Berita

Hananto Widhiaksono Terpilih Pimpin JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah 2025–2029


Magelang — Musyawarah Wilayah (Muswil) JSIT Indonesia Jawa Tengah menetapkan Hananto Widhiaksono, S.Sos., S.Pd., Gr. sebagai Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah untuk periode 2025–2029. Keputusan tersebut diumumkan melalui rangkaian sidang pleno yang digelar sebagai bagian dari agenda resmi Muswil tahun ini.

Terpilihnya Hananto Widhiaksono disambut positif oleh berbagai satuan pendidikan Islam terpadu, termasuk SDIT Ihsanul Fikri Magelang yang turut menyampaikan ucapan selamat dan dukungan atas amanah baru tersebut. Melalui publikasi resmi, pihak sekolah mengungkapkan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat membawa energi segar bagi pengembangan jaringan sekolah Islam terpadu se-Jawa Tengah.

Dalam pernyataannya, jajaran sekolah menyampaikan doa “Baarakallahu fiikum” sebagai simbol dukungan moral dan spiritual. Harapan besar tertuju pada peningkatan kolaborasi, penguatan mutu pendidikan, serta konsolidasi program-program strategis di bawah kepemimpinan Hananto.

JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah selama ini menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan sekolah Islam terpadu yang cukup pesat. Dengan mengusung semangat “Berkolaborasi dan Menginspirasi”, kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan modern, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik.

Pemilihan ketua ini sekaligus menandai fase baru perjalanan JSIT di Jawa Tengah. Kepemimpinan Hananto Widhiaksono diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam memperkuat budaya pendidikan berkarakter, inovatif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar JSIT Indonesia untuk menghadirkan sekolah Islam terpadu yang unggul dan berpengaruh.

Juara

Siswa SDIT Ihsanul Fikri Raih Medali Perak Sains Tingkat Provinsi DIY

SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian siswa kelas VA yang meraih Medali Perak bidang Sains pada ajang OMNAS 15 (Olimpiade Nasional Matematika Sains Bahasa Inggris ke-15) tingkat Provinsi DIY. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mengembangkan potensi akademik peserta didik.

Dalam poster penghargaan yang dirilis sekolah, tercantum nama Narendra Darrel Setiawan sebagai penerima medali perak pada kompetisi bergengsi tersebut. Poster tersebut juga menampilkan siswa yang mengenakan seragam hijau khas SDIT Ihsanul Fikri sambil memegang medali dan sertifikat lomba, sebagai simbol keberhasilan dan kerja keras yang telah ia tempuh.

Pihak sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi sebesar-besarnya atas pencapaian ini. Kompetisi OMNAS sendiri merupakan ajang nasional yang bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta ketelitian dalam bidang sains dan matematika.

Prestasi di tingkat provinsi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berusaha dan mengasah kemampuan akademik mereka. SDIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang unggul, berkarakter Qur’ani, serta mendukung pengembangan bakat dan potensi setiap peserta didik.

Pihak sekolah juga mengajak seluruh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri untuk bersama-sama mendoakan dan memberikan dukungan agar prestasi serupa dapat terus diraih pada kompetisi-kompetisi berikutnya.

Berita

Pramuka Penggalang SDIT Ihsanul Fikri Sukses Gelar Kemah di Gunung Gupak

Kegiatan Pramuka Penggalang SDIT Ihsanul Fikri kembali terlaksana dengan penuh semangat. Pada tanggal 14–15 November 2025, siswa kelas 5 dan 6 mengikuti kegiatan Kemah Ukhuwah yang bertempat di kawasan alam Gunung Gupak, Sawangan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini menjadi salah satu program tahunan yang bertujuan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, serta cinta alam pada peserta didik.

Sejak keberangkatan, para peserta terlihat sangat antusias. Mereka membawa perlengkapan pribadi dan perlengkapan regu yang telah dipersiapkan sesuai arahan pembina. Setibanya di lokasi, kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan dan pembagian tugas mendirikan tenda. Para peserta saling bekerja sama, menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan.

Pada siang menuju sore hari, para peserta mengikuti kegiatan orientasi medan dan penjelajahan, di mana mereka belajar membaca peta, mengenal tanda jejak, serta memahami kondisi alam dasar. Agenda ini dirancang untuk mengasah kemampuan bertahan di alam serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kelompok.

