Berita

Kepengurusan Gerakan Pramuka Kota Magelang 2025–2030 Resmi Dilantik

SDIT Ihsanul Fikri Sampaikan Selamat dan Komitmen Bersinergi

Magelang — Gerakan Pramuka Kota Magelang menetapkan susunan pimpinan baru untuk masa bakti 2025–2030 melalui upacara pelantikan yang berlangsung pada agenda resmi Kwarcab. Pangkalan SDIT Ihsanul Fikri turut menyampaikan ucapan selamat serta harapan agar kepengurusan baru ini mampu menghadirkan pembinaan Pramuka yang semakin berkualitas dan inspiratif.

Pada periode ini, susunan pimpinan yang dilantik adalah sebagai berikut:

1. Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

H. Damar Prasetyono

2. Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S

3. Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Magelang

Hamzah Kholifi, S.Sos., M.Si

Pelantikan ketiga tokoh tersebut menandai babak baru bagi Gerakan Pramuka di Kota Magelang, terutama dalam memperkuat peran pembinaan karakter bagi peserta didik di berbagai pangkalan, termasuk SDIT Ihsanul Fikri. Dengan pengalaman dan kapasitas masing-masing, mereka diharapkan dapat membawa inovasi dan arah kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan ucapan “Selamat & Sukses” disertai doa “Baarakallahu fiikum” atas amanah yang diterima ketiganya. Sekolah juga menegaskan komitmen untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pendidikan karakter siswa.


📌 Sidebar: Profil Singkat Pengurus Pramuka Kota Magelang 2025–2030

H. Damar Prasetyono

Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

  • Tokoh pemerintahan yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan kebijakan daerah.
  • Dikenal tegas, komunikatif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan karakter generasi muda.
  • Memiliki visi penguatan arah pembinaan Pramuka agar lebih adaptif dan berdampak luas.

dr. Sri Harso, M.Kes., Sp.S

Wakil Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Kota Magelang

  • Profesional di bidang kesehatan dengan rekam jejak pengabdian pada pelayanan masyarakat.
  • Membawa perspektif kesehatan dan kesejahteraan dalam mendukung program pembinaan Pramuka.
  • Aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan layanan masyarakat.

Hamzah Kholifi, S.Sos., M.Si

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Magelang

  • Berpengalaman dalam manajemen organisasi dan pembinaan kepemudaan.
  • Dikenal energik, responsif, dan komunikatif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
  • Membawa misi memperkuat program kerja Kwarcab agar lebih inovatif, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan anak muda.

Berita

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 – SDIT Ihsanul Fikri – Gelar Upacara Khidmat – Dan Penampilan Seni Siswa-Guru

SDIT Ihsanul Fikri Magelang melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025 pada Selasa, 25 November 2025. Peringatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pendidik yang telah berperan besar dalam membentuk karakter serta masa depan generasi bangsa.

Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang digelar di halaman sekolah. Uniknya, seluruh petugas upacara pada kesempatan ini adalah para guru SDIT Ihsanul Fikri, mulai dari pemimpin upacara, petugas pengibar bendera, pembaca teks UUD 1945, hingga pembawa acara. Hal ini menjadi simbol bahwa guru tidak hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga menjadi teladan dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.

Suasana upacara berlangsung penuh khidmat. Para siswa mengikuti jalannya rangkaian kegiatan dengan tertib, sementara para guru menunjukkan kekompakan dan pengabdian mereka melalui tugas yang dijalankan dengan baik. Dalam amanatnya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru yang selama ini mengabdikan diri dengan tulus dalam mendidik dan membimbing peserta didik.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan seni dari siswa dan guru. Anak-anak dari ekstrakurikuler tari menampilkan tarian yang anggun dan penuh semangat. Gerakan yang rapi serta kostum yang menarik berhasil memukau seluruh warga sekolah. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa SDIT Ihsanul Fikri tidak hanya berkembang dalam akademik, tetapi juga dalam kemampuan seni dan kreativitas.

