MAGELANG – Peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 November disambut meriah di Kota Magelang. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada bakat luar biasa seorang siswa dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang, Abhivandya Yadavendra Adhi, yang tampil memukau sebagai dalang cilik dalam festival wayang yang berlokasi di Borobudur, Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Sanggar Kinnara Kinnari.

Penampilan Abhivandya Yadavendra Adhi menjadi sorotan, tidak hanya karena usianya yang masih belia, tetapi juga karena ia datang dari lingkungan sekolah berbasis Islam Terpadu yang aktif menanamkan kecintaan pada budaya lokal.
Wayang: Media Pendidikan Karakter
Tampil dengan busana tradisional Jawa lengkap, Abhivandya Yadavendra Adhi, dengan fasih dan penuh penghayatan. Ia berhasil menghidupkan karakter-karakter wayang kulit di balik kelir, diiringi tabuhan gamelan yang syahdu.
“Wayang itu seru. Selain ceritanya bagus, kita juga bisa belajar banyak tentang kebaikan, kejujuran, dan kepemimpinan dari tokoh-tokohnya,” ujar Abhivandya Yadavendra Adhi dengan mata berbinar seusai pementasan.
Komitmen Sekolah Melestarikan Budaya
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan kebanggaan sekolah terhadap prestasi Abhivandya Yadavendra Adhi. Beliau menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, termasuk dalam seni tradisional seperti pedalangan.
“Di SDIT Ihsanul Fikri, kami tidak hanya fokus pada ilmu agama dan umum, tetapi juga melestarikan kekayaan budaya bangsa sebagai warisan luhur. Kami percaya bahwa nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni Wayang dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter siswa,” jelas Ibu Siwi Widiyastuti.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya serta pendampingan intensif bagi siswa-siswa berbakat.
Membangun Generasi Cinta Tanah Air
Festival Wayang Nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda di Magelang untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya yang telah diakui UNESCO ini.
Aksi Abhivandya Yadavendra Adhi dari SDIT Ihsanul Fikri menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya Wayang tidak hanya hidup di kalangan dewasa, tetapi juga telah bersemi di hati anak-anak Islam Terpadu, yang siap menjadi penerus penjaga budaya bangsa menuju Indonesia Emas.