Berita

Selamat dan Sukses! Aris Purwanta, S.St.Pi. Resmi Pimpin PINSAKONAS Periode 2025-2029


Magelang, – Dunia kepramukaan Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) menyambut kabar gembira. Aris Purwanta, S.St.Pi., sosok yang dikenal berdedikasi dalam pendidikan, resmi terpilih dan mengemban amanah sebagai Ketua Pusat Informasi SAKO Pramuka SIT Nasional (PINSAKONAS) untuk periode bakti 2025 hingga 2029.

Kabar ini disambut hangat, termasuk oleh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang turut memberikan ucapan selamat dan sukses melalui media sosial resmi mereka.

Peran Penting PINSAKONAS dalam Gerakan Pramuka SIT
PINSAKONAS merupakan badan penting yang berperan sebagai pusat informasi, koordinasi, dan pengembangan gerakan Pramuka di lingkungan jaringan Sekolah Islam Terpadu seluruh Indonesia. Kepemimpinan Aris Purwanta diharapkan mampu membawa SAKO Pramuka SIT semakin maju dan berkontribusi nyata dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Terpilihnya Bapak Aris Purwanta adalah kebanggaan bagi kami dan merupakan pengakuan atas dedikasi beliau selama ini. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, SAKO Pramuka SIT dapat semakin solid, inovatif, dan mampu menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang berlandaskan Islam,” ujar Bu Rida R. R. Kabid Humas dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang.

Harapan untuk Masa Bakti 2025-2029
Dalam ucapan selamat yang diunggah, SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan doa dan harapan: “Semoga kepengurusan yang baru dapat membawa SAKO Pramuka SIT makin berkontribusi dalam membangun kejayaan Indonesia.”

Harapan ini sejalan dengan tujuan utama Gerakan Pramuka, yaitu mendidik kader bangsa yang memiliki jiwa kepemimpinan, berkarakter, dan siap berbakti kepada negara. SAKO Pramuka SIT memiliki misi tambahan untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan nilai-nilai keislaman, mencetak Pramuka Garuda yang berakhlak mulia.

Di bawah kepemimpinan baru ini, komunitas Pramuka SIT menantikan program-program unggulan yang dapat meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan, mulai dari tingkat Siaga (SD) hingga Penegak (SMA), serta memperkuat sinergi antar-gugus depan di seluruh Indonesia.

Selamat bertugas kepada Aris Purwanta, S.St.Pi. Semoga amanah ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara melalui Gerakan Pramuka SIT.

Berita

Menanamkan Nilai Integritas : Siswa Kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri – Kunjungi Museum BPK RI Magelang


MAGELANG—Siswa-siswi kelas 2 SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang melaksanakan kunjungan edukatif yang unik dan inspiratif ke Museum Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Magelang pada Selasa, 7 Oktober 2025. Kunjungan ini dirancang sebagai bagian dari kegiatan outing class untuk memperkenalkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan sejarah pengelolaan keuangan negara kepada siswa sejak usia dini.

Dipilihnya Museum BPK RI sebagai destinasi menunjukkan komitmen sekolah untuk memperluas wawasan siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga tentang pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Belajar Sejarah Keuangan Negara dengan Cara Interaktif
Museum BPK RI, yang terletak di Magelang Tengah, merupakan satu-satunya museum BPK di Indonesia dan dikenal sebagai wisata edukasi sejarah yang tidak memungut biaya tiket masuk (gratis). Museum ini menyajikan informasi sejarah BPK RI, yang erat kaitannya dengan sejarah lembaga negara di Indonesia pasca kemerdekaan.

Para siswa kelas 2 diajak berkeliling di berbagai ruangan pameran dengan didampingi pemandu museum yang kompeten. Mereka diajak melihat koleksi bersejarah, termasuk mesin ketik kuno dan dokumen-dokumen penting, yang disajikan dengan instalasi modern dan interaktif.

“Tugas kami adalah menjadikan museum sebagai ruang belajar yang menarik dan kontekstual, bahkan bagi anak-anak di tingkat Sekolah Dasar,” jelas salah satu petugas Museum BPK RI. “Meskipun materi tentang keuangan negara terdengar berat, kami kemas dengan cerita dan visual yang sederhana agar nilai-nilai seperti transparansi dan akuntabilitas bisa mereka pahami sebagai bagian dari akhlak mulia sehari-hari.”