Tidak kalah menarik, acara juga dimeriahkan dengan penampilan vokal dari Ibu Rida, Ibu Dessy, Ibu Afni, dan Ibu Rossy. Keempat guru tersebut membawakan medley lagu-lagu kebangsaan yang menggugah semangat persatuan dan cinta tanah air. Suara harmonis dan penampilan penuh penghayatan membuat seluruh yang hadir terpukau dan turut larut dalam suasana kebangsaan.

Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momen istimewa yang menguatkan hubungan antara guru, siswa, dan seluruh elemen sekolah. Melalui kegiatan ini, SDIT Ihsanul Fikri berharap semakin tumbuh rasa hormat terhadap guru serta semangat belajar yang lebih tinggi pada diri seluruh siswa.

Dengan tema “Menginspirasi dengan Ilmu, Membimbing dengan Iman”, SDIT Ihsanul Fikri Magelang terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik yang mengedepankan ilmu pengetahuan, akhlak, dan nilai-nilai spiritual. Semoga para guru senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas mulianya.

Berita

Lestarikan Budaya Bangsa: Siswa SDIT Ihsanul Fikri Magelang Beraksi sebagai Dalang Cilik di Hari Wayang Nasional


MAGELANG – Peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 November disambut meriah di Kota Magelang. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada bakat luar biasa seorang siswa dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang, Abhivandya Yadavendra Adhi, yang tampil memukau sebagai dalang cilik dalam festival wayang yang berlokasi di Borobudur, Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Sanggar Kinnara Kinnari.

Penampilan Abhivandya Yadavendra Adhi menjadi sorotan, tidak hanya karena usianya yang masih belia, tetapi juga karena ia datang dari lingkungan sekolah berbasis Islam Terpadu yang aktif menanamkan kecintaan pada budaya lokal.

Wayang: Media Pendidikan Karakter
Tampil dengan busana tradisional Jawa lengkap, Abhivandya Yadavendra Adhi, dengan fasih dan penuh penghayatan. Ia berhasil menghidupkan karakter-karakter wayang kulit di balik kelir, diiringi tabuhan gamelan yang syahdu.

“Wayang itu seru. Selain ceritanya bagus, kita juga bisa belajar banyak tentang kebaikan, kejujuran, dan kepemimpinan dari tokoh-tokohnya,” ujar Abhivandya Yadavendra Adhi dengan mata berbinar seusai pementasan.

Komitmen Sekolah Melestarikan Budaya
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan kebanggaan sekolah terhadap prestasi Abhivandya Yadavendra Adhi. Beliau menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, termasuk dalam seni tradisional seperti pedalangan.

“Di SDIT Ihsanul Fikri, kami tidak hanya fokus pada ilmu agama dan umum, tetapi juga melestarikan kekayaan budaya bangsa sebagai warisan luhur. Kami percaya bahwa nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni Wayang dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter siswa,” jelas Ibu Siwi Widiyastuti.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya serta pendampingan intensif bagi siswa-siswa berbakat.

Membangun Generasi Cinta Tanah Air
Festival Wayang Nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda di Magelang untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya yang telah diakui UNESCO ini.

Aksi Abhivandya Yadavendra Adhi dari SDIT Ihsanul Fikri menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya Wayang tidak hanya hidup di kalangan dewasa, tetapi juga telah bersemi di hati anak-anak Islam Terpadu, yang siap menjadi penerus penjaga budaya bangsa menuju Indonesia Emas.

Berita

iapkan Generasi Unggul, Guru SDIT Ihsanul Fikri Dibekali Pelatihan AI oleh Dr. Mampuono

Magelang, 01 November 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan zaman dan modernisasi pendidikan, SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menggelar pelatihan intensif Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung di aula utama sekolah ini menghadirkan pakar teknologi pendidikan ternama, Dr. Mampuono.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidik, khususnya dalam mengintegrasikan perangkat AI untuk menunjang proses belajar mengajar (KBM) yang lebih efektif, kreatif, dan efisien.

AI: Asisten Cerdas Guru Masa Depan
Dr. Mampuono, yang dikenal luas sebagai inovator pendidikan dan penggagas berbagai gerakan literasi digital, tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman atau pengganti peran guru, melainkan sebagai “asisten cerdas” atau “kopilot” yang dapat mempermudah tugas-tugas pendidik.

