Berita

Kepengurusan Gerakan Pramuka Kota Magelang 2025–2030 Resmi Dilantik

SDIT Ihsanul Fikri Sampaikan Selamat dan Komitmen Bersinergi

Magelang — Gerakan Pramuka Kota Magelang menetapkan susunan pimpinan baru untuk masa bakti 2025–2030 melalui upacara pelantikan yang berlangsung pada agenda resmi Kwarcab. Pangkalan SDIT Ihsanul Fikri turut menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar kepengurusan baru ini mampu menghadirkan pembinaan Pramuka yang semakin berkualitas dan inspiratif.

Pada periode ini, susunan pimpinan yang dilantik adalah sebagai berikut:

1. Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

H. Damar Prasetyono

2. Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S

3. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Magelang

Hamzah Kholifi, S.Sos., M.Si

Pelantikan ketiga tokoh tersebut menandai babak baru bagi Gerakan Pramuka di Kota Magelang, terutama dalam memperkuat peran pembinaan karakter bagi peserta didik di berbagai pangkalan, termasuk SDIT Ihsanul Fikri. Dengan pengalaman dan kapasitas masing-masing, mereka diharapkan dapat membawa inovasi dan arah kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan ucapan “Selamat & Sukses” disertai doa “Baarakallahu fiikum” atas amanah yang diterima ketiganya. Sekolah juga menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.


📌 Sidebar: Profil Singkat Pengurus Pramuka Kota Magelang 2025–2030

H. Damar Prasetyono

Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

  • Tokoh pemerintahan yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan daerah.
  • Dikenal tegas, komunikatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan karakter generasi muda.
  • Memiliki visi penguatan arah pembinaan Pramuka agar lebih adaptif dan berdampak luas.

dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S

Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

  • Profesional di bidang kesehatan dengan rekam jejak pengabdian pada pelayanan masyarakat.
  • Membawa perspektif kesehatan dan kesejahteraan dalam mendukung program pembinaan Pramuka.
  • Aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan layanan masyarakat.

Hamzah Kholifi, S.Sos., M.Si

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Magelang

  • Berpengalaman dalam manajemen organisasi dan pembinaan kepemudaan.
  • Dikenal energik, responsif, dan komunikatif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
  • Membawa misi memperkuat program kerja Kwarcab agar lebih inovatif, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan anak muda.

Juara

Siswi SDIT Ihsanul Fikri Raih Juara Dua Lomba Mewarnai Tingkat SD se-Kedu

SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi gemilang. Seorang siswi kelas IIB berhasil meraih Juara Dua kategori mewarnai tingkat SD se-Kedu dalam ajang Lomba Pameran Karikatur Suara Merdeka 2025. Prestasi ini menambah deretan capaian siswa-siswi sekolah dalam bidang seni dan kreativitas.

Dalam poster resmi sekolah, tercantum nama Fatihah Qirani Tazkiya sebagai penerima penghargaan. Poster tersebut menampilkan siswi kelas IIB yang tampak memegang piala sebagai simbol keberhasilan. Ekspresinya mencerminkan rasa bangga dan bahagia atas usaha yang telah ia lakukan.

Lomba mewarnai tingkat SD se-Kedu tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pameran Karikatur Suara Merdeka 2025, yang bertujuan menumbuhkan kreativitas serta kemampuan seni rupa pada peserta didik sejak dini. Kompetisi ini diikuti oleh para siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kedu, sehingga capaian juara menjadi kebanggaan tersendiri bagi SDIT Ihsanul Fikri.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. Dukungan guru dan orang tua menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam memupuk bakat dan minat siswa. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dalam bidang akademik maupun non-akademik.

SDIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas siswa sekaligus menguatkan karakter Qur’ani dalam setiap kegiatan pendidikan. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi pencapaian berikutnya.

Berita

Api Semangat Pahlawan di Lapangan Utama SDIT Ihsanul Fikri Magelang

MAGELANG, 10 November 2025 – Seluruh komponen bangsa memperingati Hari Pahlawan dengan khidmat, tidak terkecuali Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang. Sekolah tersebut menggelar upacara bendera khusus di lapangan utama sekolah untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.

Upacara kali ini melibatkan partisipasi aktif dari peserta didik kelas 2, 4, dan 6, serta seluruh dewan guru dan staf kependidikan, menciptakan suasana khidmat dan sarat makna patriotisme.

