MAGELANG—Siswa-siswi kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kunjungan edukatif yang unik dan inspiratif ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Magelang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan outing class untuk memperkenalkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan sejarah pengelolaan keuangan negara kepada siswa sejak usia dini.

Dipilihnya Museum BPK RI sebagai destinasi menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas wawasan siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
Belajar Sejarah Keuangan Negara dengan Cara Interaktif
Museum BPK RI, yang terletak di Magelang Tengah, merupakan satu-satunya museum BPK di Indonesia dan dikenal sebagai wisata edukasi sejarah yang tidak memungut biaya tiket masuk (gratis). Museum ini menyajikan informasi sejarah BPK RI, yang erat kaitannya dengan sejarah lembaga negara di Indonesia pasca kemerdekaan.
Para siswa kelas 2 diajak berkeliling di berbagai ruangan pameran dengan didampingi pemandu museum yang kompeten. Mereka diajak melihat koleksi bersejarah, termasuk mesin ketik kuno dan dokumen-dokumen penting, yang disajikan dengan instalasi modern dan interaktif.
“Tugas kami adalah menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik dan kontekstual, bahkan bagi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar,” jelas salah satu petugas Museum BPK RI. “Meskipun materi tentang keuangan negara terdengar berat, kami kemas dengan cerita dan visual yang sederhana agar nilai-nilai seperti transparansi dan akuntabilitas bisa mereka pahami sebagai bagian dari akhlak mulia sehari-hari.”
💡 Fokus Edukasi untuk Siswa Kelas 2
Meskipun masih di kelas 2, kunjungan ini difokuskan pada penguatan materi pembelajaran tematik dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), meliputi:
Nilai Kejujuran dan Integritas: Pemandu museum menyampaikan cerita tentang pentingnya mengelola uang dengan jujur, baik itu uang jajan pribadi maupun uang negara. Konsep “mengawasi” dan “bertanggung jawab” diperkenalkan melalui analogi yang mudah dipahami anak-anak.
Mengenal Profesi dan Pahlawan: Siswa dikenalkan pada sosok-sosok yang berperan dalam sejarah BPK RI. Mereka juga melihat koleksi alat kerja kuno yang digunakan para pemeriksa di masa lalu, memberikan gambaran konkret tentang profesi yang sarat akan integritas.
Wawasan Kebangsaan: Melalui narasi sejarah pendirian BPK RI yang sempat berpindah-pindah, siswa mendapatkan pemahaman awal tentang perjuangan bangsa dan pentingnya lembaga negara dalam menjalankan pemerintahan yang baik.
Antusiasme Belajar di Luar Kelas
Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan antusiasme yang tinggi saat melihat peninggalan sejarah dan instalasi interaktif di museum.
“Aku lihat mesin ketik yang besar sekali! Dulu kalau mau laporan harus pakai itu ya, sekarang sudah ada komputer,” ujar Almira, salah satu siswi kelas 2, penuh rasa ingin tahu.
Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang menanamkan bibit integritas sejak dini. Dengan belajar langsung dari sejarah BPK RI, siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap amanah.
Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan museum, membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan nilai-nilai luhur kebangsaan.