Juara

Siswi SDIT Ihsanul Fikri Raih Juara Dua Lomba Mewarnai Tingkat SD se-Kedu

SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi gemilang. Seorang siswi kelas IIB berhasil meraih Juara Dua kategori mewarnai tingkat SD se-Kedu dalam ajang Lomba Pameran Karikatur Suara Merdeka 2025. Prestasi ini menambah deretan capaian siswa-siswi sekolah dalam bidang seni dan kreativitas.

Dalam poster resmi sekolah, tercantum nama Fatihah Qirani Tazkiya sebagai penerima penghargaan. Poster tersebut menampilkan siswi kelas IIB yang tampak memegang piala sebagai simbol keberhasilan. Ekspresinya mencerminkan rasa bangga dan bahagia atas usaha yang telah ia lakukan.

Lomba mewarnai tingkat SD se-Kedu tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pameran Karikatur Suara Merdeka 2025, yang bertujuan menumbuhkan kreativitas serta kemampuan seni rupa pada peserta didik sejak dini. Kompetisi ini diikuti oleh para siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kedu, sehingga capaian juara menjadi kebanggaan tersendiri bagi SDIT Ihsanul Fikri.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. Dukungan guru dan orang tua menjadi salah satu kunci kesuksesan dalam memupuk bakat dan minat siswa. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dalam bidang akademik maupun non-akademik.

SDIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas siswa sekaligus menguatkan karakter Qur’ani dalam setiap kegiatan pendidikan. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal bagi pencapaian berikutnya.

Juara

Siswa SDIT Ihsanul Fikri Raih Medali Perak Sains Tingkat Provinsi DIY

SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui capaian siswa kelas VA yang meraih Medali Perak bidang Sains pada ajang OMNAS 15 (Olimpiade Nasional Matematika Sains Bahasa Inggris ke-15) tingkat Provinsi DIY. Prestasi ini menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mengembangkan potensi akademik peserta didik.

Dalam poster penghargaan yang dirilis sekolah, tercantum nama Narendra Darrel Setiawan sebagai penerima medali perak pada kompetisi bergengsi tersebut. Poster tersebut juga menampilkan siswa yang mengenakan seragam hijau khas SDIT Ihsanul Fikri sambil memegang medali dan sertifikat lomba, sebagai simbol keberhasilan dan kerja keras yang telah ia tempuh.

Pihak sekolah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi sebesar-besarnya atas pencapaian ini. Kompetisi OMNAS sendiri merupakan ajang nasional yang bertujuan mengasah kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, serta ketelitian dalam bidang sains dan matematika.

Prestasi di tingkat provinsi ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berusaha dan mengasah kemampuan akademik mereka. SDIT Ihsanul Fikri berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan belajar yang unggul, berkarakter Qur’ani, serta mendukung pengembangan bakat dan potensi setiap peserta didik.

Pihak sekolah juga mengajak seluruh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri untuk bersama-sama mendoakan dan memberikan dukungan agar prestasi serupa dapat terus diraih pada kompetisi-kompetisi berikutnya.

Berita

Lestarikan Budaya Bangsa: Siswa SDIT Ihsanul Fikri Magelang Beraksi sebagai Dalang Cilik di Hari Wayang Nasional


MAGELANG – Peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 November disambut meriah di Kota Magelang. Tahun ini, perhatian publik tertuju pada bakat luar biasa seorang siswa dari Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ihsanul Fikri Kota Magelang, Abhivandya Yadavendra Adhi, yang tampil memukau sebagai dalang cilik dalam festival wayang yang berlokasi di Borobudur, Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Sanggar Kinnara Kinnari.

Penampilan Abhivandya Yadavendra Adhi menjadi sorotan, tidak hanya karena usianya yang masih belia, tetapi juga karena ia datang dari lingkungan sekolah berbasis Islam Terpadu yang aktif menanamkan kecintaan pada budaya lokal.

Wayang: Media Pendidikan Karakter
Tampil dengan busana tradisional Jawa lengkap, Abhivandya Yadavendra Adhi, dengan fasih dan penuh penghayatan. Ia berhasil menghidupkan karakter-karakter wayang kulit di balik kelir, diiringi tabuhan gamelan yang syahdu.

“Wayang itu seru. Selain ceritanya bagus, kita juga bisa belajar banyak tentang kebaikan, kejujuran, dan kepemimpinan dari tokoh-tokohnya,” ujar Abhivandya Yadavendra Adhi dengan mata berbinar seusai pementasan.

Komitmen Sekolah Melestarikan Budaya
Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan kebanggaan sekolah terhadap prestasi Abhivandya Yadavendra Adhi. Beliau menjelaskan bahwa sekolah berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, termasuk dalam seni tradisional seperti pedalangan.