Meneladani Keberanian dan Keteguhan Hati
Nuansa upacara diperkuat dengan amanat yang disampaikan oleh pembina upacara, Ustadzah Ulfah Miftahiyati, yang merupakan guru Al-Qur’an di SDIT Ihsanul Fikri. Dalam amanatnya, Ustadzah Ulfah mengajak seluruh hadirin, khususnya para siswa, untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan.

Mengambil semangat dari tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Ustadzah Ulfah menekankan bahwa keberanian dan keteguhan hati para pahlawan dalam menghadapi penjajahan adalah cerminan dari iman yang kuat.

“Pahlawan kita dulu berjuang dengan gigih, tidak gentar menghadapi musuh demi tegaknya bangsa ini. Ini adalah pelajaran terbesar bagi kita semua,” ujar Ustadzah Ulfah. “Bagi ananda sekalian, semangat kepahlawanan hari ini adalah semangat belajar keras, jujur, disiplin, dan berakhlak mulia. Itu adalah cara kita melanjutkan perjuangan mereka.”

Nilai Qur’ani dalam Semangat Nasionalisme
Sebagai guru Al-Qur’an, Ustadzah Ulfah juga mengaitkan nilai-nilai kepahlawanan dengan ajaran Islam. Beliau menekankan bahwa perjuangan para pahlawan merupakan bentuk jihad (bersungguh-sungguh) di jalan kebaikan dan membela keadilan, sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Partisipasi siswa dari jenjang kelas 2, 4, dan 6 dalam upacara ini bertujuan untuk memastikan penanaman nilai nasionalisme berlangsung secara berkesinambungan dan sesuai dengan tingkat pemahaman usia anak. Siswa-siswa kecil diajak memahami arti bendera dan lagu kebangsaan, sementara siswa jenjang atas diajak merenungkan peran mereka sebagai penerus cita-cita bangsa.

Komitmen Melanjutkan Perjuangan
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan merupakan kegiatan wajib tahunan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran sejarah dan rasa cinta tanah air.

“Kami ingin setiap siswa memahami bahwa kemerdekaan ini diraih dengan darah dan air mata. Dengan meneladani para pahlawan, kami berharap anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas, rasa syukur, dan kesediaan untuk berkorban bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas beliau.

Upacara diakhiri dengan doa bersama, memohon agar jasa para pahlawan diterima di sisi Allah SWT dan agar generasi penerus diberikan kekuatan untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya dan kebaikan.

Berita

🎉 SDIT Ihsanul Fikri Sukses Gelar SPMB, Jaring Calon Peserta Didik Unggul Tahun Ajaran 2026/2027


Magelang, 25 Oktober 2025 – Suasana penuh antusias dan harapan menyelimuti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang hari ini, Sabtu (25/10/2025). Sekolah yang berlokasi di Jl. Jeruk Timur V Sanden ini menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk menjaring calon peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.

Meskipun istilah SPMB sering digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi, namun di lingkungan Yayasan Ihsanul Fikri, istilah ini juga lazim digunakan untuk menamakan proses seleksi calon siswa baru, Pelaksanaan seleksi di SDIT Ihsanul Fikri ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan potensi calon siswa yang akan bergabung.

📝 Beragam Tahapan Seleksi Diterapkan

Kegiatan SPMB ini berlangsung sejak pagi hari, melibatkan puluhan calon siswa beserta orang tua/wali mereka. Berbagai tahapan seleksi dirancang untuk mengukur potensi akademik dan non-akademik calon peserta didik.

  • Tes Akademik: Meliputi dasar-dasar pengetahuan umum dan kemampuan berhitung.
  • Tes B Al-Qur’an metode Ummi: Untuk mengukur kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, yang menjadi salah satu fokus pendidikan di sekolah Islam Terpadu.
  • Observasi dan Wawancara: Tim penguji melakukan observasi perilaku dan wawancara singkat dengan calon siswa untuk melihat kematangan emosi, sosial, dan motivasi belajar.
  • Wawancara Orang Tua: Tahapan penting ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak, serta memastikan dukungan penuh terhadap program-program sekolah.

Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi Widiyastuti, S.Pd.Si., menyampaikan bahwa kegiatan SPMB berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama seluruh panitia dan partisipasi aktif dari para orang tua. “Kami berharap, melalui proses seleksi yang ketat ini, kami bisa mendapatkan mutiara-mutiara baru yang siap dibina menjadi generasi unggul, yang memiliki akidah yang bersih (salimul aqidah) dan wawasan yang luas (musaqafatul fikr) sesuai dengan visi kami,” ujarnya.

