Berita

iapkan Generasi Unggul, Guru SDIT Ihsanul Fikri Dibekali Pelatihan AI oleh Dr. Mampuono

Magelang, 01 November 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan zaman dan modernisasi pendidikan, SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menggelar pelatihan intensif Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung di aula utama sekolah ini menghadirkan pakar teknologi pendidikan ternama, Dr. Mampuono.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidik, khususnya dalam mengintegrasikan perangkat AI untuk menunjang proses belajar mengajar (KBM) yang lebih efektif, kreatif, dan efisien.

AI: Asisten Cerdas Guru Masa Depan
Dr. Mampuono, yang dikenal luas sebagai inovator pendidikan dan penggagas berbagai gerakan literasi digital, tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman atau pengganti peran guru, melainkan sebagai “asisten cerdas” atau “kopilot” yang dapat mempermudah tugas-tugas pendidik.

“Di era disrupsi ini, guru tidak boleh gagap teknologi. AI hadir untuk membantu kita,” ujar Dr. Mampuono. “AI bisa membantu guru mencari ide, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam hitungan menit, menyusun soal evaluasi, hingga mendesain media ajar yang menarik. Waktu guru yang berharga bisa lebih difokuskan untuk mendidik karakter dan memberi sentuhan manusiawi pada siswa.”

Ia juga mendemonstrasikan berbagai pemanfaatan praktis platform AI generatif yang relevan bagi guru SD, seperti membuat cerita bergambar, kuis interaktif, dan menganalisis kebutuhan belajar siswa.

Misi SDIT Ihsanul Fikri: Melek Teknologi Berbasis Akhlak
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai inti keislaman.

“Visi kami di Ihsanul Fikri adalah mencetak generasi Rabbani yang saleh, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Siap menghadapi masa depan berarti harus melek teknologi,” tutur Bu Siwi Widiyastuti.

Menurutnya, penting bagi SDIT untuk berada di garis depan dalam adopsi teknologi. “Kami ingin guru-guru kami tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga pandai memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan bimbingan Dr. Mampuono, kami yakin guru-guru kami dapat mengintegrasikan AI dengan tetap mengedepankan adab dan akhlak Islami dalam penerapannya,” tambahnya.

Antusiasme Guru dan Dampak Jangka Panjang
Pelatihan berlangsung interaktif. Para guru tampak antusias mencoba langsung berbagai tools AI yang diperkenalkan, dipandu langsung oleh Dr. Mampuono dan tim. Sesi tanya jawab pun diwarnai dengan diskusi seputar tantangan dan etika penggunaan AI di lingkungan sekolah dasar.

Diharapkan, pasca-pelatihan ini, para guru SDIT Ihsanul Fikri dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas masing-masing.

“Ilmunya sangat aplikatif. Saya baru tahu ternyata membuat media pembelajaran bisa secepat dan sekreatif ini menggunakan AI. Ini akan sangat membantu kami,” ujar salah seorang peserta pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, SDIT Ihsanul Fikri menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang siap mencetak lulusan berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *