SD Islam Kota Magelang, Sekolah Berkarakter Quran, SD Islam Terbaik Magelang, Sekolah Quran Magelang, SD Islam Fullday Magelang, SD Islam Ramah Anak, Sekolah Favorit Magelang, Lembaga Pendidikan Islam Magelang, Pusat Pendidikan Islam Magelang, SD Magelang Utara, SD Metode Ummi Magelang
Magelang — Musyawarah Wilayah (Muswil) JSIT Indonesia Jawa Tengah menetapkan Hananto Widhiaksono, S.Sos., S.Pd., Gr. sebagai Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah untuk periode 2025–2029. Keputusan tersebut diumumkan melalui rangkaian sidang pleno yang digelar sebagai bagian dari agenda resmi Muswil tahun ini.
Terpilihnya Hananto Widhiaksono disambut positif oleh berbagai satuan pendidikan Islam terpadu, termasuk SDIT Ihsanul Fikri Magelang yang turut menyampaikan ucapan selamat dan dukungan atas amanah baru tersebut. Melalui publikasi resmi, pihak sekolah mengungkapkan harapan agar kepemimpinan yang baru dapat membawa energi segar bagi pengembangan jaringan sekolah Islam terpadu se-Jawa Tengah.
Dalam pernyataannya, jajaran sekolah menyampaikan doa “Baarakallahu fiikum” sebagai simbol dukungan moral dan spiritual. Harapan besar tertuju pada peningkatan kolaborasi, penguatan mutu pendidikan, serta konsolidasi program-program strategis di bawah kepemimpinan Hananto.
JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah selama ini menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan sekolah Islam terpadu yang cukup pesat. Dengan mengusung semangat “Berkolaborasi dan Menginspirasi”, kepengurusan baru diharapkan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan modern, memperluas jejaring kemitraan, serta meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik.
Pemilihan ketua ini sekaligus menandai fase baru perjalanan JSIT di Jawa Tengah. Kepemimpinan Hananto Widhiaksono diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam memperkuat budaya pendidikan berkarakter, inovatif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar JSIT Indonesia untuk menghadirkan sekolah Islam terpadu yang unggul dan berpengaruh.
SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi gemilang. Seorang siswi kelas IIB berhasil meraih Juara Dua kategori mewarnai tingkat SD se-Kedu dalam ajang Lomba Pameran Karikatur Suara Merdeka 2025. Prestasi ini menambah deretan capaian siswa-siswi sekolah dalam bidang seni dan kreativitas.
Dalam poster resmi sekolah, tercantum nama Fatihah Qirani Tazkiya sebagai penerima penghargaan. Poster tersebut menampilkan siswi kelas IIB yang tampak memegang piala sebagai simbol keberhasilan. Ekspresinya mencerminkan rasa bangga dan bahagia atas usaha yang telah ia lakukan.
Lomba mewarnai tingkat SD se-Kedu tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pameran Karikatur Suara Merdeka 2025, yang bertujuan menumbuhkan kreativitas serta kemampuan seni rupa pada peserta didik sejak dini. Kompetisi ini diikuti oleh para siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kedu, sehingga capaian juara menjadi kebanggaan tersendiri bagi SDIT Ihsanul Fikri.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. Dukungan guru dan orang tua menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam memupuk bakat dan minat siswa. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dalam bidang akademik maupun non-akademik.
SDIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas siswa sekaligus menguatkan karakter Qur’ani dalam setiap kegiatan pendidikan. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi pencapaian berikutnya.
Magelang – SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Salah satu siswa kelas 5A, Narendra Darrel S., berhasil menyelesaikan ujian tasmi’ hafalan Juz 30 dengan lancar. Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan program tahfidz Al-Qur’an di lingkungan sekolah fullday dan ramah anak tersebut.
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas semangat siswa-siswi dalam menghafal Al-Qur’an. “Kami bersyukur atas pencapaian Narendra dan siswa lainnya yang telah berjuang menjaga hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak mulia,” ungkapnya.
Kegiatan tasmi’ merupakan bagian dari pembelajaran tahfidz yang menjadi unggulan di SDIT Ihsanul Fikri. Di bawah bimbingan para guru Al-Qur’an, siswa dilatih untuk membaca dan menghafal dengan metode Ummi yang menekankan pada ketepatan makhraj, tartil, dan penghayatan makna.