💡 Fokus Edukasi untuk Siswa Kelas 2
Meskipun masih di kelas 2, kunjungan ini difokuskan pada penguatan materi pembelajaran tematik dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), meliputi:

Nilai Kejujuran dan Integritas: Pemandu museum menyampaikan cerita tentang pentingnya mengelola uang dengan jujur, baik itu uang jajan pribadi maupun uang negara. Konsep “mengawasi” dan “bertanggung jawab” diperkenalkan melalui analogi yang mudah dipahami anak-anak.

Mengenal Profesi dan Pahlawan: Siswa dikenalkan pada sosok-sosok yang berperan dalam sejarah BPK RI. Mereka juga melihat koleksi alat kerja kuno yang digunakan para pemeriksa di masa lalu, memberikan gambaran konkret tentang profesi yang sarat akan integritas.

Wawasan Kebangsaan: Melalui narasi sejarah pendirian BPK RI yang sempat berpindah-pindah, siswa mendapatkan pemahaman awal tentang perjuangan bangsa dan pentingnya lembaga negara dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

Antusiasme Belajar di Luar Kelas
Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri. Mereka aktif bertanya dan menunjukkan antusiasme yang tinggi saat melihat peninggalan sejarah dan instalasi interaktif di museum.

“Aku lihat mesin ketik yang besar sekali! Dulu kalau mau laporan harus pakai itu ya, sekarang sudah ada komputer,” ujar Almira, salah satu siswi kelas 2, penuh rasa ingin tahu.

Kunjungan edukatif ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga yang menanamkan bibit integritas sejak dini. Dengan belajar langsung dari sejarah BPK RI, siswa-siswi SDIT Ihsanul Fikri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan bertanggung jawab atas setiap amanah.

Kegiatan berjalan lancar dan ditutup dengan sesi foto bersama di halaman depan museum, membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan nilai-nilai luhur kebangsaan.

Berita

Petualangan Belajar – SDIT Unggulan Kota Magelang – di Alam Terbuka: Relaksasi dan Edukasi – Kelas 1 Pasca ASTS – Di TKL Ecopark


MAGELANG—Senyum ceria dan tawa lepas mewarnai wajah puluhan siswa kelas 1 [SDIT Ihsanul Fikri] pada hari Senin, 6 Oktober 2025. Setelah melewati masa-masa menegangkan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), para siswa ini diajak berpetualang dalam kegiatan kunjungan edukatif yang berkesan di Taman Kyai Langgeng Ecopark (TKL Ecopark), Magelang. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka sekaligus sarana pembelajaran langsung di luar kelas.

ASTS, atau yang dikenal juga dengan Penilaian Tengah Semester (PTS), merupakan evaluasi penting untuk mengukur pemahaman materi selama setengah semester. Menyelesaikan asesmen tersebut tentu memerlukan konsentrasi penuh. Oleh karena itu, kegiatan rekreasi edukatif ini menjadi agenda yang sangat dinanti untuk menyegarkan pikiran dan mengembalikan semangat belajar.

Memadukan Rekreasi dan Edukasi di TKL Ecopark
TKL Ecopark, yang dikenal sebagai salah satu objek wisata alam dan edukasi di Kota Magelang, menawarkan kombinasi sempurna antara hiburan dan pembelajaran. Tempat konservasi tanaman langka yang luasnya mencapai 27,5 hektar ini menjadi laboratorium alam yang ideal bagi siswa usia dini.

“Kami ingin anak-anak belajar bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya ada di dalam buku. Alam adalah guru terbaik,” ujar [Usth Retno/Wali Kelas 1A. “Setelah fokus dengan angka dan huruf di ruang ujian, mereka kini bisa langsung menyentuh daun, melihat berbagai jenis satwa, dan belajar tentang lingkungan secara nyata.”

Poin-Poin Pembelajaran yang Seru:
Mengenal Flora dan Fauna: Para siswa diajak berkeliling di area taman konservasi untuk mengamati berbagai jenis tanaman langka. Mereka juga mengunjungi Taman Satwa & Reptil untuk belajar mengenal beragam hewan seperti buaya, burung, dan owa. Aktivitas ini sangat relevan dengan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka.

Petualangan di Rumah Kelinci (Omah Terwelu): Salah satu spot favorit anak-anak adalah Omah Terwelu. Di sini, mereka tidak hanya bermain, tetapi juga belajar cara berinteraksi dan merawat hewan kecil dengan penuh kasih sayang, menumbuhkan rasa empati dan tanggung jawab.

Transportasi dan Tata Tertib: Kunjungan ke area Taman Lalu Lintas memberikan edukasi awal tentang rambu-rambu dan pentingnya kedisiplinan di jalan. Sementara itu, naik Mobil Keliling dan Kereta Mini menjadi momen yang menyenangkan untuk mengenal jenis-jenis transportasi umum.

Senyum Legah Pasca Ujian
Kunjungan ini bukan semata-mata belajar. Wahana permainan seperti Kolam Renang/Water Park, Komidi Putar, dan arena bermain umum lainnya menjadi tempat pelepasan energi dan rasa lelah setelah ASTS. Keceriaan anak-anak terlihat jelas saat mereka berbasah-basahan di waterpark atau tertawa riang saat naik wahana.

“Seru sekali! Setelah mengerjakan banyak soal, aku senang bisa lihat kelinci dan naik kereta,” kata [Nama Siswa], salah satu siswi kelas 1, dengan mata berbinar.

Kegiatan ini sekaligus mempererat rasa kebersamaan (kebersamaan) di antara teman-teman sekelas dan guru pendamping. Mereka belajar bekerja sama, berbagi bekal, dan saling membantu dalam suasana santai dan gembira.

Komitmen Sekolah terhadap Pendidikan Holistik
Kunjungan edukatif ke TKL Ecopark ini menegaskan komitmen [Nama Sekolah] untuk menerapkan Pendidikan Holistik, yang tidak hanya berfokus pada hasil akademik (nilai ASTS) tetapi juga pada perkembangan karakter, fisik, dan sosial emosional siswa.

Harapannya, melalui kegiatan outing class semacam ini, para siswa kelas 1 akan kembali ke bangku sekolah dengan semangat baru, pemahaman materi yang lebih kontekstual, dan memori indah tentang pentingnya menjaga alam.

Kunjungan berakhir pada sore hari, meninggalkan cerita dan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal tak terlupakan dalam perjalanan belajar mereka. TKL Ecopark terbukti menjadi destinasi yang tepat untuk menutup periode ASTS dengan fun dan mendidik.

Juara

Prestasi Membanggakan: Nayla Azzahra Khalim – Raih Juara 3 – Khat Al-Qur’an MAPSI – Tingkat Kecamatan!


Kota Magelang – Keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang kembali diselimuti rasa bangga atas pencapaian gemilang salah satu siswi terbaiknya. Nayla Azzahra Khalim dari kelas 6B berhasil meraih Juara 3 dalam ajang bergengsi Musabaqah Anak Saleh Indonesia (MAPSI) untuk cabang Khat Al-Qur’an (Seni Kaligrafi Al-Qur’an) tingkat Kecamatan.

Prestasi ini diraih dalam kompetisi yang diselenggarakan di Kecamatan Magelang Utara. Pencapaian Nayla menjadi bukti nyata bahwa semangat dan komitmen SDIT Ihsanul Fikri sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an” tidak hanya tercermin dalam akademik, tetapi juga dalam pengembangan bakat dan kecintaan siswa terhadap seni Islami.

Khat Al-Qur’an merupakan cabang lomba yang menuntut ketelitian, keindahan, dan pemahaman mendalam terhadap ayat-ayat suci. Kemenangan Nayla Azzahra Khalim ini patut diapresiasi tinggi, menunjukkan dedikasi dan latihannya dalam mengasah kemampuan kaligrafi.

Seluruh civitas akademika SDIT Ihsanul Fikri menyampaikan ucapan “Barakallahu fiik” (Semoga Allah memberkahi Anda) kepada Nayla atas prestasi yang mengharumkan nama sekolah. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi Nayla dan seluruh siswa lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang agama maupun umum.