🌟 Tingginya Animo Masyarakat

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan besar masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh SDIT Ihsanul Fikri, yang dikenal dengan program fullday school dan penekanan pada pendidikan karakter Islami.

Pengumuman hasil seleksi direncanakan akan disampaikan pada pekan berikutnya. Bagi calon peserta didik yang dinyatakan lolos, diharapkan segera melakukan proses daftar ulang untuk mengamankan kursi di tahun ajaran 2026/2027.


Simak keseruan kegiatan siswa SDIT Ihsanul Fikri lainnya dalam Study Tour SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang 2025. Video ini menunjukkan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut pada tahun yang sama, memberikan gambaran tentang atmosfer belajar yang menyenangkan.
http://googleusercontent.com/youtube_content/0

Berita

Semarak Hari Santri – Di Lingkungan Pendidikan: SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang – Kenang Perjuangan Ulama


Magelang, 22 Oktober 2025 – SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober. Meskipun umumnya Hari Santri lebih kental dengan lingkungan pesantren, sekolah-sekolah berbasis Islam terpadu seperti SDIT Ihsanul Fikri menganggap momen ini penting sebagai sarana edukasi sejarah dan penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada siswa sejak usia dini.

Peringatan Hari Santri ditetapkan untuk mengenang peran historis para ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya melalui resolusi jihad yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari.

Apel Peringatan: Menjaga Semangat Juang
Di lingkungan pendidikan Ihsanul Fikri, peringatan Hari Santri umumnya diisi dengan berbagai kegiatan yang relevan, salah satunya adalah Apel Peringatan. Apel ini bertujuan untuk:

Mengenalkan Sejarah: Siswa diperkenalkan dengan sejarah Hari Santri, peran sentral ulama dalam melawan penjajah, dan makna dari Resolusi Jihad.

Penanaman Karakter: Menguatkan nilai-nilai kepesantrenan seperti kedisiplinan, kemandirian, dan ketaatan kepada agama dan negara, yang sejalan dengan visi sekolah.

Wujud Kebangsaan: Menekankan bahwa santri adalah bagian tak terpisahkan dari bangsa Indonesia yang harus terus menyambung juang para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan.

Petugas apel, yang kemungkinan besar adalah para siswa dan guru, mengenakan atribut yang mencerminkan nuansa santri, seperti sarung atau pakaian khas daerah. Suasana apel diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan rasa cinta tanah air.

Mengimplementasikan Nilai Santri di Sekolah
Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Siwi Widiyastuti,S.Pd.,S.i menekankan bahwa nilai-nilai santri—seperti akhlakul karimah (akhlak mulia), semangat menuntut ilmu, dan cinta tanah air—selalu menjadi fokus dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

“Peringatan Hari Santri bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa generasi muda kita, termasuk para siswa SDIT Ihsanul Fikri, adalah penerus perjuangan yang harus konsisten meningkatkan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya sekolah dalam mencetak generasi Qur’ani, Disiplin, dan Berprestasi.

Peringatan Hari Santri di SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menjadi momentum penting untuk menanamkan pemahaman bahwa meski berada di jenjang Sekolah Dasar, semangat keilmuan dan perjuangan santri harus senantiasa diwarisi.

Juara

SDIT Ihsanul Fikri – Meraih Juara 1 MAPSI – Kecamatan Magelang Utara


Magelang – Kabar gembira datang dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Salah satu siswinya, Sekar Hayuningtyas N. dari kelas 6B, berhasil menyabet Juara 1 dalam ajang MAPSI (Mata Pelajaran Agama dan Seni Islami). Lomba yang diadakan di tingkat Kecamatan Magelang Utara ini merupakan ajang kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan siswa di bidang seni dan agama Islam.

Sekar Hayuningtyas N. menunjukkan keunggulannya pada cabang lomba Seni Komputer Islami. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi akademik dan non-akademik siswa, khususnya di bidang keislaman.

Pihak sekolah menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Mereka berharap kemenangan ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengukir nama baik sekolah di berbagai ajang kompetisi di masa mendatang.