“Di SDIT Ihsanul Fikri, kami tidak hanya fokus pada ilmu agama dan umum, tetapi juga melestarikan kekayaan budaya bangsa sebagai warisan luhur. Kami percaya bahwa nilai-nilai keislaman dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni Wayang dapat berjalan beriringan dalam membentuk karakter siswa,” jelas Ibu Siwi Widiyastuti.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler seni dan budaya serta pendampingan intensif bagi siswa-siswa berbakat.

Membangun Generasi Cinta Tanah Air
Festival Wayang Nasional ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda di Magelang untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya yang telah diakui UNESCO ini.

Aksi Abhivandya Yadavendra Adhi dari SDIT Ihsanul Fikri menjadi bukti nyata bahwa kesadaran akan pentingnya Wayang tidak hanya hidup di kalangan dewasa, tetapi juga telah bersemi di hati anak-anak Islam Terpadu, yang siap menjadi penerus penjaga budaya bangsa menuju Indonesia Emas.

Berita

Selamat dan Sukses! Aris Purwanta, S.St.Pi. Resmi Pimpin PINSAKONAS Periode 2025-2029


Magelang, – Dunia kepramukaan Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) menyambut kabar gembira. Aris Purwanta, S.St.Pi., sosok yang dikenal berdedikasi dalam pendidikan, resmi terpilih dan mengemban amanah sebagai Ketua Pusat Informasi SAKO Pramuka SIT Nasional (PINSAKONAS) untuk periode bakti 2025 hingga 2029.

Kabar ini disambut hangat, termasuk oleh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang turut memberikan ucapan selamat dan sukses melalui media sosial resmi mereka.

Peran Penting PINSAKONAS dalam Gerakan Pramuka SIT
PINSAKONAS merupakan badan penting yang berperan sebagai pusat informasi, koordinasi, dan pengembangan gerakan Pramuka di lingkungan jaringan Sekolah Islam Terpadu seluruh Indonesia. Kepemimpinan Aris Purwanta diharapkan mampu membawa SAKO Pramuka SIT semakin maju dan berkontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Terpilihnya Bapak Aris Purwanta adalah kebanggaan bagi kami dan merupakan pengakuan atas dedikasi beliau selama ini. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, SAKO Pramuka SIT dapat semakin solid, inovatif, dan mampu menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang berlandaskan Islam,” ujar Bu Rida R. R. Kabid Humas dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang.

Harapan untuk Masa Bakti 2025-2029
Dalam ucapan selamat yang diunggah, SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan doa dan harapan: “Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa SAKO Pramuka SIT makin berkontribusi dalam membangun kejayaan Indonesia.”

Harapan ini sejalan dengan tujuan utama Gerakan Pramuka, yaitu mendidik kader bangsa yang memiliki jiwa kepemimpinan, berkarakter, dan siap berbakti kepada negara. SAKO Pramuka SIT memiliki misi tambahan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan nilai-nilai keislaman, mencetak Pramuka Garuda yang berakhlak mulia.

Di bawah kepemimpinan baru ini, komunitas Pramuka SIT menantikan program-program unggulan yang dapat meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan, mulai dari tingkat Siaga (SD) hingga Penegak (SMA), serta memperkuat sinergi antar-gugus depan di seluruh Indonesia.

Selamat bertugas kepada Aris Purwanta, S.St.Pi. Semoga amanah ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara melalui Gerakan Pramuka SIT.

Berita

iapkan Generasi Unggul, Guru SDIT Ihsanul Fikri Dibekali Pelatihan AI oleh Dr. Mampuono

Magelang, 01 November 2025 – Dalam upaya menjawab tantangan zaman dan modernisasi pendidikan, SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang menggelar pelatihan intensif Artificial Intelligence (AI) bagi seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung di aula utama sekolah ini menghadirkan pakar teknologi pendidikan ternama, Dr. Mampuono.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital para pendidik, khususnya dalam mengintegrasikan perangkat AI untuk menunjang proses belajar mengajar (KBM) yang lebih efektif, kreatif, dan efisien.

AI: Asisten Cerdas Guru Masa Depan
Dr. Mampuono, yang dikenal luas sebagai inovator pendidikan dan penggagas berbagai gerakan literasi digital, tampil sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran AI bukanlah ancaman atau pengganti peran guru, melainkan sebagai “asisten cerdas” atau “kopilot” yang dapat mempermudah tugas-tugas pendidik.