“Di era disrupsi ini, guru tidak boleh gagap teknologi. AI hadir untuk membantu kita,” ujar Dr. Mampuono. “AI bisa membantu guru mencari ide, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam hitungan menit, menyusun soal evaluasi, hingga mendesain media ajar yang menarik. Waktu guru yang berharga bisa lebih difokuskan untuk mendidik karakter dan memberi sentuhan manusiawi pada siswa.”

Ia juga mendemonstrasikan berbagai pemanfaatan praktis platform AI generatif yang relevan bagi guru SD, seperti membuat cerita bergambar, kuis interaktif, dan menganalisis kebutuhan belajar siswa.

Misi SDIT Ihsanul Fikri: Melek Teknologi Berbasis Akhlak
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai inti keislaman.

“Visi kami di Ihsanul Fikri adalah mencetak generasi Rabbani yang saleh, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Siap menghadapi masa depan berarti harus melek teknologi,” tutur Bu Siwi Widiyastuti.

Menurutnya, penting bagi SDIT untuk berada di garis depan dalam adopsi teknologi. “Kami ingin guru-guru kami tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga pandai memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan bimbingan Dr. Mampuono, kami yakin guru-guru kami dapat mengintegrasikan AI dengan tetap mengedepankan adab dan akhlak Islami dalam penerapannya,” tambahnya.

Antusiasme Guru dan Dampak Jangka Panjang
Pelatihan berlangsung interaktif. Para guru tampak antusias mencoba langsung berbagai tools AI yang diperkenalkan, dipandu langsung oleh Dr. Mampuono dan tim. Sesi tanya jawab pun diwarnai dengan diskusi seputar tantangan dan etika penggunaan AI di lingkungan sekolah dasar.

Diharapkan, pasca-pelatihan ini, para guru SDIT Ihsanul Fikri dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas masing-masing.

“Ilmunya sangat aplikatif. Saya baru tahu ternyata membuat media pembelajaran bisa secepat dan sekreatif ini menggunakan AI. Ini akan sangat membantu kami,” ujar salah seorang peserta pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, SDIT Ihsanul Fikri menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang siap mencetak lulusan berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Berita

Semangat Wakaf – JSIT Jawa Tengah Membara – Dana Pembangunan Kantor – Tembus Rp300 Juta

MAGELANG – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah semakin kokoh melangkah menuju kemandirian. Hingga hari Rabu, 22 Oktober 2025, gerakan pengumpulan wakaf untuk pembangunan Kantor Kesekretariatan JSIT Jawa Tengah telah mencapai angka impresif: Rp300.113.000,00 (Tiga ratus juta seratus tiga belas ribu rupiah).

Pencapaian ini menandai momentum penting dalam upaya mewujudkan impian JSIT Jateng memiliki kantor permanen di tahun 2025, yang akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi bagi seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah.

Aksi Jariyah Menuju 3 Miliar

Pengumuman hasil penghimpunan wakaf ini disampaikan secara terbuka melalui kanal-kanal resmi JSIT Jawa Tengah, lengkap dengan detail data masuk. Angka Rp300 juta ini merupakan buah dari partisipasi berbagai pihak—mulai dari guru, kepala sekolah, yayasan, hingga wali murid—yang meyakini bahwa berwakaf untuk pendidikan adalah investasi amal jariyah.

JSIT Jawa Tengah menyampaikan apresiasi tertinggi. Dana telah mencapai ratusan juta, gerakan ini tidak berhenti. JSIT Jawa Tengah tetap optimis dan mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi, mengingat target pembangunan yang dicanangkan cukup besar. “Yuk, bangun bersama Kantor JSIT dengan berwakaf! Semangat menuju 3 M (Miliar),”

Peran Penting Kantor Sekretariat

Memiliki kantor kesekretariatan yang mandiri menjadi kunci bagi JSIT Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas program pembinaan dan pengembangan sekolah Islam. Kantor ini diharapkan dapat menjadi pusat:

  1. Pengembangan SDM: Pelatihan dan diklat bagi guru dan tenaga kependidikan.
  2. Sinergi Program: Koordinasi efektif antara JSIT Pusat, Wilayah, dan Daerah.
  3. Layanan Anggota: Pemberian layanan administratif dan konsultasi bagi SIT di Jawa Tengah.