Malam hari menjadi momen yang paling dinanti, yakni api unggun dan pentas seni. Para anggota regu menampilkan yel-yel, drama ringan, dan lagu Pramuka. Suasana ceria dan penuh kebersamaan membuat kegiatan ini semakin berkesan.

Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan mengemas barang pribadi dan membersihkan lokasi perkemahan karena hujan sudah turun sedari dini hari, sehingga beberapa agenda tidak terlaksana demi menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Pembina Pramuka menyampaikan bahwa selain sebagai ajang rekreasi, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran karakter yang tidak dapat diperoleh dari kegiatan belajar di kelas saja.

“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi peserta untuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, mandiri, serta memiliki jiwa kepemimpinan,” ujar Kak Rani Pembina Pramuka jenjang 6.

Kegiatan perkemahan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh makna. Para peserta kembali ke sekolah dengan membawa pengalaman baru, kenangan berharga, dan motivasi untuk terus berkembang sebagai anggota Pramuka Penggalang.

Tasmi', Uncategorized

SDIT Ihsanul Fikri – Sekolah Fullday dan Ramah Anak – Cetak Hafidz Cilik – Lulus Tasmi’ Juz 30

Magelang – SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Salah satu siswa kelas 5A, Narendra Darrel S., berhasil menyelesaikan ujian tasmi’ hafalan Juz 30 dengan lancar. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan program tahfidz Al-Qur’an di lingkungan sekolah fullday dan ramah anak tersebut.

Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas semangat siswa-siswi dalam menghafal Al-Qur’an. “Kami bersyukur atas pencapaian Narendra dan siswa lainnya yang telah berjuang menjaga hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia,” ungkapnya.

Kegiatan tasmi’ merupakan bagian dari pembelajaran tahfidz yang menjadi unggulan di SDIT Ihsanul Fikri. Di bawah bimbingan para guru Al-Qur’an, siswa dilatih untuk membaca dan menghafal dengan metode Ummi yang menekankan pada ketepatan makhraj, tartil, dan penghayatan makna.

Koordinator Mata Pelajaran Al-Qur’an Metode Ummi, Ummu Hamidah, S.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan siswa dalam ujian tasmi’ adalah hasil dari proses yang panjang dan konsisten. “Anak-anak dibimbing dengan penuh kesabaran, disemangati agar mencintai Al-Qur’an, dan diajak menikmati prosesnya. Alhamdulillah, Narendra menunjukkan ketekunan luar biasa hingga mampu menyelesaikan Juz 30,” ujarnya.

Selain mendukung pencapaian akademik dan keagamaan, SDIT Ihsanul Fikri juga berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah ramah anak melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, aman, dan penuh kasih sayang.

“Semoga Narendra terus istiqamah menjaga hafalannya dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk terus mencintai Al-Qur’an,” tutup Kepala Sekolah Siwi Widiyastuti, S.Pd.,Si.

Tasmi'

Wujud Pembinaan – di Sekolah Ramah Anak: Siswa Fullday School – SDIT Ihsanul Fikri – Raih Lulus Tasmi’ Juz 30

Magelang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Salah satu siswa kelas 6A, Azfar Raihan Wahyuddin, berhasil menyelesaikan ujian tasmi’ Al-Qur’an untuk Juz 30 dengan lancar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan tahfidz di SDIT Ihsanul Fikri yang bertujuan menumbuhkan generasi Qur’ani sejak dini.

Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pencapaian Azfar. “Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan semangat para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ujian tasmi’ merupakan salah satu tahap penting dalam proses pembelajaran tahfidz di SDIT Ihsanul Fikri. Melalui kegiatan ini, para siswa diuji kemampuan hafalannya di hadapan guru pembimbing serta rekan-rekan sekelas.

Rasa syukur juga disampaikan oleh orang tua Azfar. “Kami sangat berterima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mendampingi Azfar dengan penuh kesabaran. Semoga hafalan ini menjadi langkah awal untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menjaga hafalannya dengan baik,” ungkap orang tua Azfar dengan penuh haru.

Pihak sekolah berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, semakin banyak siswa yang termotivasi untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an secara bertahap hingga 30 juz. “Semoga Azfar terus istiqamah dalam menjaga hafalan dan menjadi teladan bagi teman-temannya,” tambah Ibu Siwi Widyastuti, S.Pd.,SI.

SDIT Ihsanul Fikri terus berkomitmen untuk membina generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai program pendidikan Islami yang terpadu.

Berita

Api Semangat Pahlawan di Lapangan Utama SDIT Ihsanul Fikri Magelang

MAGELANG, 10 November 2025 – Seluruh komponen bangsa memperingati Hari Pahlawan dengan khidmat, tidak terkecuali Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang. Sekolah tersebut menggelar upacara bendera khusus di lapangan utama sekolah untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan.

Upacara kali ini melibatkan partisipasi aktif dari peserta didik kelas 2, 4, dan 6, serta seluruh dewan guru dan staf kependidikan, menciptakan suasana khidmat dan sarat makna patriotisme.

Meneladani Keberanian dan Keteguhan Hati
Nuansa upacara diperkuat dengan amanat yang disampaikan oleh pembina upacara, Ustadzah Ulfah Miftahiyati, yang merupakan guru Al-Qur’an di SDIT Ihsanul Fikri. Dalam amanatnya, Ustadzah Ulfah mengajak seluruh hadirin, khususnya para siswa, untuk merenungkan kembali perjuangan para pahlawan.

Mengambil semangat dari tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Ustadzah Ulfah menekankan bahwa keberanian dan keteguhan hati para pahlawan dalam menghadapi penjajahan adalah cerminan dari iman yang kuat.

“Pahlawan kita dulu berjuang dengan gigih, tidak gentar menghadapi musuh demi tegaknya bangsa ini. Ini adalah pelajaran terbesar bagi kita semua,” ujar Ustadzah Ulfah. “Bagi ananda sekalian, semangat kepahlawanan hari ini adalah semangat belajar keras, jujur, disiplin, dan berakhlak mulia. Itu adalah cara kita melanjutkan perjuangan mereka.”

Nilai Qur’ani dalam Semangat Nasionalisme
Sebagai guru Al-Qur’an, Ustadzah Ulfah juga mengaitkan nilai-nilai kepahlawanan dengan ajaran Islam. Beliau menekankan bahwa perjuangan para pahlawan merupakan bentuk jihad (bersungguh-sungguh) di jalan kebaikan dan membela keadilan, sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Partisipasi siswa dari jenjang kelas 2, 4, dan 6 dalam upacara ini bertujuan untuk memastikan penanaman nilai nasionalisme berlangsung secara berkesinambungan dan sesuai dengan tingkat pemahaman usia anak. Siswa-siswa kecil diajak memahami arti bendera dan lagu kebangsaan, sementara siswa jenjang atas diajak merenungkan peran mereka sebagai penerus cita-cita bangsa.

Komitmen Melanjutkan Perjuangan
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan merupakan kegiatan wajib tahunan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran sejarah dan rasa cinta tanah air.

“Kami ingin setiap siswa memahami bahwa kemerdekaan ini diraih dengan darah dan air mata. Dengan meneladani para pahlawan, kami berharap anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas, rasa syukur, dan kesediaan untuk berkorban bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas beliau.

Upacara diakhiri dengan doa bersama, memohon agar jasa para pahlawan diterima di sisi Allah SWT dan agar generasi penerus diberikan kekuatan untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya dan kebaikan.

Berita

iapkan Generasi Unggul, Guru SDIT Ihsanul Fikri Dibekali Pelatihan AI oleh Dr. Mampuono

Magelang, 01 November 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan zaman dan modernisasi pendidikan, SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menggelar pelatihan intensif Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung di aula utama sekolah ini menghadirkan pakar teknologi pendidikan ternama, Dr. Mampuono.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidik, khususnya dalam mengintegrasikan perangkat AI untuk menunjang proses belajar mengajar (KBM) yang lebih efektif, kreatif, dan efisien.

AI: Asisten Cerdas Guru Masa Depan
Dr. Mampuono, yang dikenal luas sebagai inovator pendidikan dan penggagas berbagai gerakan literasi digital, tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman atau pengganti peran guru, melainkan sebagai “asisten cerdas” atau “kopilot” yang dapat mempermudah tugas-tugas pendidik.