“Di era disrupsi ini, guru tidak boleh gagap teknologi. AI hadir untuk membantu kita,” ujar Dr. Mampuono. “AI bisa membantu guru mencari ide, membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam hitungan menit, menyusun soal evaluasi, hingga mendesain media ajar yang menarik. Waktu guru yang berharga bisa lebih difokuskan untuk mendidik karakter dan memberi sentuhan manusiawi pada siswa.”

Ia juga mendemonstrasikan berbagai pemanfaatan praktis platform AI generatif yang relevan bagi guru SD, seperti membuat cerita bergambar, kuis interaktif, dan menganalisis kebutuhan belajar siswa.

Misi SDIT Ihsanul Fikri: Melek Teknologi Berbasis Akhlak
Kepala SDIT Ihsanul Fikri, Siwi Widiyastuti, S.Pd.,SI., menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus beradaptasi dengan kemajuan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai inti keislaman.

“Visi kami di Ihsanul Fikri adalah mencetak generasi Rabbani yang saleh, cerdas, dan siap menghadapi masa depan. Siap menghadapi masa depan berarti harus melek teknologi,” tutur Bu Siwi Widiyastuti.

Menurutnya, penting bagi SDIT untuk berada di garis depan dalam adopsi teknologi. “Kami ingin guru-guru kami tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga pandai memanfaatkan teknologi secara bijak. Dengan bimbingan Dr. Mampuono, kami yakin guru-guru kami dapat mengintegrasikan AI dengan tetap mengedepankan adab dan akhlak Islami dalam penerapannya,” tambahnya.

Antusiasme Guru dan Dampak Jangka Panjang
Pelatihan berlangsung interaktif. Para guru tampak antusias mencoba langsung berbagai tools AI yang diperkenalkan, dipandu langsung oleh Dr. Mampuono dan tim. Sesi tanya jawab pun diwarnai dengan diskusi seputar tantangan dan etika penggunaan AI di lingkungan sekolah dasar.

Diharapkan, pasca-pelatihan ini, para guru SDIT Ihsanul Fikri dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas masing-masing.

“Ilmunya sangat aplikatif. Saya baru tahu ternyata membuat media pembelajaran bisa secepat dan sekreatif ini menggunakan AI. Ini akan sangat membantu kami,” ujar salah seorang peserta pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini, SDIT Ihsanul Fikri menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang siap mencetak lulusan berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Berita

Semangat Wakaf – JSIT Jawa Tengah Membara – Dana Pembangunan Kantor – Tembus Rp300 Juta

MAGELANG – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah semakin kokoh melangkah menuju kemandirian. Hingga hari Rabu, 22 Oktober 2025, gerakan pengumpulan wakaf untuk pembangunan Kantor Kesekretariatan JSIT Jawa Tengah telah mencapai angka impresif: Rp300.113.000,00 (Tiga ratus juta seratus tiga belas ribu rupiah).

Pencapaian ini menandai momentum penting dalam upaya mewujudkan impian JSIT Jateng memiliki kantor permanen di tahun 2025, yang akan berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi bagi seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah.

Aksi Jariyah Menuju 3 Miliar

Pengumuman hasil penghimpunan wakaf ini disampaikan secara terbuka melalui kanal-kanal resmi JSIT Jawa Tengah, lengkap dengan detail data masuk. Angka Rp300 juta ini merupakan buah dari partisipasi berbagai pihak—mulai dari guru, kepala sekolah, yayasan, hingga wali murid—yang meyakini bahwa berwakaf untuk pendidikan adalah investasi amal jariyah.

JSIT Jawa Tengah menyampaikan apresiasi tertinggi. Dana telah mencapai ratusan juta, gerakan ini tidak berhenti. JSIT Jawa Tengah tetap optimis dan mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi, mengingat target pembangunan yang dicanangkan cukup besar. “Yuk, bangun bersama Kantor JSIT dengan berwakaf! Semangat menuju 3 M (Miliar),”

Peran Penting Kantor Sekretariat

Memiliki kantor kesekretariatan yang mandiri menjadi kunci bagi JSIT Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas program pembinaan dan pengembangan sekolah Islam. Kantor ini diharapkan dapat menjadi pusat:

  1. Pengembangan SDM: Pelatihan dan diklat bagi guru dan tenaga kependidikan.
  2. Sinergi Program: Koordinasi efektif antara JSIT Pusat, Wilayah, dan Daerah.
  3. Layanan Anggota: Pemberian layanan administratif dan konsultasi bagi SIT di Jawa Tengah.

Dukungan finansial melalui wakaf ini tidak hanya membangun gedung fisik, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi kemajuan pendidikan Islam terpadu di Indonesia.

