekolah.

Wujud Kebangsaan: Menekankan bahwa santri adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia yang harus terus menyambung juang para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan.

Petugas apel, yang kemungkinan besar adalah para siswa dan guru, mengenakan atribut yang mencerminkan nuansa santri, seperti sarung atau pakaian khas daerah. Suasana apel diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air.

Mengimplementasikan Nilai Santri di Sekolah
Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Siwi Widiyastuti,S.Pd.,S.i menekankan bahwa nilai-nilai santri—seperti akhlakul karimah (akhlak mulia), semangat menuntut ilmu, dan cinta tanah air—selalu menjadi fokus dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

“Peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa generasi muda kita, termasuk para siswa SDIT Ihsanul Fikri, adalah penerus perjuangan yang harus konsisten meningkatkan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani, Disiplin, dan Berprestasi.

Peringatan Hari Santri di SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menjadi momentum penting untuk menanamkan pemahaman bahwa meski berada di jenjang Sekolah Dasar, semangat keilmuan dan perjuangan santri harus senantiasa diwarisi.

Berita

Jawa Tengah Menggema: JSIT Jateng Galang Dana & Massa – “Munashoroh for Palestina”

JSIT Indonesia – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam isu kemanusiaan global dengan menginisiasi program bertajuk “Munashoroh for Palestina.” Program ini merupakan seruan solidaritas serentak yang melibatkan seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di wilayah Jawa Tengah, dengan fokus pada penggalangan dana dan dukungan moral.

Berdasarkan poster dan foto kegiatan yang beredar, seruan utama dari JSIT Jateng adalah “Seruan serentak infaq Jumat untuk Palestina” bagi seluruh SIT se-Jateng. Dana yang berhasil terkumpul dari aksi infaq massal ini direncanakan akan disalurkan melalui Aksi Indonesia Lawan Genosida di Monas, Jakarta, pada Ahad, 12 Oktober 2025.

Donasi dan Aksi Akbar di Monas
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan penanaman nilai kepedulian sosial kepada para siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah.

Fokus penggalangan dana:

Target Penyaluran: Dana yang terhimpun akan didistribusikan melalui aksi di Monas, yang merupakan upaya kolektif berbagai elemen masyarakat Indonesia untuk menyuarakan protes keras terhadap genosida di Gaza.

Media Donasi: Komunitas sekolah diajak berpartisipasi dengan menyalurkan infaq melalui nomor rekening BSI 2344444431 atas nama Dewi, yang tertera jelas pada seruan tersebut.

Semangat Solidaritas Melawan Genosida
Foto yang mendampingi seruan ini memperlihatkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta, yang diperkirakan adalah siswa dan guru dari salah satu Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah. Mereka tampak berbaris rapi di lapangan terbuka, membawa berbagai atribut dukungan, termasuk bendera Palestina dan bendera Merah Putih, melambangkan dukungan penuh rakyat Indonesia terhadap Palestina.

Pesan kunci yang ditekankan dalam aksi ini adalah keprihatinan mendalam atas tragedi yang berlangsung: “2 TAHUN GENOSIDA MARI TERUS BANTU PALESTINA.” Slogan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan solidaritas tanpa henti dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

JSIT Jateng berharap, melalui gerakan ini, kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan penolakan terhadap penjajahan dapat tertanam kuat di hati para pelajar Indonesia.

#SekolahIslamTerbaik

Berita

SDIT Ihsanul Fikri – Kunjungan Edukatif Jenjang 4 – Yuk Buat Gerabah!

BOROBUDUR, 10 Oktober 2025 – Sebanyak puluhan siswa SD IT Ihsanul Fikri dari jenjang 4 (kelas 4) Kota Magelang melakukan kunjungan edukatif yang penuh wawasan ke Desa Klipoh, Borobudur. Desa ini dikenal luas sebagai sentra kerajinan gerabah tradisional yang kaya akan sejarah.

Kunjungan pada hari ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) kepada siswa, khususnya dalam memahami proses pembuatan gerabah, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan apresiasi terhadap kerajinan tangan.

Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni
Setibanya di Desa Klipoh, para siswa disambut oleh para perajin gerabah yang telah secara turun-temurun menekuni profesi ini, bahkan konon tradisi ini sudah ada sebelum Candi Borobudur dibangun. Mereka diajak langsung untuk melihat tahapan demi tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pengolahan bahan baku tanah liat hingga proses pembakaran.

Kegiatan inti yang paling menarik perhatian siswa adalah sesi praktik langsung membuat gerabah. Di bawah bimbingan perajin, tangan-tangan mungil siswa-siswi Jenjang 4 ini tampak sibuk mencoba membentuk tanah liat di atas meja putar. Gelak tawa dan ekspresi serius bercampur saat mereka berusaha menciptakan bentuk sederhana seperti mangkuk atau vas mini.

Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkesan
Kepala Sekolah SD IT Ihsanul Fikri, melalui salah satu guru pendamping, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami dan melihat langsung bagaimana sebuah produk budaya tercipta. Di sini, mereka belajar tentang kearifan lokal, keterampilan tangan, dan ketekunan para perajin,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang alat yang digunakan, jenis tanah liat, dan bahkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu buah gerabah. “Seru banget! Ternyata bikin gerabah itu susah, tapi menyenangkan. Tangan saya jadi kotor, tapi saya senang bisa bikin mangkuk sendiri,” kata salah satu siswa dengan wajah ceria.

Menumbuhkan Apresiasi Budaya
Kunjungan edukatif ke sentra gerabah Klipoh ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya. Para siswa diingatkan bahwa kerajinan gerabah adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga keberadaannya.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, siswa-siswi SD IT Ihsanul Fikri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kekayaan budaya dan produk lokal Indonesia. Sebelum kembali, rombongan sekolah juga turut membeli beberapa hasil karya gerabah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian lokal Desa Klipoh. 🏺🇮🇩