“Di era disrupsi ini, guru tidak boleh gagap teknologi. AI hadir untuk membantu kita,” ujar Dr. Mampuono. “AI bisa membantu guru mencari ide, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam hitungan menit, menyusun soal evaluasi, hingga mendesain media ajar yang menarik. Waktu guru yang berharga bisa lebih difokuskan untuk mendidik karakter dan memberi sentuhan manusiawi pada siswa.”

Ia juga mendemonstrasikan berbagai pemanfaatan praktis platform AI generatif yang relevan bagi guru SD, seperti membuat cerita bergambar, kuis interaktif, dan menganalisis kebutuhan belajar siswa.

Misi SDIT Ihsanul Fikri: Melek Teknologi Berbasis Akhlak
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai inti keislaman.

“Visi kami di Ihsanul Fikri adalah mencetak generasi Rabbani yang saleh, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Siap menghadapi masa depan berarti harus melek teknologi,” tutur Bu Siwi Widiyastuti.

Menurutnya, penting bagi SDIT untuk berada di garis depan dalam adopsi teknologi. “Kami ingin guru-guru kami tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga pandai memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan bimbingan Dr. Mampuono, kami yakin guru-guru kami dapat mengintegrasikan AI dengan tetap mengedepankan adab dan akhlak Islami dalam penerapannya,” tambahnya.

Antusiasme Guru dan Dampak Jangka Panjang
Pelatihan berlangsung interaktif. Para guru tampak antusias mencoba langsung berbagai tools AI yang diperkenalkan, dipandu langsung oleh Dr. Mampuono dan tim. Sesi tanya jawab pun diwarnai dengan diskusi seputar tantangan dan etika penggunaan AI di lingkungan sekolah dasar.

Diharapkan, pasca-pelatihan ini, para guru SDIT Ihsanul Fikri dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas masing-masing.

“Ilmunya sangat aplikatif. Saya baru tahu ternyata membuat media pembelajaran bisa secepat dan sekreatif ini menggunakan AI. Ini akan sangat membantu kami,” ujar salah seorang peserta pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, SDIT Ihsanul Fikri menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang siap mencetak lulusan berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Berita

SDIT Ihsanul Fikri – Kunjungan Edukatif Jenjang 4 – Yuk Buat Gerabah!

BOROBUDUR, 10 Oktober 2025 – Sebanyak puluhan siswa SD IT Ihsanul Fikri dari jenjang 4 (kelas 4) Kota Magelang melakukan kunjungan edukatif yang penuh wawasan ke Desa Klipoh, Borobudur. Desa ini dikenal luas sebagai sentra kerajinan gerabah tradisional yang kaya akan sejarah.

Kunjungan pada hari ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) kepada siswa, khususnya dalam memahami proses pembuatan gerabah, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan apresiasi terhadap kerajinan tangan.

Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni
Setibanya di Desa Klipoh, para siswa disambut oleh para perajin gerabah yang telah secara turun-temurun menekuni profesi ini, bahkan konon tradisi ini sudah ada sebelum Candi Borobudur dibangun. Mereka diajak langsung untuk melihat tahapan demi tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pengolahan bahan baku tanah liat hingga proses pembakaran.

Kegiatan inti yang paling menarik perhatian siswa adalah sesi praktik langsung membuat gerabah. Di bawah bimbingan perajin, tangan-tangan mungil siswa-siswi Jenjang 4 ini tampak sibuk mencoba membentuk tanah liat di atas meja putar. Gelak tawa dan ekspresi serius bercampur saat mereka berusaha menciptakan bentuk sederhana seperti mangkuk atau vas mini.

Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkesan
Kepala Sekolah SD IT Ihsanul Fikri, melalui salah satu guru pendamping, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami dan melihat langsung bagaimana sebuah produk budaya tercipta. Di sini, mereka belajar tentang kearifan lokal, keterampilan tangan, dan ketekunan para perajin,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang alat yang digunakan, jenis tanah liat, dan bahkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu buah gerabah. “Seru banget! Ternyata bikin gerabah itu susah, tapi menyenangkan. Tangan saya jadi kotor, tapi saya senang bisa bikin mangkuk sendiri,” kata salah satu siswa dengan wajah ceria.