Koordinator Mata Pelajaran Al-Qur’an Metode Ummi, Ummu Hamidah, S.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan siswa dalam ujian tasmi’ adalah hasil dari proses yang panjang dan konsisten. “Anak-anak dibimbing dengan penuh kesabaran, disemangati agar mencintai Al-Qur’an, dan diajak menikmati prosesnya. Alhamdulillah, Narendra menunjukkan ketekunan luar biasa hingga mampu menyelesaikan Juz 30,” ujarnya.
Selain mendukung pencapaian akademik dan keagamaan, SDIT Ihsanul Fikri juga berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah ramah anak melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, aman, dan penuh kasih sayang.
“Semoga Narendra terus istiqamah menjaga hafalannya dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk terus mencintai Al-Qur’an,” tutup Kepala Sekolah Siwi Widiyastuti, S.Pd.,Si.
Magelang – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Salah satu siswa kelas 6A, Azfar Raihan Wahyuddin, berhasil menyelesaikan ujian tasmi’ Al-Qur’an untuk Juz 30 dengan lancar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan tahfidz di SDIT Ihsanul Fikri yang bertujuan menumbuhkan generasi Qur’ani sejak dini.
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas pencapaian Azfar. “Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan semangat para siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ujian tasmi’ merupakan salah satu tahap penting dalam proses pembelajaran tahfidz di SDIT Ihsanul Fikri. Melalui kegiatan ini, para siswa diuji kemampuan hafalannya di hadapan guru pembimbing serta rekan-rekan sekelas.
Rasa syukur juga disampaikan oleh orang tua Azfar. “Kami sangat berterima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mendampingi Azfar dengan penuh kesabaran. Semoga hafalan ini menjadi langkah awal untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menjaga hafalannya dengan baik,” ungkap orang tua Azfar dengan penuh haru.
Pihak sekolah berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, semakin banyak siswa yang termotivasi untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an secara bertahap hingga 30 juz. “Semoga Azfar terus istiqamah dalam menjaga hafalan dan menjadi teladan bagi teman-temannya,” tambah Ibu Siwi Widyastuti, S.Pd.,SI.
SDIT Ihsanul Fikri terus berkomitmen untuk membina generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an melalui berbagai program pendidikan Islami yang terpadu.
28 Oktober 2025 – Semangat nasionalisme dan persatuan membara di SDIT Ihsanul Fikri saat seluruh warga sekolah menggelar upacara bendera yang khidmat dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan utama sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan staf kependidikan dengan penuh antusiasme.Upacara Khidmat dan Berwarna Kebangsaan. Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga sarat makna edukatif. Bertindak sebagai pembina upacara, [Nama Pembina Upacara/Kepala Sekolah] menyampaikan amanat yang mengingatkan kembali seluruh peserta akan sejarah heroik para pemuda di tahun 1928.
“Sumpah Pemuda adalah ikrar suci yang melampaui batas suku, agama, dan daerah. Ini adalah bukti bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa kita,” ujar Pembina upacara dalam amanatnya.
Menumbuhkan Karakter Pemimpin Masa Depan Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi, menjelaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda di lingkungan sekolah terpadu merupakan momentum strategis untuk mencetak generasi yang memiliki karakter Islami sekaligus nasionalis.
“Melalui momen ini, kami ingin menanamkan jiwa kepemimpinan, integritas, dan semangat rela berkorban seperti yang dicontohkan oleh para pemuda pendahulu,” jelasnya. “Anak-anak SDIT adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Mereka harus dibekali tidak hanya ilmu agama dan umum, tetapi juga cinta yang mendalam terhadap tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia.”
Semangat Persatuan untuk Indonesia Emas Peringatan Sumpah Pemuda di SDIT Ihsanul Fikri ini ditutup dengan harapan besar. Seluruh civitas akademika berkomitmen untuk terus menjadikan sekolah sebagai ladang penyemaian nilai-nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong.
Diharapkan, semangat “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, akan terus hidup dalam sanubari setiap siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri, mendorong mereka untuk belajar keras, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan positif yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.
Magelang, 25 Oktober 2025 – Suasana penuh antusias dan harapan menyelimuti Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang hari ini, Sabtu (25/10/2025). Sekolah yang berlokasi di Jl. Jeruk Timur V Sanden ini menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk menjaring calon peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027.
Meskipun istilah SPMB sering digunakan untuk seleksi masuk perguruan tinggi, namun di lingkungan Yayasan Ihsanul Fikri, istilah ini juga lazim digunakan untuk menamakan proses seleksi calon siswa baru, Pelaksanaan seleksi di SDIT Ihsanul Fikri ini bertujuan untuk memastikan kesiapan dan potensi calon siswa yang akan bergabung.
📝 Beragam Tahapan Seleksi Diterapkan
Kegiatan SPMB ini berlangsung sejak pagi hari, melibatkan puluhan calon siswa beserta orang tua/wali mereka. Berbagai tahapan seleksi dirancang untuk mengukur potensi akademik dan non-akademik calon peserta didik.
Tes Akademik: Meliputi dasar-dasar pengetahuan umum dan kemampuan berhitung.
Tes B Al-Qur’an metode Ummi: Untuk mengukur kemampuan dasar membaca Al-Qur’an, yang menjadi salah satu fokus pendidikan di sekolah Islam Terpadu.
Observasi dan Wawancara: Tim penguji melakukan observasi perilaku dan wawancara singkat dengan calon siswa untuk melihat kematangan emosi, sosial, dan motivasi belajar.
Wawancara Orang Tua: Tahapan penting ini bertujuan untuk menyamakan visi dan misi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak, serta memastikan dukungan penuh terhadap program-program sekolah.
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Ibu Siwi Widiyastuti, S.Pd.Si., menyampaikan bahwa kegiatan SPMB berjalan lancar dan tertib berkat kerja sama seluruh panitia dan partisipasi aktif dari para orang tua. “Kami berharap, melalui proses seleksi yang ketat ini, kami bisa mendapatkan mutiara-mutiara baru yang siap dibina menjadi generasi unggul, yang memiliki akidah yang bersih (salimul aqidah) dan wawasan yang luas (musaqafatul fikr) sesuai dengan visi kami,” ujarnya.
🌟 Tingginya Animo Masyarakat
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kepercayaan besar masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan oleh SDIT Ihsanul Fikri, yang dikenal dengan program fullday school dan penekanan pada pendidikan karakter Islami.
Pengumuman hasil seleksi direncanakan akan disampaikan pada pekan berikutnya. Bagi calon peserta didik yang dinyatakan lolos, diharapkan segera melakukan proses daftar ulang untuk mengamankan kursi di tahun ajaran 2026/2027.
Simak keseruan kegiatan siswa SDIT Ihsanul Fikri lainnya dalam Study Tour SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang 2025. Video ini menunjukkan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah tersebut pada tahun yang sama, memberikan gambaran tentang atmosfer belajar yang menyenangkan. http://googleusercontent.com/youtube_content/0
BOROBUDUR, 10 Oktober 2025 – Sebanyak puluhan siswa SD IT Ihsanul Fikri dari jenjang 4 (kelas 4) Kota Magelang melakukan kunjungan edukatif yang penuh wawasan ke Desa Klipoh, Borobudur. Desa ini dikenal luas sebagai sentra kerajinan gerabah tradisional yang kaya akan sejarah.
Kunjungan pada hari ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) kepada siswa, khususnya dalam memahami proses pembuatan gerabah, melestarikan budaya lokal, dan menumbuhkan apresiasi terhadap kerajinan tangan.
Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni Setibanya di Desa Klipoh, para siswa disambut oleh para perajin gerabah yang telah secara turun-temurun menekuni profesi ini, bahkan konon tradisi ini sudah ada sebelum Candi Borobudur dibangun. Mereka diajak langsung untuk melihat tahapan demi tahapan pembuatan gerabah, mulai dari pengolahan bahan baku tanah liat hingga proses pembakaran.
Kegiatan inti yang paling menarik perhatian siswa adalah sesi praktik langsung membuat gerabah. Di bawah bimbingan perajin, tangan-tangan mungil siswa-siswi Jenjang 4 ini tampak sibuk mencoba membentuk tanah liat di atas meja putar. Gelak tawa dan ekspresi serius bercampur saat mereka berusaha menciptakan bentuk sederhana seperti mangkuk atau vas mini.
Pembelajaran yang Menyenangkan dan Berkesan Kepala Sekolah SD IT Ihsanul Fikri, melalui salah satu guru pendamping, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum sekolah. “Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mengalami dan melihat langsung bagaimana sebuah produk budaya tercipta. Di sini, mereka belajar tentang kearifan lokal, keterampilan tangan, dan ketekunan para perajin,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang alat yang digunakan, jenis tanah liat, dan bahkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu buah gerabah. “Seru banget! Ternyata bikin gerabah itu susah, tapi menyenangkan. Tangan saya jadi kotor, tapi saya senang bisa bikin mangkuk sendiri,” kata salah satu siswa dengan wajah ceria.