Dukungan finansial melalui wakaf ini tidak hanya membangun gedung fisik, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi kemajuan pendidikan Islam terpadu di Indonesia.

Informasi Wakaf:

Bagi masyarakat yang tergerak untuk menjadi bagian dari amal jariyah ini, wakaf dapat disalurkan melalui:

  • Bank: BSI (Bank Syariah Indonesia)
  • No. Rekening: 2344444407
  • A.n.: Wakaf Gedung JSIT Jateng
  • Konfirmasi: WA 0856-2838-864 (Dewi)

Berita

Kunjungan Edukasi Berkarakter: Jenjang 3 SDIT Ihsanul Fikri – Lepas Penat Pasca ASTS – Di TKL Ecopark


MAGELANG—Pekarangan Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark) dipenuhi keceriaan pada Senin, 6 Oktober 2025. Hari itu, ratusan siswa kelas 3 dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kegiatan Kunjungan Edukatif sebagai agenda relaksasi sekaligus pembelajaran pasca pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil.

Kegiatan ini merupakan tradisi sekolah untuk memberikan apresiasi atas usaha keras siswa selama masa ujian, sekaligus mengimplementasikan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar lingkungan kelas.

Menyegarkan Pikiran dan Mengaplikasikan Ilmu
Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Magelang, Ibu Kepala Sekolah Ibu Siwi Widiyastuti, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara fokus akademik dan perkembangan non-akademik. “Setelah berjuang keras di ASTS, anak-anak berhak mendapatkan waktu rehat yang berkualitas. TKL Ecopark adalah tempat yang ideal karena menawarkan kesenangan dan pengetahuan. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari di kelas,” ujarnya.

Siswa kelas 3, yang berada di fase transisi menuju tahap perkembangan usia madya, memanfaatkan kawasan TKL Ecopark yang luas (sekitar 27,5 Ha) sebagai laboratorium alam.

🔬 Zona Pembelajaran Interaktif di TKL Ecopark
Kunjungan edukatif ini dirancang dengan beberapa fokus utama yang selaras dengan materi Kurikulum Merdeka di tingkat kelas 3, khususnya mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

  1. Eksplorasi Lingkungan Hidup dan Konservasi
    Para siswa diajak berkeliling area konservasi untuk mengamati berbagai jenis tumbuhan langka dan mempelajari pentingnya menjaga ekosistem. Mereka mencatat nama-nama pohon, mengamati bentuk daun, dan membandingkan jenis tanaman yang tumbuh di darat dan di air.

Tujuan Edukasi: Mengenal keanekaragaman hayati lokal dan menumbuhkan kesadaran konservasi.

  1. Belajar di Taman Satwa dan Reptil
    Di area taman satwa, siswa berinteraksi dengan berbagai jenis fauna. Mereka belajar tentang klasifikasi hewan (mamalia, reptil, aves) dan habitat aslinya. Guru pendamping memimpin diskusi tentang cara perkembangbiakan dan peran hewan dalam rantai makanan.

Tujuan Edukasi: Memahami ciri-ciri makhluk hidup dan rantai makanan sederhana.

  1. Simulasi Geografi di Peta Mini
    Salah satu kegiatan menarik adalah mengamati peta mini atau maket wilayah yang tersedia di taman. Hal ini memberikan pemahaman konkret tentang konsep arah mata angin, skala, dan denah suatu wilayah, yang merupakan dasar dari pelajaran geografi.

Tujuan Edukasi: Mengenal konsep dasar spasial dan keterampilan membaca peta.

🪁 Rekreasi dan Pembentukan Karakter
Selain kegiatan yang berfokus pada akademik, TKL Ecopark menjadi tempat yang sempurna untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila.