Informasi lebih lanjut mengenai SDIT Ihsanul Fikri dapat diakses melalui website resmi mereka di sditihsanulfikri.id atau melalui akun media sosial SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang.

Uncategorized

Pendidikan Karakter Islam: Membangun Generasi Unggul – Berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah


Pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur dalam budi pekerti. Dalam konteks Islam, pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada nilai-nilai moral universal, tetapi juga berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Tujuan utamanya adalah melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia (akhlakul karimah), atau karakter yang terpuji, yang mencerminkan sifat-sifat Rasulullah SAW.

Prinsip Dasar Pendidikan Karakter Islam
Pendidikan karakter Islam berlandaskan pada beberapa prinsip utama:

Tauhid (Keesaan Allah): Prinsip ini menanamkan kesadaran bahwa setiap tindakan, pikiran, dan perkataan manusia harus semata-mata karena Allah SWT. Pendidikan karakter dimulai dengan menguatkan iman dan ketaqwaan, yang menjadi sumber segala kebaikan.

Akhlakul Karimah: Ini adalah inti dari pendidikan karakter Islam. Akhlak terpuji yang diajarkan mencakup kejujuran (siddiq), amanah (dapat dipercaya), kedermawanan, kesabaran, dan kasih sayang. Tujuan akhirnya adalah mencontoh akhlak Rasulullah SAW, yang merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Pendidikan karakter Islam mengajarkan keseimbangan antara mengejar kesuksesan di dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat. Individu didorong untuk menjadi produktif dan bermanfaat bagi masyarakat, namun tidak melupakan kewajiban ibadah dan tujuan hidup yang lebih besar.

Peran Lembaga Pendidikan dan Keluarga
Lembaga pendidikan seperti SDIT Ihsanul Fikri, yang terlihat dalam foto, memainkan peran krusial dalam menerapkan pendidikan karakter Islam. Sekolah ini, seperti yang tertulis, bertekad menjadi “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an.” Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan ajaran Al-Qur’an ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari.

Namun, peran keluarga tetap menjadi yang paling fundamental. Lingkungan rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan teladan yang baik, membiasakan anak-anak dengan ibadah (salat, membaca Al-Qur’an), dan menciptakan suasana yang penuh kasih sayang dan nilai-nilai Islam. Keberhasilan seorang anak dalam mencapai prestasi seperti lulus tasmi’ (hafalan) Juz 29, sebagaimana yang terlihat pada foto, tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah dan dukungan penuh dari keluarga.

Tantangan dan Harapan
Menerapkan pendidikan karakter Islam di era modern memiliki tantangannya sendiri, seperti arus informasi yang masif dan godaan dari budaya-budaya yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Namun, dengan komitmen yang kuat dari sekolah, guru, dan terutama orang tua, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kokoh yang berlandaskan iman, taqwa, dan akhlak mulia. Generasi inilah yang akan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa.

Juara

Sekolah Swasta Terbaik di Magelang – Lahirkan Juara Lomba Agama – Nida Tazkiyya dari SDIT Ihsanul Fikri – Juara 2 MAPSI Tingkat Kecamatan

MAGELANG – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri kembali mencatatkan namanya dalam deretan sekolah berprestasi di Kota Magelang. Salah satu siswinya, Nida Tazkiyya dari kelas 5C, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) tingkat Kecamatan Magelang Utara.

Prestasi ini diraih Nida dari cabang lomba Salat dan Wudu, sebuah kategori yang menguji pemahaman teori serta praktik ibadah secara benar dan sempurna. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Nida dan keluarganya, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika SDIT Ihsanul Fikri.

Pencapaian Nida di ajang MAPSI ini menunjukkan komitmen kuat SDIT Ihsanul Fikri dalam mengintegrasikan pendidikan agama dan akademik. Sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al-Qur’an,” SDIT Ihsanul Fikri membuktikan bahwa penanaman nilai-nilai spiritual dan praktik ibadah yang benar menjadi prioritas utama, sejalan dengan visi sekolah untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

Lomba MAPSI merupakan salah satu wadah yang efektif untuk mengukur keberhasilan pendidikan agama di sekolah dasar, sekaligus menjadi ajang untuk menjaring bakat-bakat siswa dalam bidang keislaman. Keberhasilan Nida ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengasah kemampuan diri dan berani berkompetisi.

Selamat kepada Nida Tazkiyya atas prestasinya! Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengukir prestasi di masa yang akan datang.