Prestasi ini juga tak lepas dari dukungan penuh dari pihak sekolah, guru pembimbing, dan orang tua. Bagi calon orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya di sekolah yang mengutamakan keunggulan karakter Al-Qur’an dan prestasi, informasi pendaftaran (SPMB) SDIT Ihsanul Fikri dapat dilihat melalui website resmi mereka di sditihsanulfikri.id.

Juara

SDIT Ihsanul Fikri – Meraih Juara 1 MAPSI – Kecamatan Magelang Utara


Magelang – Kabar gembira datang dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Salah satu siswinya, Sekar Hayuningtyas N. dari kelas 6B, berhasil menyabet Juara 1 dalam ajang MAPSI (Mata Pelajaran Agama dan Seni Islami). Lomba yang diadakan di tingkat Kecamatan Magelang Utara ini merupakan ajang kompetisi bergengsi yang menguji kemampuan siswa di bidang seni dan agama Islam.

Sekar Hayuningtyas N. menunjukkan keunggulannya pada cabang lomba Seni Komputer Islami. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi akademik dan non-akademik siswa, khususnya di bidang keislaman.

Pihak sekolah menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Mereka berharap kemenangan ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengukir nama baik sekolah di berbagai ajang kompetisi di masa mendatang.

Informasi lebih lanjut mengenai SDIT Ihsanul Fikri dapat diakses melalui website resmi mereka di sditihsanulfikri.id atau melalui akun media sosial SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang.

Uncategorized

Pendidikan Karakter Islam: Membangun Generasi Unggul – Berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah


Pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur dalam budi pekerti. Dalam konteks Islam, pendidikan karakter tidak hanya berorientasi pada nilai-nilai moral universal, tetapi juga berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Tujuan utamanya adalah melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia (akhlakul karimah), atau karakter yang terpuji, yang mencerminkan sifat-sifat Rasulullah SAW.

Prinsip Dasar Pendidikan Karakter Islam
Pendidikan karakter Islam berlandaskan pada beberapa prinsip utama:

Tauhid (Keesaan Allah): Prinsip ini menanamkan kesadaran bahwa setiap tindakan, pikiran, dan perkataan manusia harus semata-mata karena Allah SWT. Pendidikan karakter dimulai dengan menguatkan iman dan ketaqwaan, yang menjadi sumber segala kebaikan.

Akhlakul Karimah: Ini adalah inti dari pendidikan karakter Islam. Akhlak terpuji yang diajarkan mencakup kejujuran (siddiq), amanah (dapat dipercaya), kedermawanan, kesabaran, dan kasih sayang. Tujuan akhirnya adalah mencontoh akhlak Rasulullah SAW, yang merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Pendidikan karakter Islam mengajarkan keseimbangan antara mengejar kesuksesan di dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat. Individu didorong untuk menjadi produktif dan bermanfaat bagi masyarakat, namun tidak melupakan kewajiban ibadah dan tujuan hidup yang lebih besar.

Peran Lembaga Pendidikan dan Keluarga
Lembaga pendidikan seperti SDIT Ihsanul Fikri, yang terlihat dalam foto, memainkan peran krusial dalam menerapkan pendidikan karakter Islam. Sekolah ini, seperti yang tertulis, bertekad menjadi “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an.” Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan ajaran Al-Qur’an ke dalam kurikulum dan kegiatan sehari-hari.

Namun, peran keluarga tetap menjadi yang paling fundamental. Lingkungan rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan teladan yang baik, membiasakan anak-anak dengan ibadah (salat, membaca Al-Qur’an), dan menciptakan suasana yang penuh kasih sayang dan nilai-nilai Islam. Keberhasilan seorang anak dalam mencapai prestasi seperti lulus tasmi’ (hafalan) Juz 29, sebagaimana yang terlihat pada foto, tidak lepas dari kolaborasi antara sekolah dan dukungan penuh dari keluarga.