Menumbuhkan Apresiasi Budaya Kunjungan edukatif ke sentra gerabah Klipoh ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya. Para siswa diingatkan bahwa kerajinan gerabah adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga keberadaannya.
Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, siswa-siswi SD IT Ihsanul Fikri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan kekayaan budaya dan produk lokal Indonesia. Sebelum kembali, rombongan sekolah juga turut membeli beberapa hasil karya gerabah sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian lokal Desa Klipoh. 🏺🇮🇩
MAGELANG—Siswa-siswi kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kunjungan edukatif yang unik dan inspiratif ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Magelang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan outing class untuk memperkenalkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan sejarah pengelolaan keuangan negara kepada siswa sejak usia dini.
Dipilihnya Museum BPK RI sebagai destinasi menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas wawasan siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
Belajar Sejarah Keuangan Negara dengan Cara Interaktif Museum BPK RI, yang terletak di Magelang Tengah, merupakan satu-satunya museum BPK di Indonesia dan dikenal sebagai wisata edukasi sejarah yang tidak memungut biaya tiket masuk (gratis). Museum ini menyajikan informasi sejarah BPK RI, yang erat kaitannya dengan sejarah lembaga negara di Indonesia pasca kemerdekaan.
Para siswa kelas 2 diajak berkeliling di berbagai ruangan pameran dengan didampingi pemandu museum yang kompeten. Mereka diajak melihat koleksi bersejarah, termasuk mesin ketik kuno dan dokumen-dokumen penting, yang disajikan dengan instalasi modern dan interaktif.
“Tugas kami adalah menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik dan kontekstual, bahkan bagi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar,” jelas salah satu petugas Museum BPK RI. “Meskipun materi tentang keuangan negara terdengar berat, kami kemas dengan cerita dan visual yang sederhana agar nilai-nilai seperti transparansi dan akuntabilitas bisa mereka pahami sebagai bagian dari akhlak mulia sehari-hari.”
💡 Fokus Edukasi untuk Siswa Kelas 2 Meskipun masih di kelas 2, kunjungan ini difokuskan pada penguatan materi pembelajaran tematik dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), meliputi:
Nilai Kejujuran dan Integritas: Pemandu museum menyampaikan cerita tentang pentingnya mengelola uang dengan jujur, baik itu uang jajan pribadi maupun uang negara. Konsep “mengawasi” dan “bertanggung jawab” diperkenalkan melalui analogi yang mudah dipahami anak-anak.
Mengenal Profesi dan Pahlawan: Siswa dikenalkan pada sosok-sosok yang berperan dalam sejarah BPK RI. Mereka juga melihat koleksi alat kerja kuno yang digunakan para pemeriksa di masa lalu, memberikan gambaran konkret tentang profesi yang sarat akan integritas.
Wawasan Kebangsaan: Melalui narasi sejarah pendirian BPK RI yang sempat berpindah-pindah, siswa mendapatkan pemahaman awal tentang perjuangan bangsa dan pentingnya lembaga negara dalam menjalankan pemerintahan yang baik.
Antusiasme Belajar di Luar Kelas Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan antusiasme yang tinggi saat melihat peninggalan sejarah dan instalasi interaktif di museum.
“Aku lihat mesin ketik yang besar sekali! Dulu kalau mau laporan harus pakai itu ya, sekarang sudah ada komputer,” ujar Almira, salah satu siswi kelas 2, penuh rasa ingin tahu.
Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang menanamkan bibit integritas sejak dini. Dengan belajar langsung dari sejarah BPK RI, siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap amanah.
Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan museum, membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan nilai-nilai luhur kebangsaan.
MAGELANG—Pekarangan Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark) dipenuhi keceriaan pada Senin, 6 Oktober 2025. Hari itu, ratusan siswa kelas 3 dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kegiatan Kunjungan Edukatif sebagai agenda relaksasi sekaligus pembelajaran pasca pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Ganjil.
Kegiatan ini merupakan tradisi sekolah untuk memberikan apresiasi atas usaha keras siswa selama masa ujian, sekaligus mengimplementasikan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di luar lingkungan kelas.