Informasi Wakaf:

Bagi masyarakat yang tergerak untuk menjadi bagian dari amal jariyah ini, wakaf dapat disalurkan melalui:

  • Bank: BSI (Bank Syariah Indonesia)
  • No. Rekening: 2344444407
  • A.n.: Wakaf Gedung JSIT Jateng
  • Konfirmasi: WA 0856-2838-864 (Dewi)

Berita

Jawa Tengah Menggema: JSIT Jateng Galang Dana & Massa – “Munashoroh for Palestina”

JSIT Indonesia – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Wilayah Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam isu kemanusiaan global dengan menginisiasi program bertajuk “Munashoroh for Palestina.” Program ini merupakan seruan solidaritas serentak yang melibatkan seluruh Sekolah Islam Terpadu (SIT) di wilayah Jawa Tengah, dengan fokus pada penggalangan dana dan dukungan moral.

Berdasarkan poster dan foto kegiatan yang beredar, seruan utama dari JSIT Jateng adalah “Seruan serentak infaq Jumat untuk Palestina” bagi seluruh SIT se-Jateng. Dana yang berhasil terkumpul dari aksi infaq massal ini direncanakan akan disalurkan melalui Aksi Indonesia Lawan Genosida di Monas, Jakarta, pada Ahad, 12 Oktober 2025.

Donasi dan Aksi Akbar di Monas
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penggalangan dana, tetapi juga sebagai bentuk edukasi dan penanaman nilai kepedulian sosial kepada para siswa, guru, dan seluruh komunitas sekolah.

Fokus penggalangan dana:

Target Penyaluran: Dana yang terhimpun akan didistribusikan melalui aksi di Monas, yang merupakan upaya kolektif berbagai elemen masyarakat Indonesia untuk menyuarakan protes keras terhadap genosida di Gaza.

Media Donasi: Komunitas sekolah diajak berpartisipasi dengan menyalurkan infaq melalui nomor rekening BSI 2344444431 atas nama Dewi, yang tertera jelas pada seruan tersebut.

Semangat Solidaritas Melawan Genosida
Foto yang mendampingi seruan ini memperlihatkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta, yang diperkirakan adalah siswa dan guru dari salah satu Sekolah Islam Terpadu di Jawa Tengah. Mereka tampak berbaris rapi di lapangan terbuka, membawa berbagai atribut dukungan, termasuk bendera Palestina dan bendera Merah Putih, melambangkan dukungan penuh rakyat Indonesia terhadap Palestina.

Pesan kunci yang ditekankan dalam aksi ini adalah keprihatinan mendalam atas tragedi yang berlangsung: “2 TAHUN GENOSIDA MARI TERUS BANTU PALESTINA.” Slogan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan solidaritas tanpa henti dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

JSIT Jateng berharap, melalui gerakan ini, kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dan penolakan terhadap penjajahan dapat tertanam kuat di hati para pelajar Indonesia.

#SekolahIslamTerbaik

Berita

Menanamkan Nilai Integritas : Siswa Kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri – Kunjungi Museum BPK RI Magelang


MAGELANG—Siswa-siswi kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kunjungan edukatif yang unik dan inspiratif ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Magelang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan outing class untuk memperkenalkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan sejarah pengelolaan keuangan negara kepada siswa sejak usia dini.

Dipilihnya Museum BPK RI sebagai destinasi menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas wawasan siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Belajar Sejarah Keuangan Negara dengan Cara Interaktif
Museum BPK RI, yang terletak di Magelang Tengah, merupakan satu-satunya museum BPK di Indonesia dan dikenal sebagai wisata edukasi sejarah yang tidak memungut biaya tiket masuk (gratis). Museum ini menyajikan informasi sejarah BPK RI, yang erat kaitannya dengan sejarah lembaga negara di Indonesia pasca kemerdekaan.

Para siswa kelas 2 diajak berkeliling di berbagai ruangan pameran dengan didampingi pemandu museum yang kompeten. Mereka diajak melihat koleksi bersejarah, termasuk mesin ketik kuno dan dokumen-dokumen penting, yang disajikan dengan instalasi modern dan interaktif.

“Tugas kami adalah menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik dan kontekstual, bahkan bagi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar,” jelas salah satu petugas Museum BPK RI. “Meskipun materi tentang keuangan negara terdengar berat, kami kemas dengan cerita dan visual yang sederhana agar nilai-nilai seperti transparansi dan akuntabilitas bisa mereka pahami sebagai bagian dari akhlak mulia sehari-hari.”