Tantangan dan Harapan
Menerapkan pendidikan karakter Islam di era modern memiliki tantangannya sendiri, seperti arus informasi yang masif dan godaan dari budaya-budaya yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Namun, dengan komitmen yang kuat dari sekolah, guru, dan terutama orang tua, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kokoh yang berlandaskan iman, taqwa, dan akhlak mulia. Generasi inilah yang akan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan membawa manfaat bagi umat dan bangsa.

Juara

Raih Juara 2 Sepatu Roda – Tingkat Nasional – Siswi SDIT Ihsanul Fikri – Ukir Prestasi Gemilang

MAGELANG – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswi SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Sarah Lathifa Hasan, siswi kelas 5D, berhasil meraih Juara 2 dalam kejuaraan sepatu roda “Friendly Match” antar pelajar se-Indonesia.

Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai ajang kompetisi bergengsi bagi para pelajar di seluruh Indonesia. Dengan semangat juang tinggi, Sarah berhasil menunjukkan kemampuannya dalam kategori Standard 500m Putri SD Kelas 5 dan membawa pulang medali perak.

Keberhasilan Sarah ini tidak lepas dari dukungan penuh sekolah dan orang tua. SDIT Ihsanul Fikri, yang dikenal dengan motto “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an,” terus berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan karakter dan keimanan siswa, tetapi juga mendukung bakat dan minat mereka di bidang non-akademik.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa bakat dan kerja keras dapat menghasilkan pencapaian luar biasa. Sekolah berharap, keberhasilan Sarah dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berani berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk bergabung dengan keluarga besar SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang yang berbasis sekolah fullday, informasi pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2026/2027 dapat diakses melalui narahubung Titah Ayomi (082299211997) atau melalui akun media sosial resmi sekolah.

Juara

SDIT Ihsanul Fikri – Perjalanan Seorang Hafiz Cilik – Menyelesaikan Juz 30

Dunia Islam sangat menjunjung tinggi hafalan Al-Qur’an, atau tahfidz. Ini adalah sebuah perjalanan yang tidak hanya melibatkan kecerdasan seseorang, tetapi juga sebuah koneksi spiritual yang mendalam dengan Allah SWT. Foto ini mengabadikan momen indah dari perjalanan tersebut.

Foto ini menunjukkan seorang siswa muda dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Muhammad Basid Al Lukman dari kelas 4B, yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30. Berdiri dengan bangga di sampingnya adalah Ibundanya, yang merupakan salah satu pembimbing paling penting dalam jalan yang diberkahi ini. Kata-kata “Lulus Tasmi Juz 30” mengonfirmasi prestasinya, dan kalimat “Barakallahu fiik” (Semoga Allah memberkahimu) adalah doa yang sangat tepat untuk pencapaian ini.

SDIT Ihsanul Fikri – Perjalanan Seorang Hafiz Cilik – Menyelesaikan Juz 30

Menghafal Al-Qur’an adalah tugas monumental yang membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan niat yang tulus. Perjalanan ini dimulai dengan langkah-langkah kecil, seperti satu Juz, dan dipenuhi dengan berkah yang luar biasa. Nabi Muhammad (SAW) bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (Bukhari). Hadis ini menekankan pentingnya baik belajar maupun berbagi ilmu Al-Qur’an.

Ibunda dalam foto ini memainkan peran krusial sebagai mentor dan motivator. Dia memberikan dedikasi dengan tanpa pamrih membimbing siswa menuju cahaya Al-Qur’an. Kehadirannya di samping Basid adalah bukti ikatan yang kuat antara seorang ibunda dan anaknya, ikatan yang dibangun di atas kepercayaan, rasa hormat, dan cinta yang sama terhadap Firman Allah.

Prestasi Basid adalah sumber kebahagiaan bagi keluarga, sekolah, dan seluruh komunitas Muslim. Ini adalah pengingat bahwa generasi muda dapat merangkul iman mereka dan berjuang untuk keunggulan dalam urusan dunia maupun agama. Semoga Allah SWT memberkahi Muhammad Basid Al Lukman dan gurunya, serta memberinya kekuatan untuk terus berada di jalan yang mulia ini. Semoga ini menjadi yang pertama dari banyak pencapaian serupa, dan semoga dapat menginspirasi muslim muda lainnya untuk memulai perjalanan Hifz mereka sendiri.