Menumbuhkan Apresiasi Budaya
Kunjungan edukatif ke sentra gerabah Klipoh ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya. Para siswa diingatkan bahwa kerajinan gerabah adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga keberadaannya.

Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, siswa-siswi SD IT Ihsanul Fikri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kekayaan budaya dan produk lokal Indonesia. Sebelum kembali, rombongan sekolah juga turut membeli beberapa hasil karya gerabah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian lokal Desa Klipoh. 🏺🇮🇩

Uncategorized

SDIT Ihsanul Fikri – Gelar Kerjasama Membersihkan Gudang – Menuju Sekolah Swasta Terbaik – Bersih – Nyaman

“Bersama kita kuat, bersama kita hebat. Guru-guru SDIT Ihsanul Fikri bergandeng tangan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah tercinta.” 💪✨

🧹 “Kerja bakti bukan sekadar membersihkan, tapi juga menanamkan keteladanan. Dari guru untuk murid, dari hati untuk lingkungan. 🍃

🤲 “Lingkungan bersih, hati pun bening. Alhamdulillah, guru-guru SDIT Ihsan Fikri kompak dalam kerja bakti demi sekolah yang nyaman dan penuh keberkahan.BersihItuSehat

ikhwanbersatupadu

Uncategorized

Memperkuat Mutu Pendidikan Al-Qur’an – Guru SDIT Ihsanul Fikri – Ikuti Mukhoyyam Quran -Metode Ummi

Kota Magelang – Komitmen SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an” dibuktikan kembali melalui pelaksanaan Mukhoyyam Quran Guru Ummi yang diselenggarakan pada Senin, 29 September 2025. Kegiatan intensif ini diikuti oleh seluruh staf pengajar Al-Qur’an (Asatidz dan Ustadzah) yang mengampu pembelajaran menggunakan Metode Ummi.

Mukhoyyam Quran, yang berarti karantina atau pelatihan intensif Al-Qur’an, bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan standar kualitas bacaan (tahsin) dan kompetensi mengajar (tahfidz dan metodologi) para guru. Hal ini sejalan dengan salah satu pilar mutu Metode Ummi, yaitu pentingnya kualitas guru sebagai ujung tombak keberhasilan siswa.

Fokus Utama: Peningkatan Kualitas Bacaan dan Hafalan
Dalam kegiatan yang berlangsung seharian penuh ini, para guru fokus pada beberapa agenda inti:

Tahsin Intensif: Setiap guru diuji dan diperbaiki bacaan Al-Qur’annya oleh tim penguji dari koordinator Ummi. Sesi ini memastikan bahwa bacaan guru benar-benar tartil dan sesuai dengan kaidah tajwid, sehingga dapat menjadi teladan terbaik bagi para siswa.

Muroja’ah dan Setoran Hafalan (Tahfidz): Guru-guru memanfaatkan momen ini untuk menguatkan dan menambah hafalan Al-Qur’an mereka. Peningkatan kualitas hafalan guru diharapkan dapat memotivasi dan mempermudah proses pembinaan tahfidz kepada siswa.

Evaluasi Metodologi: Dibahas pula evaluasi dan refreshment mengenai implementasi Metode Ummi di kelas, terutama pasca kegiatan Supervisi Rutin yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal ini mencakup teknik pengajaran yang menyenangkan, penggunaan alat peraga, serta penanganan kendala belajar siswa.

Komitmen Mutu Berkelanjutan
Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan bahwa Mukhoyyam Quran adalah agenda wajib yang tidak bisa ditawar.

“Kami menyadari, kualitas lulusan Al-Qur’an kami sangat bergantung pada kualitas guru-gurunya. Tanggal 29 September 2025 ini menjadi penegasan bahwa SDIT Ihsanul Fikri tidak pernah berhenti berinvestasi pada peningkatan mutu pendidik. Dengan guru yang tartil dan hafalannya kuat, kita akan lebih percaya diri dalam membimbing anak-anak menjadi generasi Qur’ani yang berkarakter,” tegasnya.

Diharapkan, hasil dari Mukhoyyam Quran ini segera diaplikasikan di ruang-ruang kelas, menciptakan suasana belajar Al-Qur’an yang semakin efektif dan inspiratif bagi seluruh siswa SDIT Ihsanul Fikri.