Gotong Royong: Anak-anak belajar bekerjasama dalam kelompok saat menjelajahi taman dan menaiki beberapa wahana yang memerlukan kekompakan, seperti Kereta Air atau Mobil Keliling.

Kemandirian: Mereka dilatih untuk bertanggung jawab atas barang bawaan pribadi dan mengatur waktu saat menikmati fasilitas seperti Water Park atau arena bermain.

Relaksasi dan Hiburan: Sebagai puncak acara, siswa menikmati berbagai wahana rekreasi. Tawa riang mereka saat bermain di kolam renang atau mencoba wahana ringan menjadi penanda suksesnya kegiatan pelepasan penat pasca-ASTS.

“Aku senang sekali! Setelah mikir-mikir soal, sekarang bisa lihat buaya beneran. Belajarnya jadi lebih gampang diingat,” kata [Karan, Siswa kelas 3B], salah satu siswa kelas 3, mengungkapkan kegembiraannya.

Kunjungan edukatif ini diharapkan tidak hanya memberikan kenangan indah, tetapi juga memotivasi siswa kelas 3 SDIT Ihsanul Fikri untuk menyambut paruh kedua Semester Ganjil dengan energi dan semangat belajar yang baru.

Juara

SDIT Ihsanul Fikri- Implementasi Kurikulum Berbasis Al-Qur’an – Dampaknya pada Prestasi Siswa – di Lembaga Pendidikan Islam

Rasa bangga menyelimuti SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang setelah salah satu siswanya, Syafiq Reza Ahsan dari kelas 5D, berhasil meraih Juara 2 dalam kategori Salat dan Wudu pada kompetisi MAPSI (Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam). Acara yang menyoroti keunggulan dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam ini diselenggarakan di tingkat Kecamatan Magelang Utara.

Pencapaian Syafiq menjadi bukti nyata dari dedikasi dan kerja kerasnya dalam menguasai rukun salat dan wudu. Keberhasilannya tidak hanya mengharumkan namanya, tetapi juga nama sekolah, menegaskan komitmen SDIT Ihsanul Fikri untuk membentuk siswa dengan karakter kuat yang berlandaskan Al-Qur’an. Slogan sekolah, “Sekolah Unggul Berkarakter Al-Qur’an,” tercermin dengan indah dalam prestasi Syafiq.

Kemenangan ini menjadi inspirasi bagi semua siswa, menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan fokus, hal-hal besar dapat dicapai. Ini juga menyoroti pentingnya pendidikan agama dalam membentuk individu yang berprestasi tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam perkembangan spiritual mereka. Seluruh komunitas SDIT Ihsanul Fikri mengucapkan selamat atas kesuksesan yang layak diraih Syafiq dan berharap ia terus tumbuh dan meraih prestasi lainnya.

Juara

Raih Juara 2 Sepatu Roda – Tingkat Nasional – Siswi SDIT Ihsanul Fikri – Ukir Prestasi Gemilang

MAGELANG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswi SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Sarah Lathifa Hasan, siswi kelas 5D, berhasil meraih Juara 2 dalam kejuaraan sepatu roda “Friendly Match” antar pelajar se-Indonesia.

Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai ajang kompetisi bergengsi bagi para pelajar di seluruh Indonesia. Dengan semangat juang tinggi, Sarah berhasil menunjukkan kemampuannya dalam kategori Standard 500m Putri SD Kelas 5 dan membawa pulang medali perak.

Keberhasilan Sarah ini tidak lepas dari dukungan penuh sekolah dan orang tua. SDIT Ihsanul Fikri, yang dikenal dengan motto “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an,” terus berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan karakter dan keimanan siswa, tetapi juga mendukung bakat dan minat mereka di bidang non-akademik.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa bakat dan kerja keras dapat menghasilkan pencapaian luar biasa. Sekolah berharap, keberhasilan Sarah dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berani berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk bergabung dengan keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang yang berbasis sekolah fullday, informasi pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dapat diakses melalui narahubung Titah Ayomi (082299211997) atau melalui akun media sosial resmi sekolah.