Juara

Seorang Anak Berprestasi: Aquila Setya Reynand – Menyelesaikan Hafalan Juz 30


Barakallah untuk Aquila Setya Reynand, seorang siswa dari SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 dari Al-Quran. Sebuah pengumuman ucapan selamat yang dibagikan oleh pihak sekolah merayakan pencapaian penting ini, yang ditandai dengan tulisan “Lulus Tasmi Juz 30.”

Dalam foto, Aquila, siswa kelas 5B, terlihat tersenyum bangga sambil memegang Juz Amma, yaitu buku yang berisi bagian ke-30 dari Al-Quran. Pencapaian ini menunjukkan dedikasinya serta komitmen sekolah untuk menanamkan nilai-nilai Al-Quran yang kuat pada para siswanya. Sekolah ini, yang mengidentifikasi dirinya sebagai “Sekolah Unggul Berkarakter Al Qur’an,” jelas menempatkan prioritas tinggi pada pendidikan agama dan pembentukan karakter.

Prestasi ini menjadi bukti kerja keras Aquila dan dukungan dari para guru serta keluarganya. Pesan ucapan selamat “Barakallahu fiik” (“Semoga Allah memberkahimu”) mencerminkan kegembiraan dan kebanggaan komunitas sekolah atas keberhasilannya. Pencapaian ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lain untuk mengejar studi agama mereka dengan ketekunan dan semangat.

Pengumuman ini juga menyertakan informasi kontak untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, beserta akun media sosial sekolah, yang mengajak orang lain untuk menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang mendukung ini. Prestasi Aquila adalah contoh nyata dari misi sekolah untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya berhasil secara akademis tetapi juga memiliki dasar agama islam yang kuat.

Juara

Kisah Adeeva Lubna Rosyada – Siswi SDIT Ihsanul Fikri – Menginspirasi dengan Hafalan Juz 30


MAGELANG – Pemandangan haru dan bangga menyelimuti SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang. Di antara wajah-wajah ceria siswa lainnya, terpampang sebuah foto yang mengabadikan momen luar biasa. Adeeva Lubna Rosyada, siswi dari kelas 4B, berdiri anggun di samping ibunya, memegang mushaf Al-Qur’an dengan senyum penuh arti. Sebuah prestasi yang patut diacungi jempol, Adeeva berhasil menuntaskan program Tasmi’ Juz 30, yaitu menyimak hafalan juz terakhir dari kitab suci Al-Qur’an.

Tasmi’ bukanlah sekadar kegiatan biasa; ini adalah ujian mental, spiritual, dan emosional bagi seorang penghafal Al-Qur’an. Di hadapan gurunya dan didampingi sang ibu, Adeeva melafalkan surat demi surat dengan lancar dan penuh keyakinan. Proses ini tidak hanya menguji kekuatan hafalannya, tetapi juga kesabaran dan ketekunan yang telah ia pupuk selama ini. Keberhasilan Adeeva menjadi bukti nyata bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi besar, terutama dalam hal mendekatkan diri pada Al-Qur’an.

Kisah Adeeva Lubna Rosyada – Siswi SDIT Ihsanul Fikri – Menginspirasi dengan Hafalan Juz 30

Pihak sekolah sangat bangga atas pencapaian Adeeva. Dalam sebuah pesan singkat yang terpampang di media sosial sekolah, mereka menuliskan, “Barakallahu fiik,” sebuah doa agar keberkahan senantiasa menyertai Adeeva. Prestasi ini sejalan dengan visi SDIT Ihsanul Fikri, yakni mencetak generasi unggul yang berkarakter Al-Qur’an, tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat.

Kisah Adeeva ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SDIT Ihsanul Fikri dan anak-anak di Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan niat yang tulus, dukungan penuh dari keluarga dan sekolah, serta ketekunan, tidak ada yang tidak mungkin. Semoga semangat Adeeva dalam menghafal Al-Qur’an akan terus menyala dan menginspirasi teman-temannya untuk mengikuti jejak langkahnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan dan kegiatan di SDIT Ihsanul Fikri, serta pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2026/2027, dapat menghubungi narahubung SPMB, Titah Ayomi, di nomor 082299211997.