Menyegarkan Pikiran dan Mengaplikasikan Ilmu Kepala Sekolah SDIT Ihsanul Fikri Magelang, Ibu Kepala Sekolah Ibu Siwi Widiyastuti, dalam sambutannya menekankan pentingnya keseimbangan antara fokus akademik dan perkembangan non-akademik. “Setelah berjuang keras di ASTS, anak-anak berhak mendapatkan waktu rehat yang berkualitas. TKL Ecopark adalah tempat yang ideal karena menawarkan kesenangan dan pengetahuan. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari di kelas,” ujarnya.
Siswa kelas 3, yang berada di fase transisi menuju tahap perkembangan usia madya, memanfaatkan kawasan TKL Ecopark yang luas (sekitar 27,5 Ha) sebagai laboratorium alam.
🔬 Zona Pembelajaran Interaktif di TKL Ecopark Kunjungan edukatif ini dirancang dengan beberapa fokus utama yang selaras dengan materi Kurikulum Merdeka di tingkat kelas 3, khususnya mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).
Eksplorasi Lingkungan Hidup dan Konservasi Para siswa diajak berkeliling area konservasi untuk mengamati berbagai jenis tumbuhan langka dan mempelajari pentingnya menjaga ekosistem. Mereka mencatat nama-nama pohon, mengamati bentuk daun, dan membandingkan jenis tanaman yang tumbuh di darat dan di air.
Tujuan Edukasi: Mengenal keanekaragaman hayati lokal dan menumbuhkan kesadaran konservasi.
Belajar di Taman Satwa dan Reptil Di area taman satwa, siswa berinteraksi dengan berbagai jenis fauna. Mereka belajar tentang klasifikasi hewan (mamalia, reptil, aves) dan habitat aslinya. Guru pendamping memimpin diskusi tentang cara perkembangbiakan dan peran hewan dalam rantai makanan.
Tujuan Edukasi: Memahami ciri-ciri makhluk hidup dan rantai makanan sederhana.
Simulasi Geografi di Peta Mini Salah satu kegiatan menarik adalah mengamati peta mini atau maket wilayah yang tersedia di taman. Hal ini memberikan pemahaman konkret tentang konsep arah mata angin, skala, dan denah suatu wilayah, yang merupakan dasar dari pelajaran geografi.
Tujuan Edukasi: Mengenal konsep dasar spasial dan keterampilan membaca peta.
🪁 Rekreasi dan Pembentukan Karakter Selain kegiatan yang berfokus pada akademik, TKL Ecopark menjadi tempat yang sempurna untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila.
Gotong Royong: Anak-anak belajar bekerjasama dalam kelompok saat menjelajahi taman dan menaiki beberapa wahana yang memerlukan kekompakan, seperti Kereta Air atau Mobil Keliling.
Kemandirian: Mereka dilatih untuk bertanggung jawab atas barang bawaan pribadi dan mengatur waktu saat menikmati fasilitas seperti Water Park atau arena bermain.
Relaksasi dan Hiburan: Sebagai puncak acara, siswa menikmati berbagai wahana rekreasi. Tawa riang mereka saat bermain di kolam renang atau mencoba wahana ringan menjadi penanda suksesnya kegiatan pelepasan penat pasca-ASTS.
“Aku senang sekali! Setelah mikir-mikir soal, sekarang bisa lihat buaya beneran. Belajarnya jadi lebih gampang diingat,” kata [Karan, Siswa kelas 3B], salah satu siswa kelas 3, mengungkapkan kegembiraannya.
Kunjungan edukatif ini diharapkan tidak hanya memberikan kenangan indah, tetapi juga memotivasi siswa kelas 3 SDIT Ihsanul Fikri untuk menyambut paruh kedua Semester Ganjil dengan energi dan semangat belajar yang baru.
“Bersama kita kuat, bersama kita hebat. Guru-guru SDIT Ihsanul Fikri bergandeng tangan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah tercinta.” 💪✨
🧹 “Kerja bakti bukan sekadar membersihkan, tapi juga menanamkan keteladanan. Dari guru untuk murid, dari hati untuk lingkungan. 🍃
🤲 “Lingkungan bersih, hati pun bening. Alhamdulillah, guru-guru SDIT Ihsan Fikri kompak dalam kerja bakti demi sekolah yang nyaman dan penuh keberkahan.BersihItuSehat