💡 Fokus Edukasi untuk Siswa Kelas 2
Meskipun masih di kelas 2, kunjungan ini difokuskan pada penguatan materi pembelajaran tematik dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), meliputi:

Nilai Kejujuran dan Integritas: Pemandu museum menyampaikan cerita tentang pentingnya mengelola uang dengan jujur, baik itu uang jajan pribadi maupun uang negara. Konsep “mengawasi” dan “bertanggung jawab” diperkenalkan melalui analogi yang mudah dipahami anak-anak.

Mengenal Profesi dan Pahlawan: Siswa dikenalkan pada sosok-sosok yang berperan dalam sejarah BPK RI. Mereka juga melihat koleksi alat kerja kuno yang digunakan para pemeriksa di masa lalu, memberikan gambaran konkret tentang profesi yang sarat akan integritas.

Wawasan Kebangsaan: Melalui narasi sejarah pendirian BPK RI yang sempat berpindah-pindah, siswa mendapatkan pemahaman awal tentang perjuangan bangsa dan pentingnya lembaga negara dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

Antusiasme Belajar di Luar Kelas
Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan antusiasme yang tinggi saat melihat peninggalan sejarah dan instalasi interaktif di museum.

“Aku lihat mesin ketik yang besar sekali! Dulu kalau mau laporan harus pakai itu ya, sekarang sudah ada komputer,” ujar Almira, salah satu siswi kelas 2, penuh rasa ingin tahu.

Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang menanamkan bibit integritas sejak dini. Dengan belajar langsung dari sejarah BPK RI, siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap amanah.

Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan museum, membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan nilai-nilai luhur kebangsaan.

Juara

Prestasi Membanggakan: Nayla Azzahra Khalim – Raih Juara 3 – Khat Al-Qur’an MAPSI – Tingkat Kecamatan!


Kota Magelang – Keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali diselimuti rasa bangga atas pencapaian gemilang salah satu siswi terbaiknya. Nayla Azzahra Khalim dari kelas 6B berhasil meraih Juara 3 dalam ajang bergengsi Musabaqah Anak Saleh Indonesia (MAPSI) untuk cabang Khat Al-Qur’an (Seni Kaligrafi Al-Qur’an) tingkat Kecamatan.

Prestasi ini diraih dalam kompetisi yang diselenggarakan di Kecamatan Magelang Utara. Pencapaian Nayla menjadi bukti nyata bahwa semangat dan komitmen SDIT Ihsanul Fikri sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an” tidak hanya tercermin dalam akademik, tetapi juga dalam pengembangan bakat dan kecintaan siswa terhadap seni Islami.

Khat Al-Qur’an merupakan cabang lomba yang menuntut ketelitian, keindahan, dan pemahaman mendalam terhadap ayat-ayat suci. Kemenangan Nayla Azzahra Khalim ini patut diapresiasi tinggi, menunjukkan dedikasi dan latihannya dalam mengasah kemampuan kaligrafi.

Seluruh civitas akademika SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan ucapan “Barakallahu fiik” (Semoga Allah memberkahi Anda) kepada Nayla atas prestasi yang mengharumkan nama sekolah. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi Nayla dan seluruh siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang agama maupun umum.

Prestasi ini juga tak lepas dari dukungan penuh dari pihak sekolah, guru pembimbing, dan orang tua. Bagi calon orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya di sekolah yang mengutamakan keunggulan karakter Al-Qur’an dan prestasi, informasi pendaftaran (SPMB) SDIT Ihsanul Fikri dapat dilihat melalui website resmi mereka di sditihsanulfikri.id.

Juara

Siswa SDIT Ihsanul Fikri – Aryasetya Ahza – Raih Juara 2 – Lomba Tilawah MAPSI


MAGELANG UTARA – Siswa SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Aryasetya Ahza H., berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 pada ajang Lomba MAPSI (Mata Pelajaran Agama dan Seni Islami) tingkat Kecamatan Magelang Utara. Prestasi tersebut diraih Aryasetya pada cabang Tilawah.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen SDIT Ihsanul Fikri yang unggul dalam Pendidikan Islami juga dalam membimbing siswanya untuk berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam seni Islami. Aryasetya, yang saat ini duduk di kelas 5C, menunjukkan kemampuannya dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan merdu dan penuh penghayatan, sehingga mampu bersaing ketat dengan peserta lainnya.

Keberhasilan Aryasetya ini disambut dengan sukacita oleh pihak sekolah dan juga orang tua. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri lainnya untuk terus menggali potensi diri dan berani berkompetisi di berbagai ajang. SDIT Ihsanul Fikri sendiri dikenal sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al-Qur’an”, sebuah moto yang sejalan dengan prestasi yang baru saja diraih.