Juara

Kanaya, Bukti Nyata Keberhasilan – SDIT Ihsanul Fikri – Sebagai Pusat Pendidikan Islam – Berkarakter Al-Qur’an


Magelang – Kabar gembira datang dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Salah satu siswi berprestasinya, Kanaya Sezja Gentari dari kelas 4D, berhasil menyelesaikan program Tasmi Juz 30 dengan lancar. Pencapaian ini menjadi momen kebanggaan bagi sekolah, keluarga, dan tentu saja, Kanaya sendiri.

Tasmi Juz 30 merupakan ujian hafalan Al-Qur’an yang berfokus pada Juz ke-30, atau yang dikenal sebagai Juz ‘Amma. Keberhasilan Kanaya dalam melalui ujian ini menunjukkan dedikasi dan ketekunan yang luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an di usia yang masih muda. Momen kelulusannya diabadikan dalam sebuah foto yang penuh senyum, di mana Kanaya tampak berpose bersama orang tua yang selama ini mendampinginya.

Prestasi ini sejalan dengan visi sekolah, SDIT Ihsanul Fikri, yang mengusung motto “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an”. Kelulusan Kanaya menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini tidak hanya berfokus pada pendidikan akademis, tetapi juga berkomitmen penuh dalam membentuk karakter siswa yang kuat dan mencintai Al-Qur’an.

Pihak sekolah dan keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini dengan ucapan, “Barakallahu fiik,” yang artinya “Semoga Allah memberkahimu.”

Bagi orang tua yang ingin mengarahkan anaknya untuk menjadi generasi berprestasi dengan karakter Qur’ani, SDIT Ihsanul Fikri membuka penerimaan siswa baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Informasi pendaftaran dapat menghubungi narahubung Titah Ayomi di nomor 082299211997.

Juara

SDIT Ihsanul Fikri – Perjalanan Seorang Hafiz Cilik – Menyelesaikan Juz 30

Dunia Islam sangat menjunjung tinggi hafalan Al-Qur’an, atau tahfidz. Ini adalah sebuah perjalanan yang tidak hanya melibatkan kecerdasan seseorang, tetapi juga sebuah koneksi spiritual yang mendalam dengan Allah SWT. Foto ini mengabadikan momen indah dari perjalanan tersebut.

Foto ini menunjukkan seorang siswa muda dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Muhammad Basid Al Lukman dari kelas 4B, yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30. Berdiri dengan bangga di sampingnya adalah Ibundanya, yang merupakan salah satu pembimbing paling penting dalam jalan yang diberkahi ini. Kata-kata “Lulus Tasmi Juz 30” mengonfirmasi prestasinya, dan kalimat “Barakallahu fiik” (Semoga Allah memberkahimu) adalah doa yang sangat tepat untuk pencapaian ini.

SDIT Ihsanul Fikri – Perjalanan Seorang Hafiz Cilik – Menyelesaikan Juz 30

Menghafal Al-Qur’an adalah tugas monumental yang membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan niat yang tulus. Perjalanan ini dimulai dengan langkah-langkah kecil, seperti satu Juz, dan dipenuhi dengan berkah yang luar biasa. Nabi Muhammad (SAW) bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Bukhari). Hadis ini menekankan pentingnya baik belajar maupun berbagi ilmu Al-Qur’an.

Ibunda dalam foto ini memainkan peran krusial sebagai mentor dan motivator. Dia memberikan dedikasi dengan tanpa pamrih membimbing siswa menuju cahaya Al-Qur’an. Kehadirannya di samping Basid adalah bukti ikatan yang kuat antara seorang ibunda dan anaknya, ikatan yang dibangun di atas kepercayaan, rasa hormat, dan cinta yang sama terhadap Firman Allah.

Prestasi Basid adalah sumber kebahagiaan bagi keluarga, sekolah, dan seluruh komunitas Muslim. Ini adalah pengingat bahwa generasi muda dapat merangkul iman mereka dan berjuang untuk keunggulan dalam urusan dunia maupun agama. Semoga Allah SWT memberkahi Muhammad Basid Al Lukman dan gurunya, serta memberinya kekuatan untuk terus berada di jalan yang mulia ini. Semoga ini menjadi yang pertama dari banyak pencapaian serupa, dan semoga dapat menginspirasi muslim muda lainnya untuk memulai perjalanan Hifz mereka sendiri.