Juara

SDIT Ihsanul Fikri – Perjalanan Seorang Hafiz Cilik – Menyelesaikan Juz 30

Dunia Islam sangat menjunjung tinggi hafalan Al-Qur’an, atau tahfidz. Ini adalah sebuah perjalanan yang tidak hanya melibatkan kecerdasan seseorang, tetapi juga sebuah koneksi spiritual yang mendalam dengan Allah SWT. Foto ini mengabadikan momen indah dari perjalanan tersebut.

Foto ini menunjukkan seorang siswa muda dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Muhammad Basid Al Lukman dari kelas 4B, yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30. Berdiri dengan bangga di sampingnya adalah Ibundanya, yang merupakan salah satu pembimbing paling penting dalam jalan yang diberkahi ini. Kata-kata “Lulus Tasmi Juz 30” mengonfirmasi prestasinya, dan kalimat “Barakallahu fiik” (Semoga Allah memberkahimu) adalah doa yang sangat tepat untuk pencapaian ini.

SDIT Ihsanul Fikri – Perjalanan Seorang Hafiz Cilik – Menyelesaikan Juz 30

Menghafal Al-Qur’an adalah tugas monumental yang membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan niat yang tulus. Perjalanan ini dimulai dengan langkah-langkah kecil, seperti satu Juz, dan dipenuhi dengan berkah yang luar biasa. Nabi Muhammad (SAW) bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Bukhari). Hadis ini menekankan pentingnya baik belajar maupun berbagi ilmu Al-Qur’an.

Ibunda dalam foto ini memainkan peran krusial sebagai mentor dan motivator. Dia memberikan dedikasi dengan tanpa pamrih membimbing siswa menuju cahaya Al-Qur’an. Kehadirannya di samping Basid adalah bukti ikatan yang kuat antara seorang ibunda dan anaknya, ikatan yang dibangun di atas kepercayaan, rasa hormat, dan cinta yang sama terhadap Firman Allah.

Prestasi Basid adalah sumber kebahagiaan bagi keluarga, sekolah, dan seluruh komunitas Muslim. Ini adalah pengingat bahwa generasi muda dapat merangkul iman mereka dan berjuang untuk keunggulan dalam urusan dunia maupun agama. Semoga Allah SWT memberkahi Muhammad Basid Al Lukman dan gurunya, serta memberinya kekuatan untuk terus berada di jalan yang mulia ini. Semoga ini menjadi yang pertama dari banyak pencapaian serupa, dan semoga dapat menginspirasi muslim muda lainnya untuk memulai perjalanan Hifz mereka sendiri.

Juara

Seorang Anak Berprestasi: Aquila Setya Reynand – Menyelesaikan Hafalan Juz 30


Barakallah untuk Aquila Setya Reynand, seorang siswa dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 dari Al-Quran. Sebuah pengumuman ucapan selamat yang dibagikan oleh pihak sekolah merayakan pencapaian penting ini, yang ditandai dengan tulisan “Lulus Tasmi Juz 30.”

Dalam foto, Aquila, siswa kelas 5B, terlihat tersenyum bangga sambil memegang Juz Amma, yaitu buku yang berisi bagian ke-30 dari Al-Quran. Pencapaian ini menunjukkan dedikasinya serta komitmen sekolah untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran yang kuat pada para siswanya. Sekolah ini, yang mengidentifikasi dirinya sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an,” jelas menempatkan prioritas tinggi pada pendidikan agama dan pembentukan karakter.

Prestasi ini menjadi bukti kerja keras Aquila dan dukungan dari para guru serta keluarganya. Pesan ucapan selamat “Barakallahu fiik” (“Semoga Allah memberkahimu”) mencerminkan kegembiraan dan kebanggaan komunitas sekolah atas keberhasilannya. Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk mengejar studi agama mereka dengan ketekunan dan semangat.

Pengumuman ini juga menyertakan informasi kontak untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, beserta akun media sosial sekolah, yang mengajak orang lain untuk menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung ini. Prestasi Aquila adalah contoh nyata dari misi sekolah untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya berhasil secara akademis tetapi juga memiliki dasar agama islam yang kuat.